Jangan Bingung! Inilah Panduan Tepat dan Lengkap Menggunakan Kereta di Jepang

Artikel ini akan membahas panduan lengkap dalam menggunakan kereta JR dan kereta komuter bawah tanah di Jepang (terutama di daerah Tokyo) yang mencakup SEMUA hal, mulai dari cara membeli tiket hingga cara naik dan turun kereta.

Seluruh Jepang

Travel Tips

Selamat, Anda pergi ke Jepang! Di sana, Anda akan menghabiskan 70% waktu Anda bertransportasi dengan kereta.

Saya berharap artikel ini dapat digunakan sebagai panduan yang membantu Anda untuk mendapatkan informasi tentang tata cara naik kereta di Tokyo dengan baik dan benar. Ya, kami akan membahas semua prosesnya: menuju ke stasiun, cara membeli tiket, bagaimana cara naik kereta, dan lain-lain. Semoga pembahasan dari saya dapat menjawab setiap pertanyaan dan kebingungan Anda, seperti: Bagaimana cara membeli tiket terusan agar tidak perlu membeli tiket reguler setiap kali? Bagaimana cara membedakan antara garis jalur berwarna agak merah dan garis jalur super merah? Bagaimana cara transit yang tepat agar tidak terlihat seperti turis bodoh? Bisakah saya naik JR dan kereta bawah tanah? Ya ampun, ada kereta bawah tanah? (Ada kereta bawah tanah. Pada titik tertentu, Anda mungkin harus menaikinya. Jangan takut! Anda pasti bisa!) Ketika ada penundaan kereta karena jinshin jiko, apakah ini artinya ada seseorang bunuh diri? Tunggu, orang bunuh diri di rel kereta !? Apa yang harus saya lakukan jika ada keterlambatan kereta?

Panduan ini dibagi menjadi 3 bagian: JR, metro, dan FAQ dari daftar pertanyaan-pertanyaan yang saya tidak yakin akan sering ditanyakan atau bahkan pernah ditanyakan. Akan tetapi, beberapa jawabannya bisa sangat membantu!

Kata Pengantar

Panduan ini akan berfokus pada penggunaan kereta komuter di wilayah Tokyo. Dengan demikian, contoh-contoh yang diambil menggunakan stasiun dan kereta yang digunakan di sana, tidak termasuk shinkansen karena secara teknis, bukan kereta komuter. Bagian metro (kereta bawah tanah) juga hanya mencakup sistem seperti yang ada di area Tokyo. Apabila Anda pergi keluar dari Tokyo, ada sistem kereta bawah tanah yang berbeda seperti kereta bawah tanah Yokohama dan kereta bawah tanah Nagoya. Namun, proses membeli tiket reguler, cara menuju ke kereta, membeli tiket terusan, dan lain-lain, semuanya sebagian besar tetap sama.

Anda mungkin bertanya-tanya apakah ada cara untuk melakukan perjalanan ke kota-kota di Jepang yang tidak menggunakan kereta. Ada dua pilihan: Anda bisa berjalan kaki atau naik taksi. Jujur saja, berjalan kaki di Tokyo tidak terlalu buruk jika Anda tinggal di pusat kota. Anda mungkin bisa berjalan kaki dari Shibuya ke Ebisu dalam waktu sekitar 12 menit, tetapi mustahil rasanya untuk mencoba berjalan dari Mitaka (tempat museum Studio Ghibli) ke Shibuya karena itu membutuhkan waktu 3 jam. Menggunakan taksi tentu akan lebih praktis dan jauh lebih mudah, bahkan terkadang lebih cepat dari kereta. Akan tetapi karena tarif taksi di Tokyo sangat mahal, apalagi jika hanya ingin pergi ke lokasi yang tidak terlalu jauh, dompet Anda pasti habis terkuras untuk biaya transportasi saja. Seumpama, Anda pergi dari Nakano ke Koenji dengan kereta membutuhkan waktu 2 menit dan biayanya sekitar 140 yen. Apabila naik taksi dari Nakano ke Kouenji, butuh waktu sekitar 10-15 menit dengan tarif mencapai 2.000 yen. Jadi, tidak perlu berpikir dua kali. Naik kereta adalah bagian dari gaya hidup Jepang dan cara termudah untuk merasakan menjadi orang Jepang.

Sistem Kereta JR

JR adalah singkatan dari Japan Railways. Ada beberapa cabang dari Japan Railways Group sesuai dengan lokasi - misalnya, Japan Railways East (JR East) mencakup Tohoku dan Kanto, tempat Tokyo berada. Sama halnya seperti JR West yang mencakup wilayah Kansai, dan JR Kyushu untuk wilayah Kyushu.

Bagaimana cara bisa sampai ke stasiun JR?

Jika Anda menginap di hotel atau hostel, kemungkinan besar sudah ada informasi tersedia dengan petunjuk tentang cara menuju ke stasiun kereta terdekat. Namun, saya akan mencoba memasukkan pertanyaan di sini karena suatu alasan. Pastikan Anda sudah mengetahui akan menggunakan JR atau metro dan jalur mana yang akan digunakan. Hal ini sangat mempengaruhi stasiun mana yang harus Anda tuju agar tidak menghabiskan waktu percuma hanya untuk mencari tahu ke mana Anda harus pergi. Pertanyaan sederhana seperti "di mana Stasiun Shinjuku?" atau "di mana Stasiun Tokyo?" bisa membawa Anda ke arah berlawanan dari tempat yang dimaksud, dan bahkan ketika sampai pun, Anda sudah kehilangan sebagian waktu berharga.

