Nikmati Kelezatan di Setiap Potongan Daging Sapi! Panduan Lengkap Makan Yakiniku

Di dalam dunia kuliner, daging sapi dapat dinikmati dengan beragam cara. Namun, yakiniku (barbekyu Jepang) selalu menjadi pilihan yang paling populer. Di Jepang, ada berbagai daging sapi bermerek yang bisa Anda coba, seperti Kobe-gyu, Matsuzaka-gyu, Omi-gyu, dan Yonezawa-gyu. Semua merek-merek populer tersebut sudah tidak perlu diragukan lagi kelezatannya. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ada cara yang tepat untuk dapat menikmati rasa terbaik di setiap potongan daging yakiniku? Informasi itu akan kami bahas tuntas pada artikel ini, lengkap dengan penjelasan tentang Wagyu (daging sapi Jepang berkualitas tinggi) dan beberapa merek unggulannya! Setelah selesai membaca sampai akhir, kami yakin bahwa Anda pasti akan bisa mendapatkan cita rasa yakiniku yang lebih lezat!

Check out our writers’ top Japan travel ideas!

This post may contain affiliate links. If you buy through them, we may earn a commission at no additional cost to you.

Potongan Utama Jeroan Daging Sapi dan Cara Terbaik untuk Menikmatinya

Jangan Pilih-Pilih! Cobalah jeroan sapi di restoran terbaik!

Jeroan sapi - biasanya disebut dengan "horumon" dalam bahasa Jepang - terdiri dari 22 potongan utama yang dicantumkan pada daftar di bawah ini. Mungkin beberapa dari Anda memilih untuk tidak memakan jeroan karena sedikit berbau dan tidak menarik secara visual. Namun, jeroan yang dimasak dengan baik tidak akan berbau dan penuh umami. Jika Anda mengunjungi restoran yakiniku di Jepang, sangat disarankan untuk mencoba jeroan Wagyu yang menggiurkan.

1. Tan (Lidah) 7. Hatsu (Jantung) 12. Hachinosu (Retikulum) 17. Hati
2. Tsurami (Pipi) 8. Hatsu Moto (Aorta) 13. Yan (Lubang Reticulo-omasal) 18. Chire (Limpa)
3. Nodosuji (Kerongkongan) 9. Harami (Diafragma Luar) 14. Senmai (Omasum) 19. Marucho (Usus Kecil)
4. Urute (Batang Tenggorok) 10. Sagari (Hanging Tender) 15. Giara (Abomasum) 20. Shimacho (Usus Besar)
5. Shibire (Kelenjar Timus)   11. Mino (Rumen/Babat) └ Giara Shin (Upper Abomasum) 21. Chokucho (Dubur)
6. Fuwa (Paru-Paru) └ Mino Sando (Lapisan Lemak Rumen / Babat) 16. Suizo (Pankreas) 22. Tail (Ekor Lembu)

1. Tan (Lidah)

Dalam beberapa kasus, lidah dipotong menjadi bagian yang lebih kecil - seperti tan-saki (bagian ujung), tan-naka (bagian tengah), tan-moto atau shin-tan (bagian batang), dan tan-shita (bagian bawah). Secara umum, jika Anda memesan lidah sapi, biasanya potongan yang disajikan adalah tan-naka. Tekstur bagian ini akan sangat bervariasi tergantung pada restoran, mulai dari lidah berharga murah yang sering keras dan kurang juicy, hingga lidah berharga lebih mahal yang empuk dan juicy. Lidah sapi adalah hidangan khas ternama dari Sendai di wilayah Tohoku.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Irisan tipis lidah sapi lebih lezat dinikmati ketika setengah matang. Lelehkan lemak di satu sisinya dan lidah sudah siap dimakan. Jika disajikan dengan irisan tebal, masaklah perlahan kedua sisinya di api kecil, kemudian sisihkan sekitar setengah dari waktu memanggangnya. Hal itu akan menghantarkan panas hingga ke bagian tengah daging. Potongan jeroan ini lebih nikmat disantap dengan saus garam. Lidah berkualitas tinggi cukup beraroma untuk dimakan dengan garam dan lada!

