30 Tempat Wisata Terbaik di Jepang yang Dipilih oleh Para Wisatawan Internasional

Tidak peduli berapa kali Anda pergi ke Jepang, Anda pasti akan dapat menemukan tempat wisata terbaik untuk dikunjungi. Dengan 490 juta pengguna bulanan, TripAdvisor adalah salah satu situs informasi wisata terbesar di dunia yang menyediakan berbagai informasi bermanfaat untuk para wisatawan di seluruh dunia. Setiap tahun, mereka menerbitkan peringkat tempat wisata terpopuler yang dibuat dengan menganalisis dan menyusun ulasan-ulasan yang ditulis oleh para wisatawan di situs mereka. Di sini, kami akan memberikan Anda daftar tempat wisata terbaik di Jepang pada tahun 2019 yang dipilih oleh wisatawan dunia. Kami harap Anda dapat menggunakan daftar ini saat merencanakan perjalanan ke Jepang!

Seluruh Jepang

Wisata

1. Fushimi Inari Taisha (Kyoto, Prefektur Kyoto)

Fushimi Inari Taisha terkenal akan gerbang Senbon Torii yang tidak terhitung jumlahnya dan membentang di seluruh area. Banyak wisatawan lokal dan internasional datang untuk melihat jalur dari gerbang torii serta mengambil foto pemandangan misterius di sini. Sekitar 2.7 juta pengunjung datang ke kuil untuk melakukan hatsumode (kunjungan pertama ke kuil saat Tahun Baru) setiap tahun, jumlahnya hampir sama dengan Kuil Meiji di Tokyo.

Ketika melihat jalur Senbon Torii, Anda mungkin bertanya-tanya mengapa begitu banyak torii dibangun. Ada teori yang mengatakan bahwa di masa lalu, tradisi mempersembahkan gerbang kuil kepada para dewa menyebar luas karena terdapat hubungan metafora dengan ide "melewati". Artinya, melewati gerbang torii memiliki harapan bahwa doa-doa Anda akan "melewati" (tersampaikan kepada) para dewa, atau menyampaikan rasa terima kasih karena doa-doa yang dikabulkan telah "melewati" (tersampaikan kepada) para dewa. 

Lahan kuil mencakup Gunung Inari yang secara keseluruhan menjadi situs ibadah. Dengan panjang sekitar 4 km dan ketinggian 233 m, jalur ini membutuhkan waktu tempuh selama 2 jam dengan berjalan kaki. Fushimi Inari Taisha memiliki banyak kuil yang menawarkan berkah, jadi ketika Anda sedang berjalan-jalan di sekitar lahan, Anda juga dapat mengunjungi sub-sub kuil, termasuk Kuil Ganriki yang didedikasikan untuk dewa mata, Kuil Oseki yang didedikasikan untuk dewa tenggorokan, dan Kuil Yakuriki yang dikatakan memberikan kesehatan. Selain berjalan menyusuri Senbon Torii, mengunjungi kuil-kuil tersebut dan menjelajahi gunung adalah cara untuk merasakan esensi sejati dari Fushimi Inari Taisha. Kuil ini tidak memiliki jam buka dan tutup sehingga Anda dapat menikmati keindahan di sekitarnya baik siang ataupun malam.

2. Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima (Hiroshima, Prefektur Hiroshima)

Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima adalah museum bersejarah di Hiroshima yang dibuka pada tahun 1955. Museum ini didirikan untuk mempertahankan kenangan dari banyaknya korban bom atom yang berjatuhan di tanggal 6 Agustus 1945 kepada generasi di masa datang. Monumen, tugu, foto dan benda-benda dari para korban, serta material lain yang terkait dengan pemboman dipajang di sini.

Ada pameran yang menyampaikan tragedi dari bom atom, termasuk reproduksi boneka korban, foto seorang gadis yang menderita luka bakar, dan dokumen-dokumen mengenai latar belakang sejarah yang mengarah pada pemboman atom. Pengunjung yang datang ke sini dapat belajar tentang kengerian yang ditimbulkan senjata atom dan perang, serta nilai dari perdamaian. Melewati gerbang yang mengelilingi Kubah Atom dilarang untuk publik, tetapi Anda dapat melihat kubah tersebut dari luar gerbang kapan saja.

3. Itsukushima dan Kuil Itsukushima (Hatsukaichi, Prefektur Hiroshima)

Terletak di Kota Hatsukaichi, Prefektur Hiroshima, Itsukushima termasuk ke dalam salah satu dari Tiga Pemandangan Paling Indah di Jepang, bersama dengan Amanohashidate di Prefektur Kyoto dan Matsushima di Prefektur Miyagi. Umumnya dikenal dengan nama Miyajima, pulau ini juga terdaftar sebagai Situs Warisan Budaya Dunia. Walaupun hanya seluas 30 km saja, pulau kecil Miyajima disembah layaknya dewa dan dianggap sebagai situs suci sejak zaman kuno.