Stasiun JR dan jalur JR dapat diidentifikasi dengan simbol JR:

jpellgen/Flickr

Jika Anda berada di dalam stasiun, ada petunjuk arah untuk menuju ke lokasi jalur JR. Perlu diperhatikan, apabila Anda tiba di stasiun dengan kereta metro, Anda juga harus keluar dari bagian metro - dengan cara memasukkan tiket atau tempel kartu IC untuk melewati gerbang tiket sebelum Anda mencapai area kereta JR.

Bagaimana cara membeli tiket kereta JR?

Tiket dapat dibeli di mesin-mesin ini yang terletak di sebelah atau di dekat gerbang tiket:

4530553333_5daa0c4951_z
Alexander Olm/Flickr
 
1082215268_25e57555dc_z
Luis Villa del Campo/Flickr

Anda dapat menggunakannya dalam bahasa Inggris (kecuali jika Anda berada di stasiun yang sangat-sangat kecil di daerah tertentu) dengan memilih tombol yang bertuliskan "English", biasanya di sudut kiri atau kanan atas. 

Saat mendekat, layar akan menyala (jika ada yang menggunakannya tidak lama sebelum Anda, maka layar sudah aktif) dan akan terlihat tampilan kotak dengan angka pada layar. Ini adalah harga tiketnya. Untuk mengetahui harga tiket ke tempat tujuan, Anda bisa melihat peta.

2244164346_6f2e35c9a0_z
MiNe/Flickr

Peta biasanya terletak di atas mesin tiket dan merupakan diagram semua jalur yang dapat dilewati dari tempat Anda berada serta mengetahui harga tiket ke setiap stasiun. Stasiun tempat Anda berada biasanya ditandai dengan huruf paling besar pada diagram. Jika Anda telah mengetahui tujuan berikutnya dan tetap berada di jalur yang sama, Anda bisa menghitung kotak atau titik (menunjukkan nama-nama stasiun) ke arah tujuan.

Awalnya terdengar sangat membingungkan, tetapi Anda pasti akan cepat terbiasa. Terlebih lagi kalau Anda mencobanya di stasiun kecil yang tidak terlalu ramai sehingga peta lebih mudah dilihat dan tidak memiliki terlalu banyak warna jalur yang berbeda. Apalagi peta yang dipasang hanya dalam bahasa Jepang. Jangan khawatir - Anda bisa bertanya pada loket informasi dan mereka akan dengan senang hati membantu Anda, atau cobalah untuk membeli tiket dengan harga terendah dan melakukan penyesuaian tarif (dibahas pada pertanyaan berikutnya) di tempat tujuan, kemudian membayar selisihnya.

Setelah tahu berapa jumlah yang harus Anda bayar, sentuh kotak pada layar dan ikuti instruksi (masukkan uang Anda). Anda dapat membeli tiket untuk beberapa orang sekaligus dari tombol di sebelah kiri (gambar orang). Anak-anak memiliki harga tiket yang lebih murah sehingga Anda dapat menyesuaikannya. Tiket juga bisa dibeli secara terpisah.

Bagaimana jika saya membayar harga tiket yang salah?

3414745808_5cbc2fc37a_z
Ye Tan/Flickr

Di stasiun tujuan ada mesin penyesuaian tarif di gerbang tiket. Cukup masukkan tiket dan mesin akan secara otomatis melakukan penyesuaian tarif serta menginformasikan jumlah yang harus Anda bayar. Jika memiliki kartu IC (lihat di bawah), Anda juga bisa mengisi saldonya di mesin tersebut apabila tidak cukup ketika melewati gerbang tiket.

Bisakah saya membeli tiket terusan?

14940685120_ae5fb1b8da_z
Alyson Hurt/Flickr

Bisa! Terutama jika Anda pergi ke Jepang dengan visa turis hingga 90 hari. Siswa pertukaran pelajar jangka pendek pun mungkin menggunakan visa tipe ini - Tak perlu khawatir, Anda memenuhi syarat untuk mendapatkan JR Rail Pass. Pastikan untuk membeli tiketnya sebelum Anda tiba di Jepang karena Anda sudah tidak bisa mendapatkannya lagi saat berada di Jepang. Tiket jenis ini bisa diaktifkan sesuai keinginan - apabila Anda akan berada di Jepang selama 2 minggu, dan pada minggu pertama Anda tidak kemana-mana, tiket bisa diaktifkan di minggu kedua saat hendak digunakan. 

Saya tidak akan membahas lebih detail tentang JR Rail Pass. Sebaliknya, jika tidak menggunakan visa turis, Anda dapat membeli kartu IC prabayar yang saldonya dapat dipotong otomatis saat keluar gerbang tiket dan bisa diisi ulang ketika saldo habis. Pemakaiannya pun sangat mudah, cukup menempelkan kartu pada alat scan di gerbang tiket, sangat praktis. Tentunya jauh lebih nyaman dan mudah dibandingkan harus membeli tiket setiap saat serta menghilangkan kebingungan Anda dalam membaca peta.

