Mengapa Disebut "Kyushu" (9 Provinsi), Padahal Hanya Ada 7 Prefektur?

Kyushu adalah bagian paling selatan dari empat pulau utama yang membentuk negara Jepang. Menaungi banyak tempat terkenal, termasuk Fukuoka, Nagasaki, dan Kumamoto, Kyushu menjadi destinasi liburan utama yang populer dengan kuliner dan cuacanya yang sejuk. Namun, di balik itu semua, tahukah Anda bahwa ada rahasia di balik nama "Kyushu"? Dalam bahasa Jepang, "Kyushu" berarti "sembilan provinsi", tetapi di wilayah ini hanya terdapat tujuh prefektur. Mengapa demikian? Terus baca sampai akhir untuk mengetahui alasan dan menggali sedikit tentang sejarah Kyushu.

Kyushu

Budaya Jepang

Di Mana Letak Kyushu?

Negara Jepang terdiri dari empat pulau besar (Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu) dan memiliki lebih dari 6.000 pulau kecil. Dari empat pulau utama, Kyushu terletak paling jauh di barat daya.

Prefektur Apa yang Ada di Kyushu?

Kyushu memiliki tujuh prefektur: Oita, Fukuoka, Saga, Nagasaki, Kumamoto, Miyazaki, dan Kagoshima. Beberapa dari nama-nama ini mungkin tidak asing lagi.

Salah satunya adalah Nagasaki, satu dari dua kota yang hancur akibat serangan bom atom pada Perang Dunia II. Selain sejarahnya yang memilukan, Nagasaki juga dikenal sebagai kota internasional karena pelabuhan di sana menjadi satu-satunya "media" kontak Jepang dengan dunia pada Periode Isolasi yang berlangsung selama 214 tahun.

Di sisi lain, penikmat makanan Jepang mungkin sudah familier dengan Fukuoka. Kota ini dikenal sebagai pusat kuliner dan tempat kelahiran beberapa restoran ramen internasional paling sukses, seperti Ippudo, Ichiran, dan Hakata Ikkosha.

Anda juga mungkin pernah mendengar tentang gunung berapi aktif besar Sakurajima di Kagoshima, maskot beruang hitam Kumamoto yang lucu dan populer bernama "Kumamon", Mata Air Panas Beppu yang legendaris di Oita, Porselen Arita yang terkenal dari Saga, atau betapa menakjubkannya Ngarai Takachiho di Miyazaki.

Memang, Kyushu tidak tanggung-tanggung dalam menawarkan keindahan alam, kuliner, serta aspek sejarah dan budaya tradisional Jepang.

Mengapa Disebut "Kyushu" (9 Provinsi)?

Dalam bahasa Jepang, nama "Kyushu" ditulis dengan huruf 九州, yang secara harafiah berarti "sembilan provinsi". Namun, sebenarnya hanya ada tujuh prefektur di pulau itu. Lalu, mengapa diberi nama Kyushu?

Jawabannya ada pada sejarah kuno Jepang.

Nama Jepang kuno untuk Pulau Kyushu adalah "Tsukushinoshima". Sekitar abad ke-8, pemerintah pusat di Jepang didirikan di bawah sistem hukum baru yang disebut "ritsuryosei". Hukum ini diadopsi dari Cina dan menginformasikan semua cara hidup, termasuk disribusi wilayah. Di bawah sistem baru, Jepang dibagi menjadi 68 provinsi.

Dari jumlah tersebut, Kyushu memiliki 9 provinsi: Hizen, Higo, Chikuzen, Chikugo, Buzen, Bungo, Hyuga, Satsuma, dan Osumi. Nama kolektif untuk menyebut sembilan provinsi itu adalah "Kyushu" atau "Kyukoku", yang berarti "sembilan negara bagian".

Menariknya, Shikoku, salah satu pulau utama Jepang lainnya, juga diberi nama sesuai dengan jumlah provinsi di dalamnya (四国 (Shikoku) berarti "empat negara bagian").

Seiring waktu, nama kuno "Tsukushinoshima" tidak lagi digunakan dan pulau itu sendiri kemudian disebut dengan Kyushu.

Tujuh prefektur yang sekarang ada di Kyushu didirikan setelah Restorasi Meiji pada akhir tahun 1800-an, ketika pemerintahan feodal dihapuskan dan kekuasan dikembalikan kepada kaisar. Lalu, sembilan prefektur di Kyushu diganti menjadi tujuh prefektur, tetapi namanya tidak diubah.

Seperti yang bisa Anda lihat pada peta di bawah,

Prefektur Fukuoka dibentuk dari gabungan wilayah Provinsi Chikuzen, Chikugo, dan sebagian wilayah Buzen.
Prefektur Oita adalah gabungan dari Bungo dan sebagian wilayah Buzen.
Prefektur Saga merupakan bagian timur Provinsi Hizen.
Prefektur Nagasaki adalah bagian barat Provinsi Hizen.
Prefektur Kagoshima dibentuk dari gabungan wilayah Provinsi Satsuma dan Osumi.
Prefekur Kumamoto dulunya adalah Provinsi Higo, sedangkan Provinsi Hyuga menjadi Prefektur Miyazaki.

