17 Fakta Tentang Shintoisme yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Jepang adalah negara yang menjadi rumah bagi banyak agama. Namun, pernahkah Anda mendengar tentang budaya agama yang dimulai di Jepang? Atau, apakah Anda tahu agama asli Jepang yang sebenarnya? Berikut adalah 17 fakta mengenai Shintoisme yang mungkin tidak Anda ketahui!

Seluruh Jepang

Budaya Jepang

1. Shintoisme atau Shinto (神道) dalam bahasa Jepang, adalah sebuah agama yang ada di Jepang.

Agama Shinto lahir di Jepang, berawal dari kepercayaan masyarakat dan pemujaan alam di desa-desa kecil di Jepang. Shinto berangsur-angsur mulai berkembang ke seluruh Jepang dan kemudian dilembagakan sebagai agama yang disebut dengan Shintoisme.

2. Kebajikan dari Shintoisme adalah Jyoumei Seichoku (浄明正直).

Jyoumei Seichoku adalah kata yang dapat dibagi menjadi 4 komponen:

1. Jyou (浄) -  berarti bersih

2. Mei (明) - berarti terang

3. Sei (正) - berarti jujur

4. Choku (直) - berarti berada di jalan yang benar.

Jyoumei Seichoku juga mengajarkan bahwa hal-hal buruk (Kegare - 穢れ) datang dari luar.

3. Shintoisme adalah budaya politeistis. 

Dewa-dewa Shintoisme mencakup jangkauan yang sangat luas, seperti leluhur keluarga, wilayah, orang-orang yang meninggal secara tragis atau orang yang membuat prestasi besar bagi dunia, dewa-dewa kuno dari kisah-kisah lama, alam itu sendiri, cuaca, daerah, dan sebagainya. Dikarenakan agama Shinto memiliki banyak dewa, ada ungkapan dalam bahasa Jepang yang menyebutkan "Yaoyorozu no Kami" (八百万の神)". Yaoyorozu berarti 8 juta, jadi secara harafiah ungkapan tersebut memiliki arti "8 Juta Dewa".

4. Dalam Shintoisme, alam dan dewa dipandang sebagai satu kesatuan.

Mulai dari kepercayaan para sesepuh di desa-desa kecil Jepang, berbagai aspek alam, dan alam itu sendiri disembah dan diyakini sebagai dewa. Contohnya, gunung yang disembah sebagai dewa.

5. Dalam Shintoisme, dewa adalah makhluk yang dekat dan familier.

Dewa-dewa dalam agama Shinto dianggap sebagai pelindung manusia. Para dewa tersebut memberikan tips-tips kehidupan atau sedikit membantu kehidupan manusia dengan kekuatan alam yang brutal. Ada pula beberapa dewa yang menyebabkan kekacauan, tetapi sebagian besar dewa pada umumnya menjunjung kebaikan.

6. Dalam Shintoisme, manusia dapat disembah sebagai dewa.

PIXTA

Ketika ada orang yang meninggal secara tragis, hal itu diyakini bahwa mereka mungkin akan menyebabkan kerusakan dunia nyata dari rasa dendam. Untuk mencegahnya, orang-orang menyembah mereka sebagai dewa dalam agama Shinto. Selain itu, orang-orang yang telah melakukan kebaikan untuk Jepang juga dapat disembah.

7. Dewa Shinto yang terkenal adalah Ujigami (氏神).

PIXTA

Ujigami adalah dewa yang disembah oleh orang-orang yang tinggal di wilayah tertentu. Orang-orang yang menyembah dewa ini berdoa untuk memohon agar wilayah mereka diberikan perlindungan. Para penyembah Ujigami disebut dengan Ujiko (氏子), dan kuil-kuil tempat menyembah Ujigami disebut Ujiyashiro (氏社). Penyembah Ujigami telah menyebar ke seluruh Jepang. Salah satu contoh tempat pemujaan Ujigami yang terkenal adalah Kuil Itsukushima di Hiroshima, yang bisa dilihat pada gambar di atas.

8. Tidak ada kitab suci dalam Shintoisme.

Dikarenakan agama Shinto bermula dari kepercayaan masyarakat dan pemujaan alam di desa-desa kecil maka tidak ada kitab suci seperti Alkitab pada agama Kristen atau Al-Qur'an pada agama Islam. Di sisi lain, buku-buku, seperti "Kojiki" (古事記), "Nihon Shoki" (日本書紀), "Kogo Shuui" (古語拾遺), dan "Senmyou" (宣命) dianggap sebagai model kitab. Buku-buku itu disebut dengan Shinten (神典). Gambar di atas adalah sebuah halaman dari Kojiki.

9. Tidak ada pendiri Shintoisma yang jelas.

Dalam agama Kristen, kita pasti tahu bahwa yang menyebarkannya adalah Yesus Kristus, dan dalam agama Islam ada Nabi Muhammad SAW. Hal itu berbeda dengan agama Shinto yang tidak memiliki nabi atau pendiri. Sebaliknya, pada zaman Nara, Shinto direkonstruksi bersama dengan agama Buddha sebagai satu agama. Shintoisme ini disebut dengan Shintoisme Kokka (国家神道). Ketika Perang Dunia II berakhir, Shintoisme Kokka mulai memudar. Kini, orang Jepang menganut agama Shinto yang melakukan pemujaan di kuil-kuil atau dikenal dengan sebutan Shintoisme Jinja (神社神道). 