Apa itu kartu IC prabayar?

Ada "merek" IC yang berbeda, seperti Suica dan Pasmo (dibeli di Tokyo untuk masing-masing perusahaan JR dan non-JR), Toica dan Manaca (Nagoya, JR dan non-JR) atau Icoca dan PiTaPa (Osaka, JR dan non-JR).

 

Kartu IC dari kota-kota berikut - Tokyo, Osaka, Hiroshima, Okayama, Nagoya, Sapporo, Fukuoka, Kumamoto, Kagoshima, Oita, Nagasaki - dapat ditukarkan. Artinya, jika Anda membeli kartu IC di Osaka, Anda dapat menggunakannya untuk kereta di Tokyo atau Sapporo. Ya, kereta apa pun - tidak masalah apakah itu JR atau kereta bawah tanah. Anda juga dapat menggunakan kartu IC di sebagian besar komuter bus, tetapi TIDAK untuk shinkansen, kereta khusus (misalnya, kereta ekspres terbatas yang memiliki biaya khusus), bus ekspres dan bus Kota Kyoto (kecuali jika Anda membaca artikel ini setelah tanggal 24 Desember 2014, pembayaran dengan kartu IC sudah bisa digunakan pada bus Kota Kyoto).

Untuk Tokyo, Suica dan Pasmo dapat dibeli di mesin tiket atau konter di stasiun. Perhatikan tanda pada mesin, apakah menyediakan kartu Suica atau Pasmo (Suica atau Pasmo ditulis dengan huruf alfabet, jadi Anda bisa langsung melihatnya saat menggunakan mesin dalam bahasa Inggris atau bahasa Jepang). Ketika membeli Suica atau Pasmo untuk pertama kalinya, Anda akan dikenakan biaya kartu dan juga biaya yang dibebankan dari lama waktu penggunaan yang Anda pilih (Misal, 1 bulan, Anda dikenakan biaya untuk satu bulan pemakaian). 

171572070_fc170da808_z
呉/Flickr

Di sini saya akan menjelaskan cara mengisi saldo kartu Anda di mesin tiket mana pun. Tidak harus khusus untuk Suica atau Pasmo. Masukkan kartu Anda ke dalam slot (biasanya memiliki lampu merah berkedip di sebelahnya), dan menu akan muncul dengan beberapa opsi, pilih "charge". Kartu dapat diisi dengan kelipatan 1.000 yen, tetapi ada juga mesin yang membolehkan Anda untuk mengisi hanya 500 yen. Kartu akan segera keluar setelah uang dimasukkan.

Kartu IC dapat digunakan untuk berbelanja di minimarket dengan teknologi sistem sentuh yang sama pada gerbang tiket. Anda juga bisa memakainya sebagai alat pembayaran di beberapa tempat lainnya. Saldo dapat diisi di stasiun atau minimarket tempat Anda menggunakan kartu IC.

Bagaimana cara transit pada kereta JR?

Pada saat turun dari kereta pertama, lihatlah petunjuk-petunjuk pada peron (di gantung atau di dinding) yang menunjukkan ke arah mana Anda harus pergi. Petunjuk tersebut biasanya menyebutkan nama jalur atau lebih umum seperti "JR Lines". Sebisa mungkin cari tahu arah yang tepat dengan mengikuti tanda panah pada petunjuk. 

5223399538_81c2db0817_z
tokyoform/Flickr

Kadang-kadang Anda harus melewati gerbang tiket untuk pergi dari area stasiun yang satu, ke stasiun lainnya. Terutama ketika Anda sedang berada di area kereta metro dan ingin ke jalur JR, begitu pula sebaliknya.

Hal yang perlu diperhatikan adalah arah tujuan Anda. Terkadang ada petunjuk yang menyebutkan "Jalur Hibiya - ke Naka-Meguro" dan "Jalur Hibiya - ke Ueno". Pada titik-titik tertentu di sepanjang peron akan ada petunjuk daftar stasiun di bagian Naka-Meguro / Ueno. Akan tetapi, meski Anda turun di peron yang salah, selalu ada jalan ke peron lainnya sehingga Anda bisa sampai ke tempat yang dituju.

Apa yang dimaksud dengan limited express, super express, dan express lainnya?

7294768858_a66e759c76_z
Chris Hamby/Flickr

Label-label ini hanya menunjukkan seberapa cepat kereta berjalan:

Local => Lokal (普通) - berhenti di setiap stasiun.
Rapid => Cepat (快速) - tidak berhenti di beberapa stasiun. 
Express => Ekspress (急行) - tidak berhenti di banyak stasiun (hanya berhenti di stasiun tertentu). Harga tiket lebih mahal dari kereta local/rapid.
Limited Express => Ekspres Terbatas (特急) - hanya berhenti di stasiun-stasiun utama. Membutuhkan biaya tambahan (kadang-kadang sebanyak 4000 yen).