Kuil Itsukushima (Kuil Miyajima) dibangun sekitar tahun 1400. Kuil ini sangat populer di kalangan wisatawan dari seluruh dunia, dan dikenal karena memiliki pemandangan magis gerbang torii yang tampak mengambang di air saat pasang. Persis seperti Taman Nara, area wisata populer di Prefektur Nara, Kuil Itsukushima juga terkenal sebagai tempat untuk Anda dapat berinteraksi dengan rusa liar yang berkeliaran di pulau itu.

4. Kuil Todaiji (Nara, Prefektur Nara)

Daya tarik terbesar di Kuil Todaiji adalah Aula Daibutsuden. Dibangun dari kayu dan memiliki ketinggian yang mencapai 15 m, aula ini dikatakan sebagai salah satu yang terbesar dari jenisnya di dunia. Patung Buddha raksasa yang menjadi objek pemujaan bagi mereka yang beragama Buddha diabadikan di sini. Dua patung prajurit Kongorikishi berjaga di kedua sisi gerbang Nandaimon setinggi 25 m yang terletak di jalan setapak yang mengarah ke Daibutsuden. Pengunjung pasti akan dibuat terkesan dengan pemandangan yang sangat luar biasa ini.

Kuil Todaiji terletak di Taman Nara. Taman seluas 502 hektar tersebut dikelola oleh Prefektur Nara dan sepenuhnya bebas untuk dikunjungi. Daya tarik lain di Taman Nara dan Kuil Todaiji adalah rusa liar ramah yang berkeliaran di taman. Sekitar 1.200 ekor rusa penghuni taman terdaftar sebagai spesies yang dilindungi Jepang.

5. Museum Udara Terbuka Hakone (Hakone, Prefektur Kanagawa)

Hakone adalah daerah untuk Anda dapat menikmati pemandangan alam yang menakjubkan di setiap musim. Memanfaatkan keuntungan dari lingkungan alam ini, Museum Udara Terbuka Hakone dibuka pada tahun 1969 sebagai museum udara terbuka pertama di Jepang, dan merayakan hari jadinya yang ke-50 pada bulan Agustus 2019.

Daya tarik terbesarnya adalah pameran patung outdoor. Kesempatan untuk menikmati karya seni di ruang terbuka menjadi kunci mengapa tempat ini memikat begitu banyak wisatawan. Kebun subur seluas 70.000 meter persegi yang menghadap ke pegunungan Hakone memiliki sekitar 120 patung modernisme dan kontemporer yang dipajang secara permanen, termasuk karya dari Auguste Rodin, Antoine Bourdelle, Henry Moore, dan seniman Jepang Taro Okamoto.

Museum Udara Terbuka Hakone juga memiliki ruang pameran indoor seperti Paviliun Picasso yang memamerkan koleksi kelas dunia sebanyak 319 karya secara bergiliran. Mata air panas alami dan pemandian kaki pun tersedia di sini, menjadikannya tempat yang sangat tepat untuk menghabiskan waktu istirahat santai.

6. Shinjuku Gyoen (Shinjuku, Prefektur Tokyo)

Shinjuku Gyoen dibangun pada tahun 1906 sebagai kebun pribadi untuk rumah tangga Kekaisaran. Kebun modernis bergaya Barat ini adalah salah satu yang paling populer di Tokyo, dan estetika Jepang yang masih ada selama pergantian abad ke-20 tetap dipertahankan sampai sekarang.

Shinjuku Gyoen yang memiliki luas 58.3 hektar dan lingkar 3.5 km mengadopsi serangkaian gaya dalam desainnya, termasuk kebun bergaya formal yang dikembangkan di Itali dan Prancis pada abad 16, kebun bergaya lanskap yang dikembangkan di Inggris pada abad 18, dan kebun bergaya tradisional Jepang. Sekitar 10,000 pohon tumbuh lebat di kebun-kebun ini.

Fakta bahwa pengunjung dapat menjauh dari jalan-jalan ramai Shinjuku untuk menikmati lanskap musiman di sini adalah kunci popularitasnya. Di dalam taman, ada juga banyak bangunan yang berhubungan dengan sejarah rumah tangga Kekaisaran, misalnya Western Old Imperial Rest House, yang dibangun sebagai area perisirahatan untuk rumah tangga Kekaisaran, dan Taiwan Pavilion (Kyu-Goryo-Tei) yang dibangun untuk merayakan pernikahan Kaisar Showa.