2. Tsurami / Hoho / Hoppe (Pipi)

Tsurami merupakan bagian yang sering digunakan dan memiliki rasa sapi yang begitu kuat. Meskipun relatif keras, karena kandungan lemak yang tinggi, tsurami memiliki kekayaan rasa yang berbeda.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Irisan tipis akan matang dengan cepat, jadi disarankan untuk memasaknya hingga medium-rare, dan tidak lebih dari medium. Lemaknya cukup ringan, paling cocok dimakan bersama saus garam. Namun, jika Anda sudah terbiasa memakan jeroan, cobalah dengan garam dan lada.

 

3. Nodosuji / Necktie / Shikin (Kerongkongan)

Banyaknya jaringan otot pada bagian ini membuatnya kenyal. Memiliki rasa sapi yang dalam dan relatif mudah dimakan. Potongan yang sangat langka, jadi jika Anda menemukannya pada menu, jangan lewatkan kesempatan itu!

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Cobalah memasak jeroan tidak lebih dari medium-rare, jika tidak, maka dagingnya menjadi keras. Saus garam akan menghasilkan tekstur dan rasa yang unik.

4. Urute / Fuegarami (Batang Tenggorok)

Kata "urute" berasal dari istilah Korea untuk trakea. Merujuk pada bagian kartilaginosa dari trakea. Dagingnya terlalu keras untuk dikonsumsi manusia, jadi biasanya urute dibuka dan disiapkan dengan mengiris bagian permukaannya. Jeroan ini hampir tidak ada rasa sehingga jika Anda melihat orang yang memakannya, mungkin itu karena mereka penasaran atau ingin mencoba rasa unik dan tekstur yang kenyal.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Untuk mengeluarkan tekstur yang unik, Anda perlu memanggangnya hingga well-done, cukup untuk membuat bagian permukaannya menjadi renyah. Saus garam adalah pasangan terbaik urute.

5. Shibire / Ris de Veau (Kelenjar Timus)

"Kelenjar Timus" biasanya diambil dari anak sapi yang berusia kurang dari satu tahun. Timus merupakan bahan penting di kuliner Perancis dan memiliki kandungan lemak tinggi yang lembut dan gurih. Timus memiliki rasa yang berbeda sehingga disukai oleh orang-orang yang paham tentang daging. Sebagai catatan, anak sapi jarang dijual di pasar Jepang, jadi sebagian besar Kelenjar Timus yang ada adalah hasil impor.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Pangganglah kelenjar timus hingga tingkat kematangan medium untuk mendapatkan kerenyahan pada permukaannya dengan rasa manis yang mengalir dari dalam. Masaklah dengan hati-hati, karena lemaknya akan hilang jika terlalu matang dan untuk mencegah daging tidak kering dan kasar. Saus garam sangat cocok dipadukan bersama rasa daging dari timus, tetapi saus miso juga patut Anda coba.

Klook.com

6. Fuwa (Paru-Paru)

Paru-paru sapi memilik tekstur khas yang mengingatkan kita pada salah satu marshmallow. Rasa yang ringan membuat potongan ini baik dimakan bagi Anda yang tidak biasa makan jeroan.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Jangan sampai memasaknya terlalu matang karena teksturnya akan hilang. Tingkat kematangan medium menjadi takaran paling pas untuk paru-paru sapi. Ketika Anda melihat busa sudah keluar dari daging, baliklah ke sisi satunya. Dianjurkan untuk mencoba paru-paru dengan saus garam terlebih dulu, tetapi saus miso juga bisa menjadi pilihan yang nikmat.

7. Hatsu / Kokoro (Jantung)

Istilah "hatsu" berasal dari bahasa Inggris yang berarti jantung. Jantung dari sapi dewasa mungkin memiliki berat 2 kg. Ini adalah potongan berserat yang penuh dengan jaringan otot, tetapi berkat kehalusan uratnya, jantung terasa empuk dan mudah dikunyah. Dari semua potongan jeroan, jantung memiliki aroma dan lemak paling sedikit, membuatnya mudah untuk dikonsumsi.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Anda perlu memasak jantung setengah matang, panggang hanya satu sisinya sampai renyah. Bagi Anda yang lebih memilih memakannya dalam kondisi matang, masaklah hingga medium-rare. Saus garam akan menambah lebih banyak rasa, tetapi garam dan lada juga cukup lezat.