Seringnya Anda hanya menggunakan kereta lokal atau kereta cepat sebagai transportasi kereta utama (meskipun Anda naik kereta cepat, pastikan kereta berhenti di stasiun yang dituju). Kereta express dan limited express bisa menjadi sangat rumit, tetapi apabila Anda pergi jauh dari area metropolitan (atau menuju pusat Tokyo dari area yang jauh), kereta ini bisa menjadi pilihan yang lebih baik agar Anda tidak berada di kereta terlalu lama.

Bagaimana saya tahu saya berada di peron JR yang tepat?

Petunjuk, petunjuk, petunjuk! Anda akan banyak mengandalkan petunjuk ketika berada di Jepang dan untungnya masih dapat menemukan orang-orang yang bisa berbahasa Inggris, khususnya di kota Tokyo.

Peron biasanya memiliki daftar stasiun yang dipajang pada pilar yang ditunjukkan dengan tanda a) jalur yang Anda gunakan, b) stasiun tempat Anda berada (biasanya menggunakan huruf tebal dan ukuran yang lebih besar daripada nama stasiun lainnya), dan c) arah yang akan dilewati. Pada jalur JR, Anda harus benar-benar memastikan apakah jalur yang Anda ambil sudah benar karena sedikit rumit. Sebaliknya, Anda akan lebih mudah memeriksa arah tujuan di area kereta bawah tanah. 

Petunjuk yang tergantung pada peron juga menunjukkan nama stasiun yang akan dilewati berikutnya sesuai dengan arahnya. Jika Anda pergi ke pusat transportasi utama seperti Stasiun Shinjuku, Tokyo atau Shinagawa, nama stasiun itu pasti akan terdaftar pada plang yang lebih kecil.

Bagaimana cara naik kereta JR?

Memang sedikit terdengar seperti pertanyaan yang bodoh, tetapi informasi ini akan terbukti bermanfaat untuk Anda, jadi tetaplah membaca hingga selesai. 

14249998459_b7c64702c3_z
tokyoform/Flickr

Setelah Anda melewati gerbang tiket dan menemukan peron yang tepat, Anda akan melihat angka-angka di dinding berlawanan atau langkan (pagar penghalang) dari peron. Angka-angka ini untuk menunjukkan masing-masing pintu kereta yang akan terbuka dan di sinilah orang-orang berbaris. Gerbong bagian tengah biasanya paling padat. Mungkin Anda bisa berpeluang mendapatkan tempat duduk di gerbong pertama atau terakhir, tetapi tentu saja tergantung pada jam berapa Anda naik dan jalur kereta apa yang Anda gunakan. Jangan pernah berpikir untuk menemukan tempat duduk selama jam sibuk.

Berbarislah seperti biasa. Ketika kereta berhenti, Anda harus menunggu orang-orang yang turun terlebih dahulu. Bagian ini terkadang menjadi sangat menarik untuk dilihat, terutama pada saat kereta sedang ramai-ramainya.

Begitu Anda naik kereta, pindahlah ke bagian sisi gerbong untuk memberikan ruang kosong di area tengah. Ya, kereta bisa menjadi sangat ramai sehingga posisi Anda benar-benar dekat dengan orang di sekitar, tetapi itulah kehidupan. 

 
kpcmobile/Flickr

Sistem Kereta Bawah Tanah (Subway)

Sistem kereta bawah tanah di Tokyo dibagi menjadi dua perusahaan: Tokyo Metro dan Toei Subway. Tidak ada pola nyata, tidak ada aturan, apakah Anda harus memilih salah satunya atau tidak, bahkan jika Anda hanya bisa naik kereta bawah tanah dan bukan kereta JR. Anda dapat menggunakan kereta yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan, Anda bisa menggunakan kereta JR saja atau kereta bawah tanah saja, atau mungkin keduanya? Untuk kedua persusahaan tersebut, tidak ada banyak perbedaan dari segi kualitas, kecuali jalur yang dilewati dan harga (kereta bawah tanah Toei sedikit lebih mahal). Kereta Toei, misalnya, memiliki jalur Asakusa yang bisa membawa Anda ke Tokyo Skytree dan Asakusa. Kereta metro akan membawa Anda ke Omotesando. Jadi, ini hanya tentang kebutuhan dan kenyamanan.

Bagaimana cara untuk bisa sampai ke stasiun kereta bawah tanah?

Simbol Tokyo Metro terlihat seperti ini:

s_tokyo_metro_logo_full-svg
ja.wikipedia.org

Biasanya hanya dilambangkan dengan huruf "m" berwarna putih di sisi kiri.

Simbol Toei Subway terlihat seperti ini:

s_1280px-symbol_flag_of_tokyo-svg
ja.wikipedia.org

Sangat jarang terjadi menemukan jalur metro dan Toei di stasiun yang sama. Demikian juga, tidak selalu dijamin bahwa di stasiun akan ada dua jalur, JR dan metro, atau JR dan Toei. Ketika memutuskan tempat menginap, disarankan untuk memilih hotel atau hostel di dekat stasiun dari salah satu jalur (atau keduanya), kereta JR atau kereta bawah tanah sehingga selalu ada pilihan lain apabila terjadi keterlambatan di salah satu jalur tersebut.

Untuk informasi lebih rinci tentang Tokyo Metro dan Toei Subway, seperti jalur individual, cek artikel berikut:

Visiting Tokyo? Get familiar with the Tokyo Metro subway lines

Visiting Tokyo? Get familiar with the Toei subway lines

Bagaimana cara membeli tiket kereta bawah tanah?

