7 Fakta Menarik Tentang Handuk Jepang

Ketika berbicara tentang handuk Jepang, kebanyakan orang berpikir bahwa ukurannya cukup kecil. Tidak sedikit pula orang yang beranggapan bahwa handuk Jepang berkualitas, sebut saja merek Imabari, yang terkenal dengan kelembutan dan daya serapnya yang luar biasa. Nah, untuk mengetahui lebih dalam mengenai handuk Jepang, pada artikel ini kami akan memeras semua fakta menakjubkan di baliknya. Yuk, simak!

Seluruh Jepang

Budaya Jepang

1. Berbagai Jenis Handuk Jepang

Seperti yang terlihat pada gambar di kiri atas, handuk Jepang dikenal memiliki daya serap dan kelembutan superior. Namun, sebenarnya ada banyak sekali jenis handuk Jepang yang tersedia di pasaran. Berikut beberapa di antaranya:

・ Kanan atas: Cooling towel. Handuk populer yang membantu mencegah sengatan panas dengan mendinginkan Anda melalui penguapan setelah dibasahi dan diperas.

・ Kiri bawah: Handuk antialergi, antivirus, antibakteri, dan antibau yang aman digunakan oleh siapa pun, termasuk bayi.

・ Kanan bawah: Handuk yang cepat mengeringkan rambut. Menyerap tiga kali lebih banyak dari handuk lain.

Ada juga handuk ringan untuk mencuci tubuh Anda saat mandi dan masih banyak jenis lainnya dengan segala macam kegunaan.

2. Mengapa Handuk Jepang Berukuran Kecil?

Ketika berbicara tentang handuk Jepang, yang dimaksud adalah "handuk wajah", biasanya berukuran 35 x 75 – 90 cm. Selain untuk menyeka wajah dan tangan, ukuran handuk ini juga pas digunakan sebagai alat pembersih diri ketika Anda pergi ke pemandian umum atau onsen, atau mengeringkan tubuh. Dibandingkan handuk Barat, handuk wajah Jepang mungkin tampak seperti handuk anak-anak. Itu karena handuk Jepang dibuat mengikuti tenugui (dibahas lebih detail di poin No.4) yang telah digunakan selama berabad-abad.

Namun, bukan berarti tidak ada handuk berukuran besar di Jepang. Anda bisa menemukan handuk olahraga berukuran 20 – 40 x 100 – 130 cm dan handuk mandi berukuran 50 – 75 x 100 – 140 cm. Jadi, jika Anda mencari ukuran besar, pastikan Anda membeli jenis handuk mandi.

3. Handuk Jepang Dibuat Pada Paruh Kedua Abad ke-19

Handuk pertama kali diimpor ke Jepang pada tahun 1872. Jenis handuk yang diimpor terbuat dari katun Inggris yang sangat lembut dan hangat. Oleh sebab itu, sebagian orang menggunakannya sebagai syal. Jepang baru memulai produksi handuk mereka sendiri pada akhir tahun 1880-an.

Sejarah pembuatan handuk Jepang dimulai oleh Koma Inoue dari Osaka, yang memiliki ide untuk menenun tumpukan benang (benang yang menutupi permukaan handuk) menggunakan alat tenun. Ide tersebut kemudian diikuti oleh Enjiro Satoi, penduduk asli Osaka lainnya, yang pada tahun 1887 menemukan metode "terrymotion" - penenunan menggunakan benang lungsin, pakan, dan tekstil untuk membuat handuk. Inovasi ini mendorong revolusi handuk Jepang yang berlanjut hingga sekarang, dengan support dari berbagai tempat dan perusahaan di seluruh negeri yang terus meneliti dan mengembangkan proses pembuatan handuk baru.

4. Sebelum Menggunakan Handuk, Jepang Mengandalkan Tenugui

Gambar di atas menunjukkan potret ukiyo-e berjudul "Wanita yang menyeka keringat", yang dibuat oleh Utamaro Kitagawa pada abad ke-18 (zaman pertengahan Edo). Subjek dalam potret tersebut menggunakan tenugui untuk menyeka keringatnya.

Tenugui (gambar di atas) terbuat dari katun, ditenun polos, dan biasanya berupa potongan kain panjang berukuran 90 x 35 cm. Pembuatan tenugui didasarkan pada barang serupa yang berasal dari zaman Nara (abad ke-8).

