14 Tempat Wisata yang Tidak Boleh Anda Lewatkan di Arashiyama!

Ketika memikirkan Arashiyama di Kyoto, hal pertama yang terlintas dalam pikiran Anda mungkin adalah Jembatan Togetsukyo dan Hutan Bambu. Namun, sebenarnya masih ada banyak tempat dan hal menarik lainnya di Arashiyama yang tidak boleh Anda lewatkan. Semakin dalam Anda mengenal daerah bersejarah ini, semakin jatuh hati Anda dibuatnya. Baca terus untuk menemukan tempat wisata terbaik pilihan kami di salah satu daerah di Kyoto yang begitu elegan.

Arashiyama / Sagano

Wisata

Jembatan Togetsukyo

Ditunjuk sebagai Tempat Berpemandangan Indah, Arashiyama terkenal karena keindahan bunga sakura dan dedaunan musim gugurnya. Simbol Arashiyama, Jembatan Togetsukyo, membentang di atas Sungai Katsura yang mengalir di tengah kota. Jembatan ini berjarak sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Randen Arashiyama sehingga mudah diakses dari pusat kota Kyoto.

Nama puitis jembatan tersebut, yang diterjemahkan menjadi "jembatan penyeberangan bulan", kabarnya disematkan oleh Kaisar Kameyama. Ia pernah menulis puisi yang menyatakan bahwa bagi dirinya bulan tampak sedang melintasi jembatan.

Area sekitar Jembatan Togetsukyo diiluminasi pada malam hari selama musim bunga sakura. Kurang lebih ada 1.500 pohon sakura yang menghiasi jembatan. Pohon-pohon tersebut juga diterangi, artinya, Anda dapat menikmati hanami di siang dan malam hari di sana. Kami juga merekomendasikan Anda mengunjungi Taman Nakanoshima, tempat hanami populer di Arashiyama, untuk mengagumi eloknya bunga sakura yang mekar di taman dengan pemandangan Jembatan Togetsukyo yang romantis.

Kuil Tenryu-ji

Kuil Tenryu-ji bertindak sebagai kuil utama sekte Rinzai Tenryu-ji dari Buddhisme Zen. Tenryu-ji juga merupakan kuil yang paling penting di antara Kyoto Gozan, lima kuil Rinzai terpenting di Kyoto. Kuil Tenryu-ji didirikan pada tahun 1339 oleh Muso Soseki berdasarkan dekrit dari Shogun Ashikaga Takauji.

Ada banyak hal menarik yang bisa Anda lihat di sini, termasuk Sogen Pond Garden, yang ditetapkan sebagai Tempat Istimewa Berpemandangan Indah dan landmark bersejarah. Berbagai karya seni penting, seperti Unryu-zu (Gambar Naga Awan) yang dilukis di langit-langit aula pengajaran, layar geser fusama bergambar di biara besar, dan lukisan Bodhidharma di pintu masuk pondok para biksu. Bunga sakura yang bermekaran di dekat aula Taho-den juga merupakan salah satu pemandangan yang paling menakjubkan di Arashiyama.

Kuil Tenryu-ji terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, jadi pastikan Anda mengunjunginya saat berada di Arashiyama.

Hutan Bambu Arashiyama

Saat berkunjung ke Arashiyama, kita tentu tidak boleh melewatkan hutan bambu ikonisnya. Dari Kuil Tenryu-ji, Anda dapat menyusuri hutan bambu kecil menuju Kuil Nonomiya atau ke Stasiun Arashiyama di Sagano Scenic Railway. Kebanyakan orang menganggap sisi stasiun sebagai pintu masuk yang lebih mudah untuk masuk ke hutan bambu.

Jalur hutan selalu dibuka, tetapi sebaiknya Anda menghindari keramaian dengan tiba lebih awal untuk menikmati suasana hutan bambu yang tenang dalam keadaan "tidak tersentuh".

Kuil Nonomiya

Saat berjalan-jalan di hutan bambu, sempatkan waktu Anda untuk mampir ke Kuil Nonomiya. Kuil ini memiliki sejarah panjang, dan dikenal di seluruh Jepang karena disebutkan dalam kisah "Genji Monogatari" dan hubungannya dengan Kuil Agung Ise.

Pastikan juga Anda melihat batu kura-kura di sini untuk membuat permintaan. Konon, keinginan Anda dapat dikabulkan dalam waktu satu tahun jika Anda mengusapnya. Dikenal sebagai tempat berdoa untuk pernikahan dan kelancaran persalinan, Kuil Nonomiya dikunjungi oleh banyak penyembah wanita.

Okochi Sanso Villa Garden

Tempat wisata di dekat Stasiun Arashiyama yang tidak kalah menarik adalah Okochi Sanso Garden. Terletak di daerah Gunung Ogura, tempat yang menginspirasi lahirnya puisi-puisi Ogura Hyakunin Isshu, Okochi Sanso Garden dibangun dengan usaha keras selama bertahun-tahun oleh Denjiro Okochi, aktor kenamaan dari periode Showa awal.