Membeli tiket untuk kereta bawah tanah sama persis dengan membeli tiket untuk JR.

21362172842_1f4634d4e7_z
 Rain Rabbit/Flickr

Caranya sama persis: lihat pada peta untuk mengetahui berapa biaya ke tempat tujuan, pilih tombol dengan jumlah yang diinginkan di layar, pilih berapa jumlah orang, masukkan uangmu dan yay: tiket!

Seperti halnya pada kereta JR, jika secara tidak sengaja membeli harga tiket yang salah atau perlu mengisi ulang kartu IC, Anda dapat melakukan penyesuaian tarif di mesin yang pemakaiannya juga sama dengan JR.

Bisakah saya membeli kartu terusan / IC sebagai gantinya?

Anda dapat menggunakan kartu IC yang sudah dibahas di bagian JR untuk kereta bawah tanah Tokyo.

7762902664_c96d3b7a43_z
tkaige/Flickr

Bagaimana cara transit untuk kereta bawah tanah?

29639959242_fe2b55f2bc_z
tokyoform/Flickr

Transit di kereta bawah tanah juga sama seperti kereta JR: cukup ikuti petunjuk yang ada! Jika Anda tetap menggunakan kereta Tokyo Metro atau Toei maka tidak perlu melewati gerbang tiket untuk berpindah ke jalur lain. Pergi dari metro ke Toei, atau sebaliknya, Anda harus melewati gerbang tiket (dan juga jika Anda mengganti jalur ke JR). Namun, ini bukanlah sesuatu yang seharusnya membuat Anda kesal. Selama mengikuti petunjuk dengan baik, Anda pasti akan menemukan jalan, apabila tidak, akan semakin membingungkan, terutama di stasiun yang lebih besar dan lebih padat.

Bagaimana saya tahu kalau saya berada di peron yang tepat untuk kereta bawah tanah?

Sekali lagi: petunjuk, petunjuk, petunjuk!

15807308910_13781fc7d4_z
tokyoform/Flickr

Hal ini pun sama dengan kereta JR, peron biasanya memiliki daftar stasiun yang dipasang pada pilar yang menunjukkan: a) jalur yang Anda gunakan, b) stasiun tempat Anda berada (biasanya menggunakan huruf tebal dan ukuran yang lebih besar daripada nama stasiun lainnya), dan c) arah yang akan dilewati. Untuk kereta bawah tanah, plang petunjuk biasanya akan sangat besar dan kadang-kadang terdapat dua sisi layar - misalnya saja jalur yang tidak akan dilewati tulisannya diburamkan, atau tidak terdaftar sama sekali sehingga Anda pasti akan pergi ke arah yang tepat.

Bagaimana cara naik kereta bawah tanah?

Sekali lagi, cara naik kereta bawah tanah tidak ada bedanya dengan kereta JR. Berhati-hatilah, bahwa beberapa jalur kereta bawah tanah seperti Marunouchi atau Tozai bisa sangat ramai pada jam sibuk. Jika Anda berpikir kereta bawah tanah tidak seramai atau sepadat kereta JR, Anda salah.

Apakah kereta bawah tanah juga memiliki kereta ekspres?

Ya, dan sistemnya menggunakan cara yang persis sama seperti yang mereka lakukan dengan JR.

Pergi dari Point A ke Point B (JR & subway)

1567089409_e0260b92b2_z
Justin C./Flickr

Berikut ini adalah contoh "urutan" cara yang menunjukkan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai tujuan awal Anda sampai akhir.

1. Tiba di stasiun.

2. Temukan bagian stasiun JR atau kereta bawah tanah (subway).

3. Temukan area tempat jalur yang ingin Anda naiki.

4. Temukan mesin tiket di dekat gerbang tiket (gerbang kecil). Jika Anda memiliki kartu IC yang sudah terisi saldo, Anda bisa langsung melewati gerbang.

5. Beli tiket atau isi kartu IC Anda.

6. Masuk melalui gerbang tiket.

7. Temukan peron yang sesuai dengan arah tujuan untuk naik kereta selanjutnya.

8. Setelah menemukan peron yang tepat, berbarislah untuk naik ke kereta.

9. Begitu kereta berhenti, tunggu hingga semua orang turun, barulah Anda masuk ke gerbong.

10. Masuklah ke bagian dalam atau samping gerbong untuk membebaskan ruang di dekat pintu.

11. Setelah tiba di stasiun,  turun dari gerbong (tidak ada prosedur khusus di sini) dan berjalan menuju pintu keluar yang Anda inginkan. Catatan untuk pintu keluar: Umumya dalam satu stasiun terdapat beberapa pintu keluar, dan apabila Anda keluar di pintu yang salah, Anda akan tiba di area yang berlawanan dari tempat yang dituju, jadi periksalah terlebih dahulu! Biasanya area wisata, restoran, dan toko sudah memberikan keterangan pintu keluar mana yang harus dilewati pada website mereka.