10. Ritual yang disebut Saishi (祭祀) dalam Shintoisme adalah cara untuk menghubungkan orang dan dewa.

Ada 11 jenis Saishi yang dilakukan pada agama Shinto. Dengan melakukan ritual ini, orang-orang menunjukkan pengabdian mereka kepada para dewa dan menerima perlindungan atau kemakmuran sebagai gantinya. Saishi juga disebut dengan Omatsuri (お祭り).

11. Saishi dilakukan di Kuil Shinto.

Di Jepang, Kuil Shinto disebut dengan Jinja (神社). Segala jenis Saishi dilangsungkan di Jinja. Jinja dianggap sebagai tempat suci sehingga melakukan hal-hal buruk di sana seperti membuang sampah sembarangan atau mencuri merupakan hal yang tabu. Jinja yang terkenal adalah Meiji Jingu (明治神宮) di Shibuya, Kuil Yasukuni (靖国神社), dan Fushimi Inari Taisha (伏見稲荷大社) di Kyoto.

12. Saishi dilakukan dalam 3 komposisi.

Tiga komposisi itu adalah:

Yoisai (宵祭) - ritual untuk menyambut dewa.

Shukusai (祝祭) - untuk merayakan eksistensi dewa. Selama proses Shukusai, minum alkohol berlebihan dan membuat keributan dianggap hal yang baik. Diyakini bahwa semakin banyak orang yang menikmati kesenangan mereka sendiri maka dewa pun akan semakin senang.

Gosai (後祭) - ritual untuk melihat dewa.

13. Selama Saishi berlangsung, Omikoshi (御神輿) menjadi kendaraan tempat dewa duduk.

Selama Saishi berlangsung, Omikoshi akan dibawa oleh sejumlah orang mengelilingi daerah sekitar. Dipercaya bahwa saat penyelenggaraan Saishi, dewa akan duduk di dalam Omikoshi. Awalnya, Omikoshi digunakan sebagai kendaraan yang membawa para aristokrat pada zaman Nara. Setelah semua proses Saishi selesai dilaksanakan, Omikoshi disimpan kembali di dalam kuil.

14. Saishi utama dari Jinja disebut Taisai (大祭).

Selain ritual yang disebutkan sebelumnya, ada banyak Kuil Shinto yang juga mengadakan berbagai acara lain, seperti membiarkan kios-kios berjualan di sekitar pintu masuk dan area sekitar kuil, menyalakan kembang api, dan sebagainya. Di luar dari sisi keagamaan, Saishi telah melekat di hati masyarakat sebagai sebuah acara untuk dihadiri dan untuk bersenang-senang.

15. Pintu masuk Jinja memiliki gerbang yang disebut Torii (鳥居).

PIXTA

Torii dibangun untuk menunjukkan awal tempat suci dari sebuah Jinja. Diyakini bahwa dewa masuk dan keluar melewati gerbang Toriii. Oleh sebab itu, orang-orang yang datang ke Jinja pun harus melewati gerbang Torii.

16. Jinja dijalankan oleh Shinshoku (神職) dan Miko (巫女).

Shinshoku adalah para pria yang mengkoordinasikan Saishi, melakukan tugas sehari-hari di Jinja dan melayani dewa di kuil tersebut. Miko adalah para wanita yang memiliki tugas yang sama dengan Shinshoku. Gambar di atas menunjukkan Miko yang mengenakan hakue dan hibakama.

17. Ada tata krama ketika mengunjungi Jinja.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan saksikan video pada tautan di atas. Jika Anda berkesempatan mengunjungi kuil, harap tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan tata krama. Hargai dan hormatilah!

Mulai dari sini, saya akan memperkenalkan 3 Jinja yang telah saya sebutkan di atas.

Meiji Jingu (明治神宮)

Meiji Jingu terletak di Shibuya, Tokyo. Memuja Kaisar Meiji dan Permaisuri Shouken. Kuil ini memiliki jumlah pengunjung Hatsumode terbanyak pada saat Tahun Baru.

Cek situs resminya (bahasa Inggris) di sini.

Alamat: 1-1 Yoyogi-Kamizono-cho, Shibuya-ku, Tokyo

Yasukuni Jinja (靖国神社)

PIXTA

Yasukuni Jinja berada di Chiyoda-ku, Tokyo. Memuja para prajurit yang terlibat pada Restorasi Meiji serta orang-orang yang telah berjuang dan kehilangan nyawa mereka pada masa perang sejak tahun 1853.

Cek situs resminya (bahasa Inggris) di sini.

Alamat: 3-1-1 Kudankita Chiyoda-ku, Tokyo

Fushimi Inari Taisha (伏見稲荷大社)

Fushimi Inari Taisha berlokasi di Fushimi-ku, Kyoto. Memuja Ukanomitama (ウカノミタマ), yaitu dewa yang muncul dalam mitologi Jepang. Kuil ini terkenal karena memiliki jumlah Torii yang begitu banyak dan saling berdekatan satu sama lain.

Cek situs resminya (bahasa Jepang) di sini.

Alamat: 6-8 Yabunouchichou Fukakusa, Kyoto-shi, Kyoto

The information in this article is accurate at the time of publication.

Wisata

Hotel & Ryokan

Shopping

Cari Restoran