7. Sanjusangen-do (Kyoto, Prefektur Kyoto)

Sanjusangen-do adalah kuil Buddha yang dibangun tahun 1164 dan kini diakui sebagai harta nasional. Pengunjung akan dibuat terpesona oleh pemandangan 1.001 patung Kannon yang ada di aula besar dengan ketinggian sekitar 16 m, lebar 22 m, dan membentang sejauh 120 m dari utara ke selatan. Daya tarik lainnya adalah patung Fujin dan Rajin, dewa angin dan petir, yang merupakan patung tertua dari jenisnya di Jepang. Jika Anda tertarik dengan patung Buddha Jepang, jangan sampai tidak mengunjungi Sanjusangen-do.

8. Gunung Koya Okunoin (Koya, Prefektur Wakayama)

Kuil Okunoin terletak di Kuil Kongobuji, kuil kepala sekte Koyasan Shingon di Prefektur Wakayama. Ini dianggap area paling suci di Situs Warisan Dunia Gunung Koya, dan dikenal sebagai tempat suci yang menjadi tempat pemakanan Kobo Daishi, pendiri sekte Buddha Shingon.

Jalan menuju Kuil Okunoin dimulai dari jembatan Ichi no Hashi ke pemakaman, berjarak kurang dari 2 km untuk sekali jalan. Jalur kuil dapat ditempuh sekitar satu jam setengah dengan berjalan kaki pulang-pergi, dan dipagari dengan lebih dari 200.000 nisan, monumen batu, tugu, dan lentera yang menciptakan suasana khidmat. Tugu-tugu di sini juga didedikasikan untuk beberapa komandan militer terkenal dari periode Negara Berperang di Jepang, termasuk Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi, Takeda Shingen, dan Uesugi Kenshin. Pada malam hari, banyak orang menikmati pemandangan elegan yang tercipta dari cahaya lembut lentera yang menerangi jalan. Sejumlah penyembah datang ke sini setiap hari untuk merasakan suasana misterius yang mengelilingi pemakanan ini.

9. Kastil Himeji (Himeji, Prefektur Hyogo)

Kastil Himeji berlokasi di Himeji, Prefektur Hyogo. Kastil ini terdaftar sebagai Situs Warisan Budaya Dunia dan juga terpilih ke dalam daftar 100 Kastil Terbaik di Jepang sebagai pengakuan akan pentingnya aset budaya. Harta nasional ini dikatakan sebagai mahakarya dari teknik konstruksi benteng tradisional Jepang, yang juga memberikan nilai sejarah penting untuk kastil tersebut. Setelah rekontruksi pertama di tahun 1609, Kastil Himeji terus dipelihara dan diperbaiki hingga menjadi bentuk yang Anda lihat sekarang. Pemandangan elegan dari kastil yang dibalut warna putih disamakan dengan pemandangan bangau putih terbang, yang merupakan asal mula julukan Kastil Himeji, yaitu Kastil Bangau. Keindahan benteng dan menara kastil yang rumit menarik hati wisatawan untuk berkunjung.

10. Kuil Kinkakuji/Kuil Rokuonji (Kyoto, Prefektur Kyoto)

Dibangun pada tahun 1397 sebagai tempat tinggal shogun Ashikaga Yoshimitsu, Kuil Kinkakuji (secara resmi bernama Kuil Rokuonji) adalah bangunan berharga yang terdaftar sebagai Monumen Kuno Bersejarah Kyoto dan Situs Warisan Dunia UNESCO. Daya tarik utamanya adalah adanya fakta bahwa bangunan kuil ini diselimuti daun emas di bagian luar dan dalamnya.

Suasana elegan dari pemandangan Kuil Kinkakuji yang dikelilingi oleh kolam dan kebun yang subur menjadi hal paling menarik untuk dilihat di sini. Pesona lain dari kuil ini adalah bagaimana penampilannya berubah di setiap musim, baik dilukis oleh indahnya bunga sakura yang mekar di musim semi, tanaman hijau yang menghiasi area di musim panas, dedaunan berwarna cerah di musim gugur, dan salju yang menyelimuti di musim dingin, semua itu menciptakan pemandangan yang tidak boleh dilewatkan.

11. Taman Kenrokuen (Kanazawa, Prefektur Ishikawa)

Bersama dengan Taman Korakuen di Okayama dan Taman Kairakuen di Mito, Taman Kenrokuen adalah salah satu dari Tiga Taman Besar di Jepang. Taman ini juga ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting dan Situs Berpemandangan Indah di Jepang. Simbol dan daya tarik terbesar Taman Kenrokuen adalah lentera batu berkaki dua yang disebut Kotojidoro. Permukaan kolam yang membentang seolah mengelilingi lentera, ditambah dengan dedaunan musim gugur di atasnya menciptakan pemandangan yang sangat elegan. Semua keindahan alam di sini seakan-akan diringkas menjadi satu pemandangan.

Di musim dingin, Anda juga dapat melihat struktur tali tradisional yang disebut yukizuri, dibangun untuk melindungi cabang-cabang pohon dari beratnya salju. Saat musim semi, Anda dapat menikmati pemandangan taman yang dikelilingi oleh bunga sakura yang bermekaran. Pengunjung bahkan juga dapat menikmati teh dan makanan unik di rumah teh yang ada di sana.