12. Berjalan menuju gerbang tiket (gerbang kecil) dan masukkan tiket atau tempel kartu IC, atau lakukan penyesuaian tarif pada mesin yang tersedia, lalu keluar dari stasiun.

jika Anda transit:

11. Setelah kereta yang Anda naiki tiba di stasiun, turun dari gerbong (tidak ada prosedur khusus) dan cari petunjuk yang menunjukkan ke arah mana Anda harus berganti jalur.

12. Ikuti petunjuknya. Pada titik tertentu, Anda mungkin harus atau tidak perlu melewati gerbang tiket (gerbang kecil).

13. Setelah mencapai peron yang tepat, berbaris lagi dan tunggu kereta berikutnya.

Hanya itu!

FAQ (Pertanyaan yang sering diajukan)

1. Anda hanya membahas tentang JR dan kereta bawah tanah. Bagaimana dengan Keio / Tobu / Denentoshi / Yurikamome / dll. Jalurnya?

14606435000_c3725afbe0_z
Antonio Tajuelo/Flickr

Saya hanya membahas JR dan metro karena itu adalah kereta utama yang digunakan di daerah Tokyo. Namun, ada jalur kereta lain yang dioperasikan secara pribadi seperti yang terdaftar (dan banyak lagi). Meskipun demikian, cara kerja mereka cukup konsisten dengan JR dan metro.

2. Apakah jam sibuk benar-benar seburuk yang dikatakan orang-orang?

1430686376_585ee694eb_z
tokyoform/Flickr

Puncak jam sibuk sangatlah buruk bahkan sampai ada petugas di peron yang membantu mendorong para penumpang masuk ke dalam gerbong, bisa Anda bayangkan betapa sesaknya itu. Anda akan didorong berdempetan dengan orang-orang tidak dikenal, kemungkinan besar Anda tidak akan bisa mengangkat tangan untuk melihat ponsel atau mengubah lagu di iPod Anda.

Berita baiknya adalah setelah stasiun-stasiun utama, kebanyakan orang turun, jadi Anda akan dapat bergerak lagi jika tidak turun bersama mereka.

3. Apa maksud dari jinshin jiko?

Jinshin jiko secara harfiah berarti "kecelakaan pribadi" yang mengandung huruf kanji untuk "diri sendiri" dan "orang". Pada dasarnya, ketika ada jinshin jiko di jalur kereta - yang terjadi cukup banyak di Tokyo - berarti seseorang sudah menyebabkan gangguan pada jalur kereta. Hal ini bisa berupa apa saja, misalnya seperti seseorang yang sengaja jatuh ke rel kereta dari peron untuk bunuh diri. Meskipun Anda sudah mendengar banyak hal tentang bunuh diri dengan kereta di Jepang, kenyataannya menunjukkan bahwa sebagian besar jinshin jiko terjadi karena kepadatan di peron atau orang-orang yang mabuk dan tidak menyadari langkah mereka, dengan demikian banyak orang yang secara tidak sengaja jatuh ke rel.

Inilah sebabnya mengapa di banyak stasiun yang padat dan / atau jalur yang sibuk, Anda akan melihat ada penghalang otomatis antara peron dan kereta yang selalu tertutup. Pintu akan terbuka begitu ada kereta yang berhenti.

4. Apa alasan lain mengapa kereta tertunda?

Selain jinshin jiko, kereta terkadang tertunda karena pemeliharaan mendadak atau karena pemeriksaan mekanis dan / atau masalah lainnya. Akan tetapi, inilah sistem kereta di Jepang, ketika kereta tertunda, perusahaan yang bertanggung jawab akan berusaha memberikan yang terbaik untuk memperbaiki sebagian jalur atau seluruh jalur secepat mungkin.

Jika jalur kereta Anda tertunda, jangan khawatir: ke mana pun Anda pergi, mungkin ada rute alternatif. Tanyakan pada petugas atau konter informasi, atau bahkan seseorang yang sedang menunggu di peron, asalkan mereka tidak terlihat sangat sibuk. Jika jalur kereta Anda berhenti sama sekali dan hanya jalur itu yang bisa Anda gunakan untuk sampai ke lokasi, mungkin yang terbaik adalah naik taksi.

5. Semua jalur kereta memiliki warna yang sama! Bagaimana cara membedakannya?

10765678526_2886e9aac1_z
Jarkko Sakki/Flickr

Saya mengerti hal itu. Jika warnanya terlalu membingungkan, satu-satunya cara adalah mengandalkan nama stasiun. Menuliskan semua nama stasiun SEBELUM Anda benar-benar memulai aktivitas sehari-hari adalah ide yang bagus, jadi Anda tahu ke mana Anda akan pergi. Apabila Anda mengatakan "Saya perlu mengambil jalur warna orange", ini sangat tidak bagus karena begitu Anda melihat peta jalur kereta Tokyo, ada sekitar 50 jalur yang berwarna orange. Apakah maksud Anda warna orange terang? orange-emas? orange tua? atau warna orange jeruk? Selamatkan diri Anda dari kebingungan dan tulislah nama jalurnya. Anda juga bisa memanfaatkan peta yang tersedia di sebagian besar stasiun.