Sampai masuknya handuk Barat di abad ke-19, tenugui digunakan persis seperti handuk di Jepang, dan sangat populer selama zaman Edo (1603 - 1867). Selama periode itu, tidak semua rumah memiliki bak mandi. Jadi, orang-orang mengunjungi yuya (pemandian umum) dan memakai tenugui untuk membasuh diri, lalu diperas dan dijemur setelah dipakai. Meskipun daya serapnya tidak tinggi, tenugui sangat mudah kering sehingga banyak orang yang menggunakannya berkali-kali.

Namun, dengan datangnya handuk, permintaan tenugui mulai menurun.

5. Handuk Imabari Memegang 60% Pangsa Pasar Domestik Jepang

Imabari adalah salah satu merek handuk paling terkenal di Jepang yang dinamai dari kota asalnya, Kota Imabari, di Prefektur Ehime, Shikoku. Handuk ini juga cukup populer di luar negeri.

Handuk Imabari terkenal karena daya serapnya. Handuk akan bisa disebut "Imabari" jika telah lolos serangkaian pengujian yang ketat seperti mengukur kecepatan daya serap, yang waktu serapnya harus 5 detik atau kurang.
Ciri khas lain dari merek ini adalah proses prapemutihan dan pencelupan. Jika sebagian besar handuk ditenun dari benang putih dan kemudian diwarnai, handuk Imabari justru diwarnai sebelum ditenun sehingga menghasilkan handuk yang lebih halus dan lebih elegan.

Garis-garis biru dan lingkaran putih pada warna merah yang terlihat di gambar sebelah kanan adalah label yang menyatakan handuk Imabari asli.

▶Info lebih lanjut: Traditional Japanese Crafts: The Amazing Properties of Imabari Towels (bahasa Inggris)

6. Merek Handuk Jepang Utama Lainnya

Selain Imabari, merek handuk Jepang utama lainnya adalah Senshu, yang memiliki sejarah lebih dari 130 tahun. Berasal dari Osaka selatan, Senshu dibuat menggunakan proses "pascapemutihan" yang menghilangkan jejak kotoran dari bahan untuk menghasilkan handuk paling bersih. Kemudian, ada pula handuk Oboro yang sangat populer dari Kota Tsu di Prefektur Mie. Oboro dibuat menggunakan teknik "pewarnaan oboro", dan yang diwarnai hanya benang pakan.

7. Bahan-Bahan Handuk

Handuk Jepang umumnya terbuat dari katun, rami, dan serat mikro. Masing-masing memiliki kelebihannya sendiri. Jadi, sebaiknya Anda mengetahui perbedaan di antara bahan-bahan tersebut sebelum membeli.

● Katun
Handuk berbahan katun mudah digunakan dan memberikan keseimbangan istimewa antara kelembutan, daya serap, dan daya tahan. Untuk mendapatkan kualitas terbaik, pastikan juga jenis katunnya. Beberapa jenis yang paling berkualitas tinggi adalah katun sea-island, katun Mesir dari Giza, dan katun India.

● Rami
Daya serap tinggi dan cepat kering. Namun, handuk berbahan rami terasa agak kasar di kulit.

● Microfiber
Serat buatan yang sangat halus (seperti poliester atau nilon). Handuk microfiber lembut saat disentuh, memiliki daya serap tinggi, dan cepat kering. Meski kecil, serat pada handuk ini cukup tajam sehingga mungkin tidak cocok untuk orang dengan kulit sensitif atau bayi.

Kesimpulan

Bagaimana, apakah Anda mempelajari sesuatu yang baru tentang handuk Jepang?

Memang, handuk Jepang unggul dalam hal daya serap. Tidak hanya lembut, handuk Jepang juga menawarkan banyak variasi, baik itu bahan, penggunaan, maupun ukuran. Silakan gunakan panduan ini dan temukan handuk yang paling cocok untuk Anda.

Artikel terkait:

▶Wajib Tahu! 13 Fakta Tentang Tatami yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

 

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di FacebookTwitter, atau Instagram!

The information in this article is accurate at the time of publication.

About the author

G.
G. Ohara

Cari Restoran