12. Kuil Naritasan Shinshoji (Narita, Prefektur Chiba)

Bandara Narita yang digunakan oleh banyak wisatawan internasional ke Jepang sebagai pintu masuk berlokasi di Narita, Prefektur Chiba. Butuh waktu sekitar 15 menit dengan kereta dari bandara ke Stasiun Narita. Ketika Anda melakukan perjalanan dari Stasiun Narita, Anda akan mulai melihat pemandangan dari Kuil Naritasan Shinshoji dalam waktu 10 menit.

Kuil ini dikatakan memberikan keberuntungan dan menangkal kejahatan. Kuil itu sendiri sangat layak untuk didatangi, tetapi Anda juga tidak boleh melewatkan mengunjungi jalan kastil yang menuju Kuil Shinshoji. Barisan bangunan kuno di kedua sisi jalan itu sungguh mempesona, Anda mungkin akan merasa dibawa kembali ke suasana kota saat zaman Edo sekitar 400 tahun yang lalu. Ada banyak toko suvenir dan toko makanan yang bisa Anda kunjungi di sana. Menikmati Kuil Shinshoji dan berjalan-jalan di jalan yang mempesona ini adalah cara terbaik menghabiskan waktu sebelum atau sesudah penerbangan Anda.

13. Kuil Hasedera (Kamakura, Prefektur Kanagawa)

Kuil Hasedera mengabadikan sebuah patung yang disebut Juichimen Kannon, salah satu patung Kannon kayu terbesar di Jepang. Dibuka pertama kali pada tahun 736, kuil ini terkadang dikenal sebagai Kuil Bunga karena memiliki tanaman-tanaman bunga musiman. Kuil Hasedera juga merupakan salah satu tempat terbaik untuk melihat hydrangea di Jepang, dan ada sekitar 2.500 tanaman dari 40 varietas untuk dikagumi bersama dengan jalan setapak nan indah yang menawarkan pemandangan Pantai Yuigahama. Selain itu, ini adalah lokasi terkenal untuk melihat dedaunan musim gugur! Anda dapat menikmati pemandangan magis dari pohon-pohon musim gugur yang diiluminasi selama kuil dibuka pada malam hari di akhir bulan November.

Sesuai dengan julukannya, ada berbagai bunga yang bisa Anda lihat di sini sepanjang tahun, termasuk wisteria, peony, dan azalea. Dek observasi yang juga merupakan perhentian populer memberikan pemandangan indah lautan Kamakura dan lanskap kota. Dengan hamparan berbagai varietas bunga hydrangea di awal musim hujan di musim panas, dan pemandangan Teluk Sagami di kejauhan saat Anda mendaki jalan setapak yang indah, Kuil Hasedera telah berhasil menarik banyak perhatian pengunjung sebagai situs berpemandangan indah terkemuka di Jepang.

14. Taman Nara (Nara, Prefektur Nara)

Banyak orang yang menganggap Taman Nara sebagai destinasi yang tidak dapat diabaikan saat berkunjung ke wilayah Kansai. Taman ini dibuka pada tahun 1880 dan merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Jepang. Dikunjungi lebih dari 13 juta pengunjung domestik dan internasional setiap tahun. Bentang alam menyebar ke seluruh lahan taman seluas 502 hektar, mencakup situs bangunan bersejarah seperti Kuil Todaiji dan Kuil Kasuga Taisha. Daya tarik yang paling terkenal di sini adalah rusa liar yang menghuni taman. Di tahun 2019, ada 1.180 ekor rusa hidup di taman, terdiri dari 256 rusa jantan, 715 rusa betina, dan 226 anak rusa.

Alasan mengapa rusa-rusa ini menghuni taman masih belum diketahui hingga kini. Namun, ada legenda yang mengatakan bahwa Takemikazuchi, dewa yang diabadikan di Kuil Kasuga Taisha, mengendarai rusa putih. Pada Manyoshu, antologi puisi tertua Jepang yang disusun pada tahun 750 juga menyebutkan tentang adanya rusa.

Anda bisa mendapatkan pengalaman memberi makan rusa dengan "shika senbei" khusus yang dijual di taman. Hewan-hewan lain pun turut serta meramaikan taman, seperti tupai, tanuki (anjing rakun), babi hutan, tupai terbang raksasa, dan masih banyak lagi. Jika Anda beruntung, Anda mungkin berkesempatan melihat kelucuan mereka.

Ada pula berbagai tanaman yang bisa Anda nikmati di sini, termasuk Hutan Purba Gunung Kasuga yang dilindungi, pohon-pohon pinus, maple Jepang, crape myrtle, tallow Cina, bunga lily of the valley, cedar, plum, kapur barus, dan cemara. Dapat dikatakan bahwa kunjungan ke Taman Nara bisa memberikan Anda pengalaman untuk merasakan semua lingkungan alami Prefektur Nara dalam satu tempat.