6. Apakah saya akan aman di kereta?

 
15220766993_6e765c4645_z
tokyoform/Flickr

Secara umum, ya. Bertentangan dengan apa yang mungkin dikatakan semua orang kepada Anda, Jepang bukanlah negara yang sangat aman, tetapi juga tidak penuh dengan kejahatan. Seperti halnya di tempat lain, menjadi turis cerdas juga berlaku di Jepang. Jangan memamerkan apa yang Anda miliki, pastikan dompet Anda berada di tempat yang aman, jangan tinggalkan barang-barang Anda tanpa pengawasan, dan lain-lain.

Anda mungkin melihat tanda-tanda (seperti yang ada di atas) yang mengingatkan Anda untuk berhati-hati pada chikan atau orang yang berbuat tindakan asusila, jika terjadi, jangan takut untuk berteriak dan meminta tolong. Hal-hal seperti meraba-raba dan kamera tersembunyi adalah masalah yang jauh lebih besar dari yang Anda pikirkan, tetapi bukan berarti ini tidak pernah terjadi. Sekali lagi, berhati-hatilah.

7. Bagaimana jika ada barang saya yang tertinggal di kereta?

Jika Anda lupa sesuatu di kereta, pergilah ke kantor utama di stasiun kereta terdekat dan jelaskan situasi Anda. Mereka mungkin akan meminta Anda pergi ke kantor di stasiun yang lebih besar, masih ada harapan untuk menemukan barang Anda yang tertinggal. Jangan terlalu khawatir tentang hambatan bahasa, jika tidak dapat berbicara bahasa Jepang - Anda pergi ke stasiun utama, kemungkinan besar akan ada seseorang di sana yang akan dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris yang cukup untuk membantu masalah Anda.

8. Bisakah satu jalur kereta berubah menjadi jalur kereta lain?

Ya, bisa. Pada awalnya pasti sungguh membingungkan dan sedikit kesal, tetapi begitu Anda terbiasa, ini adalah cara yang bagus untuk menghemat waktu dan tidak perlu banyak mengganti-ganti kereta. Jalur yang menuju bandara Haneda dan Narita sering dimulai dengan jalur metro dan stasiun "tambahan" untuk melayani daerah-daerah tersebut.

Pada dasarnya, satu jalur kereta dapat melayani jalur lainnya untuk mengakomodasi lebih banyak penumpang. Contohnya adalah jalur Tokyo metro Tozai.

Jalur Tozai dapat berjalan di beberapa jalur perulangan yang berbeda:

A) Layanan normal, yang beralih dari Nishi-Funabashi di Chiba ke Nakano di pusat Tokyo dan hanya satu jalur Tozai,
B) Layanan rapid (cepat) , yang berjalan dari Toyo-Katsutadai di Chiba ke Nakano di pusat Tokyo dan melompati beberapa stasiun di antaranya, diawali sebagai jalur kereta cepat Toyo (Toyo Rapid Railway line) dan kemudian bergabung ke jalur Tozai,
C) Layanan normal untuk Toyo Rapid Line yang sama dengan (B), tetapi tidak melompati beberapa stasiun,
D) Layanan normal ke Mitaka yang beralih dari Nishi-Funabashi ke Mitaka, dimulai sebagai Tozai dan kemudian bergabung ke dalam jalur JR Chuo, 
E) Layanan cepat ke Mitaka yang bergerak dari Toyo-Katsutadai ke Mitaka, dimulai sebagai Toyo Rapid Line dan kemudian bergabung ke dalam jalur JR Chuo. Kereta ini bisa menjadi kereta cepat atau kereta biasa.

Demikian juga, semua variasi ini bisa sebaliknya. Anda dapat melanjutkan di Mitaka dan pergi ke Toyo-Katsutadai atau ke Nishi-Funabashi dan di mana saja di antaranya (kecuali jika Anda menggunakan kereta cepat). Perhatikan juga bahwa meskipun jalur tersebut disebut sebagai Toyo Rapid Railway, itu tidak selalu cepat - artinya, kadang-kadang beroperasi sebagai kereta biasa dan berhenti di setiap stasiun.

Membingungkan, kan? Jangan terlalu mengkhawatirkan tentang hal itu. Jika Anda melakukan riset terlebih dahulu, Anda akan dapat menghemat waktu dan energi untuk mengganti kereta, tetapi jangan merasa terdorong untuk melakukan ini untuk setiap kereta yang Anda naiki. Jika Anda ingin melakukannya, kemungkinan besar Anda akan memerlukan peta untuk tetap memastikan Anda masih bisa mencapai stasiun yang dituju.

9. Apakah ada aplikasi yang bisa saya gunakan untuk menavigasi sistem kereta?

Ada! Aplikasi seperti ini sangatlah berguna! Harap perhatikan, beberapa fitur pada aplikasi ini memerlukan Wi-Fi. Tidak akan ada masalah jika Anda menyewa smartphone di Jepang. Akan tetapi, apabila Anda berencana untuk menggunakan smartphone Anda sendiri, Anda harus bergantung pada jaringan Wi-Fi. Jaringan Wi-Fi di Jepang terbilang cukup langka, tetapi Anda bisa menemukan Wi-Fi gratis di stasiun kereta bawah tanah (belum tersedia di stasiun kereta JR).