 

8. Hatsumoto / Kori Kori (Aorta)

Ini adalah arteri terbesar pada jantung, dengan panjang 30-40 cm. Satu ekor sapi hanya memiliki bagian hatsumoto sekitar 500 gram saja. Anda mungkin bisa menikmatinya di restoran yang berspesialiasi pada horumon, karena hatsumoto tidak tersedia di restoran yakiniku biasa. Aorta yang disajikan dengan baik tidak berbau dan memiliki sedikit lemak. 

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Aorta paling baik dinikmati medium - tidak terlalu setengah matang dan tidak terlalu matang. Dagingnya akan menjadi kenyal ketika Anda memanggangnya cukup lama, tetapi pastikan untuk tidak berlebihan dalam memasaknya. Aorta tidak memiliki banyak rasa, jadi memakannya dengan saus garam adalah pilihan yang bagus. Cocok juga dipadukan dengan saus miso.

9. Harami (Diafragma Luar)

Salah satu potongan paling populer untuk yakiniku karena dagingnya lembut, memiliki marbling yang merata, dan rasa daging yang kuat. Diafragma luar sebenarnya berasal dari otot untuk bernapas, lebih tepatnya seperti daging merah daripada organ. Beberapa restoran yakiniku akan menyajikan Harami bersama hanging tender, yang akan dijelaskan berikutnya.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Harami umumnya lebih memiliki marbling dan disajikan dalam irisan tebal untuk mendapatkan kualitas lebih baik. Masaklah setengah matang. Apabila lemaknya terlalu banyak, masak sampai mencapai tingkat kematangan medium. Cobalah kombinasi klasik dari saus manis dan harami terlebih dulu. Jika Anda menyukai daging yang gurih, gunakan garam dan lada. Oh, nikmati juga dengan saus garam untuk mendapatkan rasa yang tidak terduga!

10. Sagari (Hanging Tender)

Sagari merupakan potongan yang diambil dari bagian bawah diafragma bawah di area perut. Terlihat seperti daging merah yang dianggap sebagai daging bangkai, dan ini termasuk ke dalam salah satu tipe horumon. Rasa lembek dan lembutnya mirip dengan diafragma luar, tetapi dengan rasa yang lebih ringan. Potongan sagari cukup langka, hanya ada sedikit pada satu ekor sapi.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Lelehkan bagian permukaannya dan panggang daging hingga medium-rare. Jika Anda mencoba sagari untuk pertama kali, direkomendasikan memakannya dengan saus manis. Namun, apabila Anda ingin membandingkan rasanya dengan diafragma luar, sebaiknya gunakan saus garam.

 

11. Mino (Rumen / Babat)

Rumen mengacu pada bagian pertama dari empat bagian perut sapi. Dibandingkan dengan perut lainnya, rumen paling besar dan tebal, menghasilkan potongan yang memuaskan dan mengenyangkan. Lapisan terluarnya sangat keras, jadi sebelum disajikan, rumen akan dikuliti dan diiris. Tekstur unik dan kenyal daging ini sangat menggoda, dan rumen yang disajikan dengan baik akan menghasilkan rasa manis.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Akan butuh waktu untuk memasak rumen hingga well-done, tetapi Anda harus memastikannya dipanggang sampai kecoklatan. Saus miso bisa menahan baunya dan mengeluarkan rasa. Penggemar jeroan mungkin juga suka memakannya dengan rendaman garam.

 

Mino Sando / Jo Mino / Sando Mino (Lapisan Lemak Rumen / Babat)

Mino Sando merupakan potongan paling berlemak dari bagian rumen. Anda bisa menikmati tekstur yang kenyal dari babat dan rasa manis dari lemak. Sayangnya, porsi Mino Sando hanya ada sedikit pada satu ekor sapi.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Seperti babat, potongan ini juga dimasak hingga well-done. Para pemula jeroan disarankan memakan mino sando dengan saus miso, tetapi saus garam akan cocok dengan rasa manis dari lemaknya.