 

Panduan untuk berinteraksi dengan rusa di Taman Nara:

- Jangan menggangu rusa dengan memukul atau mengejarnya. Rusa adalah hewan liar, mungkin dapat memberikan respon berupa serangan. Harap untuk selalu mengawasi anak-anak di sekitar Anda.

Jangan memberi makan rusa apa pun selain senbei rusa yang dijual di taman.

- Harap segera memberikan senbei rusa kepada rusa dan jangan menggodanya dengan berlama-lama menahan senbei di tangan Anda. Rusa bisa menjadi marah jika diejek dengan makanan.

- Jangan membuang sampah sembarangan. Ada resiko rusa memakannya dan menjadi sakit.

15. Kuil Toshogu (Nikko, Prefektur Tochigi)

Nikko Toshogu mengabadikan komandan militer pada Periode Negara Berperang, yaitu Tokugawa Ieyasu. Ada banyak bangunan bersejarah di sini, delapan di antaranya ditetapkan sebagai Harta Nasional, dan 34 bangunan lainnya diklasifikasikan sebagai Properti Budaya Penting. Pada tahun 1999, Kuil Toshogu terdaftar ke dalam Situs Warisan Dunia, memperkuat posisinya sebagai harta kekayaan budaya dan salah satu situs paling penting di Jepang.

Di sini, Anda dapat melihat berbagai struktur yang menunjukkan keindahan dari teknik dekorasi Jepang. Gerbang Yomeimon yang diselimuti dengan ukiran berwarna-warni adalah simbol Kuil Toshogu, dikatakan sebagai kondensasi dari teknik bangunan Jepang dan terlihat seperti sebuah karya seni. Harta Nasional lainnya adalah Gerbang Karamon, yang didekorasi dengan daun emas dan dicat dengan pigmen putih yang terbuat dari kerang.

Ukiran motif binatang menjadi ciri khas Kuil Toshogu. Total ada delapan ukiran monyet di sini, yang dibuat sebagai bentuk sindiran terhadap kehidupan manusia. Di antara ukiran monyet tersebut, Shinkyusha Sanzaru merupakan ukiran terkenal yang berasal dari simbol Tiga Monyet Bijaksana dengan pepatah populer mereka yang menyebutkan "jangan melihat kejahatan, jangan mendengar kejahatan, jangan berbicara kejahatan". Ada ukiran unik kecil lainnya yang bertema binatang, seperti Kucing Tidur, yang merepresentasikan dewa pelindung yang berpura-pura tidur sambil melindungi rumah-rumah dari bahaya. Di sisi lain, burung pipit pada ukiran merepresentasikan kedamaian, karena kucing yang tetap tidur dengan kepakan sayap dari burung pipit di dekatnya melambangkan hidup berdampingan secara damai.

Pesona lain dari Kuil Toshogu adalah kesempatan untuk mencicipi makanan lokal. Anda dapat menikmati hidangan khas Nikko, yuba (kulit tofu), di restoran Kishino yang menyajikan hidangan lokal lezat ini dengan mie soba.

16. Taman Shukkeien (Hiroshima, Prefektur Hiroshima)

Taman Shukkeien adalah taman bersejarah yang pertama kali dibuat pada tahun 1620. Meskipun taman ini terletak di pusat kota, rimbunnya taman akan terasa jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota. Tidak heran jika banyak wisatawan dari seluruh dunia berkunjung ke sini setiap hari. Sambil berjalan-jalan santai, Anda dapat menikmati pemandangan musiman dan melihat rumah teh tradisional, Seifu-kan dan Meigetsu-tei. Rumah teh yang menyajikan suguhan ringan seperti teh dan udon berada di taman sehingga banyak orang memilih mampir ke sana untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Selain itu, jangan sampai melewatkan kunjungan ke Museum Seni Prefektur Hiroshima untuk menikmati karya-karya yang telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting, termasuk "Mangkuk Bermotif dengan Desain Floral dengan Gaya Kakiemon" dan "Layar Lipat dengan Desain Itsukushima". Ada pula pameran karya seni yang berkaitan dengan daerah Hiroshima dan karya-karya dari seniman seperti Salvador Dali.

17. Kuil Kepala Daishoin (Hatsukaichi, Prefektur Hiroshima)

Miyajima, salah satu dari Tiga Pemandangan di Jepang, sangat terkenal akan gerbang torii merahnya di Kuil Itsukushima, yang merupakan Situs Warisan Dunia. Meskipun sebagian orang datang jauh-jauh ke Miyajima hanya untuk melihat Kuil Itsukushima, ada kuil penting lain yang dikenal di kalangan penduduk setempat sebagai "sumber kekuatan" tersembuyi di pulau tersebut. Kuil ini kemudian mulai populer di kalangan wisatawan internasional, dan memiliki sejumlah item yang dapat memberi berkah. Di antaranya adalah Henjokutsu, terletak di sebuah gua di bawah Aula Daishido dan dikatakan memberi berkah yang luar biasa kepada siapa saja yang beribadah di sini. Lalu ada pula Ichigan Daishi, patung Jizo yang dikatakan dapat mengabulkan satu permintaan.