Membayar 1,000 yen untuk masuk ke taman mungkin terkesan cukup mahal, tetapi itu sudah termasuk teh matcha dan penganan Jepang. Dengan meluangkan waktu sejenak untuk mengagumi keindahan taman sambil menikmati secangkir teh, Anda akan dapat merasakan suasana elegan Kyoto. Oleh karena itu, sayang sekali bila Anda melewatkan kesempatan berkunjung ke taman nan indah ini!

Sagano Scenic Railway

Sagano Scenic Railway adalah kereta troli wisata yang menggunakan kembali JR Sagano Line. Gerbong-gerbong kereta didekorasi dengan gaya art-deco klasik. Ada pula beberapa gerbong tanpa jendela yang memungkinkan Anda menghirup udara segar Sagano. Sagano Scenic Railway sangat populer, tetapi hanya tiket same-day yang tersedia (tiket standar dapat dipesan terlebih dahulu). Perlu diketahui juga bahwa tiket same-day untuk gerbong terbuka mungkin ditiadakan jika cuaca buruk.

Kereta wisata ini menyusuri jalur yang penuh dengan pemandangan indah. Agar para penumpang dapat sepenuhnya menghargai keindahan alam lembah, kecepatan rata-rata kereta diatur sekitar 25km/jam. Selama 25 menit, Anda akan dibawa melintasi rute sepanjang 7,5km di samping Sungai Hozugawa.

Stasiun pertama yang dilalui kereta adalah Stasiun Torokko Saga. Di sana terdapat diorama kereta yang pasti disukai anak-anak. Apabila Anda berencana naik kereta wisata Sagano Scenic Railway, pertimbangkanlah untuk menunggunya di stasiun tersebut. Pasti lebih menyenangkan!

Rakushisha

Rakushisha adalah pondok beratap jerami yang pernah menjadi kediaman Mukai Kyorai, murid penyair haiku Matsuo Basho. Ada sekitar empat puluh pohon kesemek di sekeliling pondok, dan nama "Rakushisha", yang berarti "Pondok Kesemek Jatuh", berasal dari insiden tidak menguntungkan ketika semua buah dari pohon-pohon tersebut, yang ingin dijual oleh Kyorai, berjatuhan pada suatu malam karena badai.

Berada jauh dari keramaian Arashiyama, Rakushisha memancarkan suasana abadi yang tidak lekang oleh waktu. Masukkan Rakushisha ke dalam daftar kunjungan Anda dan lihatlah seperti apa pondok yang dulu pernah disukai Matsuo Basho.

Kuil Jojakko-ji

Gunung Okura dulu pernah menjadi kediaman bangsawan di zaman Heian. Di sini terdapat banyak tempat melihat dedaunan musim gugur yang indah, tetapi yang paling terkenal adalah Kuil Jojakko-ji. Berlokasi sedikit terpencil dari pusat Arashiyama, kuil ini tidak begitu ramai di luar musim gugur.

Kuil Jojakko-ji bahkan pernah dikenal sebagai situs Shigure-tei, pondok Fujiwara Teika. Ada banyak bangunan lain yang juga layak untuk Anda lihat seperti Pagoda Tahoto, pagoda dua lantai dengan atap hiwadabuki (sirap cypress) yang indah, dan Gerbang Niomon beratap jerami yang tidak biasa.

Kuil Nison-in

Kuil Nison-in adalah kuil Buddha Tendai. Dinamai demikian karena ada dua objek pemujaan di sini: Buddha dan Amitabha. Jalan sepanjang 200 m membawa pengunjung menuju kuil dan melewati gerbang utama yang disebut "halaman dedaunan musim gugur". Sesuai namanya, tempat ini sangat populer untuk menikmati warna-warna musim gugur Arashiyama.

Nison-ji terletak di utara Jojakko-ji. Kabarnya, halaman dari pondok Shigure-tei yang sekarang hilang dulu terbentang dari utara Kuil Jojakko-ji hingga ke selatan Kuil Nison-in.

Kuil Gio-ji

Kuil Gio-ji tersembunyi di dalam hutan yang rimbun. Nama lengkapnya, Koshozan Ojo-in Gio-ji, didasarkan pada fakta bahwa Kuil Ojo-in dari sekte Jodo didirikan di sini.

Sementara itu, kata "Gio" yang diambil untuk nama kuil terinspirasi dari salah satu episode dalam kisah epik "Genji Monogatari". Di episode tersebut, seorang penari bernama Gio yang menyukai pemimpin militer Taira no Kiyomori menjadi biarawati di Ojo-in karena patah hati.

Kuil Gio-ji juga terkenal dengan keindahan taman lumutnya yang menghadirkan suasana damai.