12. Hachinosu (Retikulum)

Hachinosu adalah bagian perut kedua dari sapi. Penampilannya seperti sarang lebah. Perlu beberapa waktu untuk merebusnya dengan sake sebelum disajikan, tetapi upaya ini memberikan organ kualitas yang baik, bahkan dianggap yang terbaik dari semua bagian perut. Rasa ringan dan kekenyalan yang khas menjadi karakteristik Hachinosu.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Umumnya, Hachinosu akan direbus sebelum disajikan, jadi itu akan cukup untuk membuat dagingnya menjadi medium-rare. Biasanya sudah direndam dalam beberapa jenis bumbu seperti saus manis.

 

13. Yan / Hachikabu (Lubang Reticulo-omasal)

Yan diambil dari bagian yang menghubungkan perut kedua (retikulum) dengan perut ketiga (omasum). Hanya ada sedikit dalam satu ekor sapi sehingga sangat jarang sekali ditemukan. Memiliki tekstur yang unik dengan kandungan lemak tinggi, memberikannya rasa creamy pada dagingnya. Namun, jika tidak disajikan dengan baik, beberapa potongan Yan mungkin akan berbau. Rasanya akan bervariasi tergantung dari bagaimana Yan disiapkan sebelum disajikan.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Masaklah Yan hingga medium-rare sampai permukaannya renyah. Nikmatilah dengan saus miso.

 

Klook.com

14. Senmai (Omasum)

Perut ketiga yang mungkin tidak akan menggoda selera Anda, tetapi tidak berbau meskipun disajikan mentah. Sangat direkomendasikan bagi pemula jeroan. Teksturnya renyah dan unik.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Omasum paling enak ketika dimasak medium-rare hingga permukaannya kecoklatan dan renyah. Apabila omasum direndam dalam saus, perhatikanlah panggangan Anda agar daging tidak terlalu matang. Saus miso akan membantu memudahkan Anda memakan daging ini, tetapi karena omasum tidak berbau, cobalah juga dengan saus garam.

 

15. Giara / Gyara / Akasen (Abomasum)

Abomasum merupakan potongan paling berlemak dan empuk dari perut sapi. Memiliki tekstur kenyal dengan rasa yang kuat dan lembut. Apabila daging ini terasa lembut di mulut Anda dan memenuhinya dengan umami yang kuat, itu tandanya Anda sudah menyantap jeroan yang disajikan dengan baik. Sebaliknya, abomasum yang tidak disiapkan dengan baik akan memiliki tekstur yang kasar dengan sedikit umami.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Pangganglah abomasum hingga medium-rare untuk melelehkan bagian permukaannya dan mendapatkan rasa juicy umami dari lemak. Jika Anda menyukai potongan yang tidak terlalu berlemak, masaklah lebih lama untuk mengeringkan lemaknya. Padukan dengan saus miso untuk rasa yang nikmat.

16. Suizo / Gurensu (Pankreas)

Sebagian besar pankreas mengandung lemak dan memiliki rasa mentega yang kaya. Pankreas akan terbakar jika memanggang beberapa irisan sekaligus karena terdapat kandungan lemak yang tinggi. Masaklah secukupnya dan nikmati dalam kondisi setengah matang!

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Rasa terbaiknya bisa didapatkan ketika dipanggang hingga medium, ketika bagian permukaan menjadi renyah dan lemaknya terjebak di dalam daging. Bagi pemula jeroan, makanlah dengan saus garam untuk menikmati teksturnya yang lembut. Jika Anda terbiasa memakan jeroan, bumbui pankreas dengan garam dan lada untuk melepaskan rasa manis dan umami gurih dari lemak.

17. Reba / Kimo (Hati)

Hati adalah salah satu organ terbesar dan memiliki berat sekitar 5-6 kg. Memiliki aroma yang berbeda, tetapi rasa dan kualitas potongan sangat tergantung pada tingkat kesegarannya. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk mencoba jeroan hati di restoran yang bagus. 

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Jangan memakan hati dalam kondisi mentah (Dulu, hati terkadang disajikan mentah sebagai sashimi, tetapi sekarang itu sudah dilarang). Meskipun demikian, hati yang dimasak terlalu matang akan menghilangkan rasa dan teksturnya. Tingkat kematangan yang terbaik adalah medium-rare. Untuk pemula dapat menikmati rasa manis dan gurih dengan saus manis, yang akan menghilangkan aromanya. Bagi Anda yang suka hati, makanlah dengan saus garam atau saus miso.