Barang-barang yang berhubungan dengan memasak juga ditemukan di sini, termasuk alu kayu besar yang dikatakan dapat menghancurkan kilesa, atau pikiran-pikiran kotor, jika Anda memutarnya sebanyak tiga kali. Kemudian ada gundukan pisau dapur, tempat para penyembah mengekspresikan rasa terima kasih kepada pisau bekas mereka dan membuangnya secara seremonial.

Daishoin juga dikenal sebagai tempat untuk melihat dedaunan musim gugur yang indah, dan Festival Daishoin Momiji diadakan setiap tahun pada bulan November dan Desember.

18. Danau Kawaguchiko  (Fuji Kawaguchiko, Prefektur Yamanashi)

Danau Kawaguchiko terletak di utara kaki Gunung Fuji yang terkenal dan dikunjungi banyak wisatawan sepanjang tahun. Danau Kawaguchiko termasuk ke dalam salah satu dari Lima Danau di Gunung Fuji, dan berada di ketinggian paling terendah dari kelima danau itu. Kawaguchiko adalah danau yang sangat indah dan terkenal dengan pemandangan elegan Gunung Fuji terbalik yang muncul dari pantulan pada permukaan air. Anda dapat menempuhnya selama sekitar dua jam dari Tokyo. Daerah di sekitarnya memiliki banyak hotel dan akomodasi sumber air panas. Hal itu tentu menjadikannya tempat populer yang bisa Anda kunjungi untuk perjalanan sehari atau menginap.

Di tahun 2013, Danau Kawaguchiko didaftarkan menjadi bagian dari Gunung Fuji sebagai Situs Warisan Dunia. Pada tahun 2017, tercatat lebih dari 4.5 juta pengunjung datang ke sini. Daerah ini semakin berkembang karena pemandangan indahnya dan memiliki banyak destinasi wisata, seperti sumber air panas yang indah, galeri, dan museum. Daya tarik utamanya meliputi Taman Oishi, yang menawarkan pemandangan indah dari danau dan latar belakang Gunung Fuji; Museum Hutan Musik Kawaguchiko untuk Anda dapat melihat pameran kotak musik; dan taman hiburan Fuji Q Highland.

19. Desa Beratap Jerami Shirakawago (Desa Shirakawa, Prefektur Gifu)

Desa-desa beratap jerami di Shirakawa-go dan Gokayama adalah destinasi wisata populer. Keduanya terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1995 dan juga dianugerahi tiga bintang Michelin.

Bangunan-bangunan yang dibuat dengan gaya tradisional Jepang, gassho-zukuri, menjadi daya tarik utama Shirakawa-go. Kata "gassho" berarti menyatukan tangan dalam doa, yang menyerupai bentuk atap rumah di sini. Daerah Shirakawa-go dikenal memiliki curah hujan salju tertinggi di Jepang, dan kemiringan atap rumah yang curam menunjukkan kecerdikan orang Jepang dalam melindungi atap rumah mereka dari kerusakan akibat salju yang lebat. Jika Anda naik ke Observatorium Tenshukaku, Anda akan dapat melihat pemandangan yang tidak terputus dari sekian banyak rumah gassho-zukuri yang tersebar di sepanjang ladang padi. Rumah Wada adalah daya tarik lainnya yang bisa Anda temukan di sini. Dibangun lebih dari 300 tahun yang lalu dan dipertahankan dalam bentuk aslinya, hunian ini ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting. Di bagian dalam Rumah Wada, Anda dapat melihat pameran edukasi tentang industri kain sutra yang mendukung pengembangan wilayah ini.

Beberapa tahun terakhir, area Shirakawa-go menjadi lebih dikenal karena berbagai liputan media. Peningkatan jaringan transportasi pun turut serta meningkatkan jumlah pengunjung dari seluruh dunia. Datang dan rasakan sendiri budaya pedesaan, gaya hidup, dan adat istiadat di desa tradisional Jepang yang mempesona ini.

20. Kuil Shoshazan Engyoji (Himeji, Prefektur Hyogo)

Kuil Shoshazan Engyoji adalah salah satu perhentian pada Perjalanan Ziarah Saigoku Kannon, yang mencakup 33 situs di sekitar wilayah Kinki. Kuil Shoshazan Engyoji merupakan yang terbesar dari 33 situs tersebut dan diposisikan sebagai kuil dengan patung-patung khusus dalam sekte Buddha Tendai. Kuil ini juga dikenal sebagai lokasi untuk film Hollywood, The Last Samurai.