Hal tentang Wi-Fi cukup rumit. Untuk Tokyo metro ada Wi-Fi di setiap stasiun dan setiap jalur, tetapi sinyalnya cukup lemah dan kadang-kadang Anda harus melewati beberapa tahap dalam bahasa Jepang sebelum ponsel Anda benar-benar dapat terhubung. Pada Toei subway ada Wi-Fi di semua stasiun pada jalur Oedo dan Shinjuku, tetapi untuk jalur Asakusa dan Mita hanya beberapa stasiun saja yang memiliki Wi-Fi. Singkatnya, saya tidak akan bergantung pada Wi-Fi di kereta, tetapi jika Anda membutuhkannya, sudah tersedia di sana. Sinyal kuat biasanya ada pada hotel atau hostel tempat Anda menginap dan terkadang kafe juga memiliki sinyal Wi-Fi yang cukup baik.

Berikut adalah 2 aplikasi untuk Android dan iPhone yang dapat digunakan untuk menavigasi kereta di Tokyo:

NAVITIME for Japan Travel

Ini mungkin satu-satunya aplikasi yang Anda butuhkan saat berkeliling Jepang. NAVITIME tidak hanya membantu Anda mengetahui rute kereta, tetapi juga memiliki fitur offline yang dapat mencari tempat Wi-Fi gratis di area Anda berada. Selain itu, aplikasi ini juga memberi Anda informasi untuk bus, kereta bawah tanah, JR, kereta api lainnya, rute untuk pejalan kaki, memberi perkiraan harga taksi dan peta kereta. Bahkan memberikan Anda ide untuk melakukan sesuatu di Tokyo jika Anda kehabisan tempat untuk dilihat.

Tokyo Metro’s new subway app for tourists can mislead -The Bridge

Aplikasi ini hanya untuk naik kereta metro. Dapat digunakan secara offline dalam bahasa Jepang, Inggris, Cina atau Korea yang menyediakan peta kereta, jadwal dan rute untuk metro.

10. Apa itu gerbong khusus wanita?

2858069319_7dc32b2a6f_z
David Pursehouse/Flickr

Gerbong wanita memiliki arti sesuai dengan namanya: gerbong kereta yang hanya diperuntukkan bagi wanita pada waktu jam sibuk pagi dan malam. Anda langsung bisa membedakan gerbong wanita dari tanda yang besar (biasanya berwarna merah muda), baik di peron atau di dalam gerbong itu sendiri. Jika bukan jam sibuk / simbol waktu tidak ditunjukkan dalam warna merah muda, dan Anda laki-laki, Anda diperbolehkan masuk ke dalam gerbong wanita.

Ketika saya mengatakan "diperbolehkan", bukan berarti penumpang pria bisa masuk begitu saja ke gerbong wanita pada jam sibuk atau ketika simbol waktu ditunjukkan dengan warna merah muda. Jika masuk ke sana pada waktu tersebut, Anda akan dikenakan denda uang dan tentu saja dijauhi orang-orang. Secara teknis, Anda tidak dilarang memasuki gerbong jika Anda bukan wanita. Anda bisa naik, tetapi bersiaplah dengan pandangan tajam para penumpang lain dan dimarahi dengan keras. Secara hukum, Anda juga dapat didenda (meskipun ini tidak benar-benar berlaku, dan hanya 10 yen). Akan tetapi, tetap jangan lakukan itu.

11. Apa etiket dasar naik kereta di Jepang?

Salah satu hal paling penting untuk diingat di kereta adalah itu bukan ruang tamu Anda. Tentu Anda juga pernah mendengar bahwa berbicara di telepon ketika berada di dalam kereta adalah hal yang tidak sopan, itu memang hal yang benar, tetapi saat Anda harus mengangkatnya, berbicaralah dengan suara pelan. Simpan barang-barang di dekat Anda dan jangan melonjorkan kaki karena akan menghalangi orang lain. Berusahalah untuk tidak makan di dalam kereta, kalaupun harus, tetap jaga kebersihan. Mendengarkan musik dengan volume yang wajar (meskipun ini tidak terlalu menjadi masalah ketika kereta tidak ramai, tetapi perhatikan juga kenyamanan orang di sebelah Anda). Gunakan akal sehat. Pada saat Anda bisa mendengar suara musik dari orang yang menggunakan headphone atau ada orang yang mengobrol dengan suara keras ketika orang-orang disekitar diam, maka Anda tahu betapa menjengkelkannya itu. 

2732883131_0f8c19f8b4_z
justina kochansky/Flickr

Ditambah lagi, perhatikan kursi prioritas! Jika lelah, tidak apa-apa untuk duduk di sana ketika kereta tidak ramai atau tidak ada orang yang terlihat membutuhkannya. Akan tetapi, apabila orang lanjut usia, wanita hamil atau orang menggunakan tongkat penopang naik - siapa pun yang benar-benar perlu duduk di kursi prioritas - maka silakan pindah. Wanita hamil di Jepang diberi gantungan kunci ("tanda bersalin") yang biasanya mereka gantung di tas untuk memberi tahu semua orang bahwa mereka membutuhkan kursi di kereta (dan juga untuk bersikap sopan pada kebutuhan mereka), jadi Anda tahu kapan harus menyerahkan kursi Anda.

pixta_25264718_s
pixta.jp

The information in this article is accurate at the time of publication.

Cari Restoran