18. Chire / Tachigimo (Limpa)

Limpa sangat jarang terlihat di pasar. Rasanya mirip dengan hati, dan karena limpa yang segar dapat dimakan mentah, beberapa restoran menawarkan potongan ini sebagai alternatif pengganti hati pada sashimi.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Panggang limpa secara keseluruhan hingga medium-rare, tetapi cobalah menyisakan beberapa bagian mentah untuk mendapatkan tekstur yang baik. Irisan tipis dapat matang dengan cepat, jadi pastikan jangan sampai memasaknya terlalu matang. Seperti halnya hati, saus manis akan menekan aroma logam dari limpa.

 

19. Marucho / Kopuchan / Kotetchan (Usus Kecil)

Usus kecil disajikan dengan memutar organ tubular hingga keluar tanpa memotongnya, dan kemudian diiris menjadi potongan seukuran gigitan. Ini adalah bagian yang paling banyak disukai oleh penggemar horumon karena memiliki kandungan lemak tinggi dibandingkan dengan jeroan lain. Rasa manis yang kuat dari lemak memberikan kekayaan rasa. Usus kecil juga memiliki kolagen yang tinggi. Oleh sebab itulah potongan ini menjadi favorit di kalangan wanita.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Pangganglah usus kecil untuk mengalirkan panas melewati bagian terdalam, masak secara perlahan hingga mencapai tingkat kematangan medium. Gunakan api kecil untuk mecegah lemak menjadi kering. Saus manis atau saus miso akan bersatu dengan baik dengan rasa creamy dari usus kecil.

20. Shimacho / Horumon / Tetchan (Usus Besar)

Usus besar merupakan jeroan yang lebih lunak dari organ lainnya yang memiliki tonjolan lemak. Tidak terlalu berlemak dibandingkan usus kecil, tetapi masih terbilang berlemak jika dibandingkan dengan potongan jeroan lain. Usus besar lebih tebal dan kenyal dari usus kecil.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Medium-rare adalah tingkat kematangan terbaik untuk menyantap potongan ini. Pangganglah usus besar dengan lemak di bagian atasnya dan baliklah setelah bagian bawahnya meleleh. Untuk menikmati rasa gurih, Anda dapat memakannya saat lemak masih utuh. Namun, bagi Anda yang lebih memiliki potongan rendah lemak dapat menunggu hingga beberapa lemak mencair. Padukan dengan saus manis untuk menikmati rasanya.

21. Chokucho / Teppo (Dubur)

Dubur lebih tidak berlemak daripada organ lainnya dan memiliki tekstur renyah dan kenyal. Pilihan yang baik jika Anda tidak bisa memakan jeroan sapi. Ketika dubur disajikan dengan baik, tidak akan berbau dan memiliki rasa lembut dan ringan.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Jeroan ini perlu dimasak well-done, tetapi jangan terlalu matang karena bagian gosongnya akan terasa pahit. Pertama, cobalah dengan saus manis dan kemudian padukan juga dengan saus garam atau saus miso.

22. Tail / Shippo (Buntut Sapi)

Buntut sapi memiliki rasa daging yang enak. Tergantung dari cara pengolahannya, buntut sapi akan disajikan dengan atau tanpa tulang ekor. Teksturnya berserabut dan keras, tetapi kualitas rasanya menarik banyak penggemar.

 

【Metode Memasak & Cara Makan yang Disarankan】

Masaklah setengah matang, tetapi tidak masalah untuk memasaknya lebih lama jika Anda tidak suka daging setengah matang. Jika disajikan dengan tulang, pangganglah sampai permukaannya renyah. Saus garam akan cocok sekali dengan rasa umami yang kaya. Saus kedelai dengan wasabi atau saus manis juga merupakan pilihan yang tak kalah nikmat.

 

▶ Berikutnya: Saus, Bumbu, Ras, Tingkat Kualitas Daging Sapi, dan sebagainya!

The information in this article is accurate at the time of publication.

About the author

o-dat
o-dat
  • Check out our writers’ top Japan travel ideas!

Cari Restoran