Sorotan utama dari Kuil Engyoji adalah tiga aula yang telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Jepang.

Pertama, Aula Jikidou bertingkat dua dengan 15 ruang (ruang makan), digunakan oleh para biksu yang sedang berlatih.

Kedua, Aula Daikodo, mengabadikan gambar Buddha Gautama yang diapit oleh dua biksu.

Ketiga, Jogyodo, sebuah dojo yang digunakan para biksu selama pelatihan.

Anda dapat menerima cap kuil goshuin dan mencoba menyalin salinan sutra di lantai pertama Jikidou.

Alami juga suasana spiritual di Kuil Engyoji saat Anda berjalan di sepanjang jalan kuil yang dikelilingi oleh pepohonan yang telah tumbuh di sini selama ratusan tahun.

21. Kuil Sensoji (Taito, Prefektur Tokyo)

Kuil Sensoji dikenal sebagai kuil tertua di Tokyo. Sorotan terbesarnya adalah gerbang utama kuil, Kaminari-mon, dengan lentera merah raksasa dan dua patung penjaga Kongorikishi di setiap sisi. Anda akan melihat kerumunan wisatawan mengambil foto di depan gerbang yang mengesankan ini setiap hari.

Di jalan menuju bangunan utama kuil, Anda akan menemukan jalan perbelanjaan retro sepanjang 250 m yang disebut Nakamise-dori. Nakamise-dori memiliki banyak toko yang telah beroperasi di sini selama bertahun-tahun, jadi Anda dapat berbelanja suvenir sambil menikmati jajanan jalanan khas Asakusa, seperti  ningyoyaki, dorayaki, dan kerupuk nasi kaminari-okoshi.

Ketika meninggalkan jalan perbelanjaan, Anda mungkin akan melihat pemandangan orang-orang bermandikan asap yang berasal dari dupa jokoro, yang dikatakan dapat membersihkan dan menyembuhkan tubuh dari penyakit. Setelah Anda selesai melakukan penyembahan dan mengambil foto Kaminari-mon serta kuil utama yang sama-sama fotogenik, cobalah uji keberuntungan Anda dengan membeli omikuji.

22. Kuil Meiji (Shibuya, Prefektur Tokyo)

Kuil Meiji dibangun pada tahun 1920. Konon, kuil ini dapat memberikan berkah yang mencakup banyak aspek kehidupan, seperti percintaan, pendidikan, dan bisnis. Baik penduduk lokal atau turis asing berbondong-bondong datang ke sini untuk berdoa. Selama Tahun Baru, Kuil Meiji menjadi tempat hatsumode paling populer di Jepang. Di tahun 2019, sekitar 3.2 juta orang datang untuk berdoa di sini.

Poin terbesar yang menjadi daya tarik kuil ini adalah lokasinya yang terletak di pusat Harajuku, area tren utama di Jepang yang dipenuhi restoran populer dan toko-toko pakaian unggulan. Ketika Anda melangkahkan kaki ke halaman kuil, Anda akan merasakan suasana tenang dan khidmat. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengalami sejarah dan alam tanpa harus meninggalkan pusat kota. Kuil Meiji juga dikenal sebagai "oasis kota",  menjadikannya tempat yang sempurna untuk beristirahat dan memulihkan diri dari rasa lelah setelah berjalan-jalan dan berbelanja di keramaian Tokyo.

 

23. Ngarai Shiratani Unsuikyo (Yakushima, Prefektur Kagoshima)

Yakushima adalah pulau terkenal di dunia yang berada di lepas pantai di selatan Prefektur Kagoshima. Ngarai Shiratani Unsuikyo merupakan tujuan wisata paling populer di Yakushima.

Simbol daerah ini adalah Yakusugi, yang telah ditetapkan sebagai Monumen Nasional Khusus Jepang. Hutan yang indah dan suasana spiritual di sini digunakan untuk latar film Studio Ghibli, Putri Mononoke. Pesona alam di Yakushima berhasil menarik banyak pengunjung yang datang untuk menyegarkan diri di lingkungan alam yang subur.

90% Pulau Yakushima diselimuti oleh hutan dan memiliki sejumlah tanaman asli, termasuk bambu Yakushima dan rhododendron Yakushima. Berbagai jenis binatang juga menghuni pulau ini, seperti rusa Yakushima, monyet Yakushima, burung thrush Yakushima, dan burung robin. Dapat dikatakan bahwa Yakushima seperti taman alami yang tercipta oleh alam itu sendiri.

24. Kuil Otagi Nenbutsuji (Kyoto, Prefektur Kyoto)

Kuil Otagi Nenbutsuji adalah tujuan wisata yang terletak di Arashiyama, Kyoto, daerah yang dikenal dengan keindahan pemandangan di setiap musim. Kuil Otagi Nenbutsuji memiliki sekitar 1.200 patung Buddha.