Kuil Adashino Nenbutsu-ji

Daerah Adashino telah digunakan sebagai tempat pemakaman sejak zaman dahulu. Bahkan, kita dapat menemukannya dalam Tsurezuregusa - kumpulan esai abad pertengahan. Biksu Kukai konon pertama kali mendirikan Kuil Nyorai-ji di Adashino, tetapi kemudian namanya diubah menjadi Kuil Nenbutsu-ji oleh biksu Honen.

Di dalam pekarangan ada sekitar 8.000 patung batu Buddha yang berfungsi sebagai penanda kuburan bagi mereka yang wafat tanpa upacara pemakaman yang layak. Sayangnya, patung-patung tersebut rusak sebelum situs itu direstorasi oleh para sukarelawan di zaman Meiji. Daerah Adashino terkadang juga disebut "Sai no Kawara", konsep Buddhis untuk sungai tempat berkumpulnya arwah anak-anak yang meninggal dalam keadaan terlantar atau terlupakan.

Kata "adashi" pada namanya, ditulis dengan karakter Jepang yang berarti "transformasi", melambangkan doa agar jiwa-jiwa di sana dapat melewati siklus reinkarnasi untuk mencapai Sukhavati, atau Surga.

Upacara peringatan bagi arwah para mendiang diadakan setiap tahun di Kuil Adashino Nenbutsu-ji pada tanggal 23 dan 24 Agustus. Upacara ini disebut Sento Kuyo, atau "Peringatan Seribu Cahaya", karena di malam hari semua patung batu diterangi dengan cahaya suci. Patung yang jumlahnya tampak tidak terhitung dicahayai oleh lilin redup, menciptakan pemandangan yang benar-benar misterius.

Kuil Seiryo-ji

Kuil Seiryo-ji juga umum dikenal dengan nama Saga Shakado.

Tahukah Anda siapa yang mendasari sosok Hikaru Genji, tokoh utama dari novel klasik berjudul "Genji Monogatari"? Sosok itu adalah Minamoto no Toru, putra Kaisar Saga. Di situs Kuil Seiryo-ji awalnya terdapat vila gunung yang dihadiakan kepada Minamoto no Toru oleh Kaisar Saga. Setelah kematian Minamoto no Toru, putranya membangun Kuil Seika-ji di sini. Memahami beberapa poin yang berkaitan dengan sastra Jepang klasik tentu akan membuat perjalanan Anda ke banyak kuil Shinto dan Buddha di Kyoto semakin menarik! 

Daikaku-ji

Daikaku-ji adalah kuil utama sekte Shingon, dan secara resmi bernama Kyu Saga Gosho Daikaku-ji Monzeki (Bekas Kuil Istana Kekaisaran Saga Daikaku-ji). Kata "monzeki" pada namanya menunjukkan fakta bahwa posisi biksu kepala di kuil ini ditunjuk oleh anggota keluarga kekaisaran.

Daikaku-ji memiliki kolam besar yang indah, dengan keliling sekitar satu kilometer dan dipagari oleh deretan pohon sakura. Kuil ini sering digunakan sebagai lokasi syuting film dan drama TV karena masih mempertahankan suasana aslinya sejak dibangun.

Berbeda dari kuil-kuil lain lain, Daikaku-ji tidak segan untuk terlibat dengan media. Bahkan, dulu pernah berkolaborasi dalam acara yang diselenggarakan agensi komedi populer serta serial anime Touken Ranbu untuk membuat stempel bertema goshuin.

Arashiyama Monkey Park Iwatayama

Jika Anda mencari tempat untuk menyegarkan diri dan menghibur hati setelah seharian tenggelam dalam sejarah Jepang, pergilah ke Arashiyama Monkey Park, yang dihuni oleh sekitar 120 ekor monyet liar.

Taman ini sedikit berbeda dari kebun binatang, karena di sini, Anda yang masuk ke kandang! Apabila Anda ingin memberi makan monyet, Anda harus memasuki area tertutup. Kunjungi Arashiyama Monkey Park dan berbaurlah dengan monyet-monyet liar yang menggemaskan!

Jangan Lewatkan Arashiyama Saat Anda Berada di Kyoto!

Beberapa tempat wisata di atas dianggap sebagai permata tersembunyi di Arashiyama. Pastikan Anda tidak melewatkan kesempatan untuk menjauh dari keramaian dan melihat sesuatu yang istimewa. Hal terbaik adalah membuat liburan Anda berkesan dan menceritakannya kepada teman-teman! Tunggu apa lagi, mari rencanakan perjalanan Anda ke Arashiyama!

 

Artikel ini diterjemahkan dengan izin dari:Relux Magazine

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di Facebook!

The information in this article is accurate at the time of publication.

About the author

HANYU
HANYU HSU
I'm a Taiwanese person living in Japan. I would like to present to the world some information about Japan from my point of view!

Cari Restoran