Provinsi Lama di Kyushu Tetap Hidup Dalam Masakan Lokal!

Meskipun provinsi lama di Kyushu secara resmi telah diganti menjadi prefektur, masih banyak tradisinya yang bertahan hingga kini. Ketika Anda berpergian di Kyushu, Anda mungkin akan menemukan makanan, kerajinan tangan, toko-toko, dan barang-barang lain yang membawa nama provinsi lama. Jika Anda melihat salah satunya, yakinlah bahwa itu pasti memiliki sejarah panjang!

Mencicipi makanan adalah salah satu hal terbaik saat berjalan-jalan. Jadi, di sini kami akan memperkenalkan lima makanan khas daerah Kyushu yang mengacu pada provinsi-provinsi lama. Pastikan untuk mencobanya bila ada kesempatan!

Chikuzenni

Salah satu makanan daerah yang wajib Anda coba saat mengunjungi Fukuoka (dulunya Provinsi Chikuzen) adalah "chikuzenni". Hidangan sederhana ini dibuat menggunakan daging ayam dan berbagai sayuran yang dipotong-potong besar, digoreng, lalu direbus dengan saus manis dan asin yang terbuat dari gula dan shoyu. Jenis hidangan "nimono" (rebus) dapat ditemukan di seluruh Jepang, tetapi yang membuat chikuzenni istimewa adalah bahan-bahannya digoreng sebelum direbus sehingga memberikan rasa yang lebih kaya dan tekstur yang sedikit berbeda.

Daging Sapi Bungo

Pecinta kuliner mana yang tidak kenal Wagyu? Daging sapi berkualitas tinggi yang selalu masuk ke dalam daftar makanan untuk dicoba di Jepang. "Wagyu" merupakan sebutan umum untuk semua daging sapi di Jepang. Ada banyak merek wagyu regional yang terkenal di seluruh Jepang, dan masing-masing daging sapi tersebut memiliki karakteristik sendiri yang membuatnya istimewa.

Salah satu merek daging sapi yang banyak dikenal masyarakat Jepang adalah Daging Sapi Bungo dari Prefektur Oita (dulunya Provinsi Bungo). Memiliki pola marmer yang sangat indah, daging sapi kelas atas ini dihargai mahal, tetapi dijamin tidak akan mengecewakan!

Satsumaage

Berbicara tentang makanan terkenal dari Prefektur Kagoshima (dulunya Provinsi Satsuma), satu yang harus Anda coba adalah Satsumaage - sejenis fish cake gurih. Dibuat dengan menggoreng pasta ikan, satsumaage sering kali berbentuk lingkaran. Hidangan ini dapat dinikmati dengan berbagai cara, tetapi kemungkinan besar Anda akan menemukannya di dalam "oden", hidangan yang biasa disantap saat cuaca dingin. Rasa ringan dan kekenyalannya yang adiktif membuat satsumaage wajib dicoba!

Hyuganatsu

Jika Anda mengunjungi Prefektur Miyazaki (dulunya Provinsi Hyuga) pada akhir musim dingin atau awal musim semi, pastikan untuk mencoba buah jeruk lokal yang unik, "hyuganatsu". Pohon hyuganatsu pertama kali ditemukan di kebun milik seseorang di Kota Miyazaki tahun 1820, dan segera dibudidayakan di seluruh wilayah Miyazaki. Hyuganatsu dianggap sebagai mutasi langka dari yuzu (buah jeruk Jepang klasik yang rasanya terlalu kuat untuk dimakan langsung). Jeruk hyuganatsu mempunyai tekstur yang berair, rasanya agak manis dan sedikit asam. Buah ini dimakan dengan cara mengupas kulit luar, tetapi membiarkan empulur putihnya yang tebal.

Hizen Chagayu

Hizen Chagayu adalah makanan khas daerah di sepanjang Laut Ariake di pesisir Prefektur Saga (dulunya Provinsi Hizen). Hidangan ini merupakan evolusi dari "okayu", bubur nasi sederhana yang umum ditemukan di Jepang. Bubuk teh hijau yang ditambahkan ke dalam Hizen Chagayu menambah rasa dan memberinya tekstur yang lembut. Jika Anda sedang berada di daerah pesisir di Prefektur Saga, tidak ada cara yang lebih baik untuk memulai hari Anda selain menikmati semangkuk Hizen Chagayu!

Eksplorasi Wilayah Kyushu dan Menapaki Jejak Provinsi Lama Melalui Kulinernya!

Setelah Anda mengetahui sejarah di balik nama Kyushu, datang dan jelajahilah semua hal menakjubkan yang ditawarkan pulau indah di Jepang ini. Kyushu benar-benar menjadi salah satu bagian Jepang paling memesona yang patut dieksplorasi dari berbagai aspek, baik itu kuliner, sejarah, alam, maupun budaya tradisional. Apabila Anda merencanakan perjalanan ke Jepang, pertimbangkan untuk menambahkan beberapa prefektur di Kyushu ke dalam daftar destinasi Anda!

Kunjungi Situs Web Resmi Kyushu: https://www.visit-kyushu.com/en/

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di FacebookTwitter, or Instagram!

The information in this article is accurate at the time of publication.

Cari Restoran