Patung Arhat yang menggemaskan di sini terlihat seperti tokoh kartun yang lucu, dan melihat perbedaan eskpresi wajah di setiap patung batu menjadi daya tarik paling menonjol di Kuil Otagi. Kuil utamanya memiliki sejarah lebih dari 800 tahun dan terdaftar sebagai Properti Budaya Penting Jepang. Kabarnya, patung Senju Kannon di sini dapat mengusir iblis/kejahatan. Sentuhan sejarah panjang dan dedaunan musim gugur yang tersebar di halaman kuil menciptakan pemandangan elegan yang menarik banyak turis.

25. Pagoda Chureito (Fujiyoshida, Prefektur Yamanashi)

Pagoda Chureito adalah pagoda lima tingkat yang dibangun di Taman Sengen Arakurayama pada tahun 1962 untuk menghibur jiwa mereka yang meninggal dalam pertempuran. Lebih dari 650 varietas bunga sakura Yoshino menghias lahan di sini. Pohon-pohon sakura yang mekar penuh bersama keindahan pagoda dan pemandangan Gunung Fuji menjadikannya tempat terbaik untuk mendapatkan foto yang luar biasa.

Setiap hari banyak orang yang datang ke sini untuk mencoba mengambil foto pemandangan Jepang yang sempurna ini. Anda juga dapat melihat daun-daun musim gugur atau gambaran kemegahan dari Gunung Fuji dan Pagoda Chureito yang tertutup salju di musim dingin.

26. Gedung Stasiun Kyoto (Kyoto, Prefektur Kyoto)

Gedung Stasiun Kyoto terhubung dengan pintu gerbang ke kota, yaitu Stasiun Kyoto. Meskipun Anda tidak berharap dapat menemukan tempat-tempat menarik di stasiun kereta biasa, banyak toko dan restoran di sini siap mengubah perspektif Anda dengan pesonanya masing-masing. Di antaranya adalah Nakamura Tokichi, rumah teh yang didirikan pada tahun 1854, dan Lorong Ramen Kyoto, yang menghadirkan berbagai restoran ramen populer dari seluruh Jepang. Anda juga dapat menikmati hidangan khas Kyoto dan teppanyaki di Hotel Granvia Kyoto yang mewah, menonton pertunjukan musikal atau mengunjungi teater di Kyoto Gekijo, atau melihat beberapa karya seni di Museum Eki Kyoto. Daya tarik paling populer di kalangan wisatawan adalah tangga besar yang dianggap sebagai simbol dari Gedung Stasiun Kyoto. Di malam hari, tangga tersebut diiluminasi dengan 15.000 lampu LED dan menciptakan pemandangan yang indah.

27. Aula Phoenix Kuil Byodoin (Kyoto, Prefektur Kyoto)

Situs Warisan Dunia Kuil Byodoin dibangun pada tahun 1053 dari aset Fujiwara no Yorimichi. Destinasi wisata populer ini memungkinkan Anda untuk merasakan gaya hidup mewah dari dinasti Jepang yang hidup 1.000 tahun lalu. Kuil Byodoin memiliki nilai budaya yang tinggi sehingga gambarnya digunakan pada mata uang Jepang. Sorotan utama di sini adalah bangunan dan artefak yang telah terdaftar sebagai Harta Nasional, termasuk Aula Phoenix di bangunan utama, patung Buddha Amida setinggi 2.8 m, dinding dan lukisan pintu di Aula Cho-do yang ada di Aula Phoenix, serta  52 "Patung-patung Bodhisattva yang Berdoa di Awan".

Selain Harta Nasional tersebut, Kebun Byodoin yang mengelilingi kuil membuat para pengunjung terpesona. Pemandangan Aula Phoenix yang terpantul di Kolam Ajiike adalah tempat indah yang membuat banyak wisatawan menghentikan langkah mereka untuk mengambil foto.

28. Kuil Eikando (Kyoto, Prefektur Kyoto)

Kuil Eikando adalah kuil kepala sekte Jodo-shu Seizan Zenrin-ji. Sejarah panjangnya dimulai pada tahun 853 ketika pendeta Buddha Shinjo, seorang murid Kobo Daishi, mengambil alih bekas kediaman Fujiwara Sekio. Kuil ini memiliki nilai sejarah yang penting dan banyak menyimpan aset budaya seperti patung Mikaeri Amida (Amida Menoleh ke Belakang) dan "Yamagoshi Amida Zu", gulungan kain sutra berwarna. Kuil Eikando juga dikenal sebagai tempat populer untuk melihat keindahan dedaunan musim gugur.

Keindahan daun-daun musim gugur di sini juga menjadi subjek puisi yang termasuk ke dalam antologi periode Heian klasik (794-1185), Kokin Wakashu. Bahkan 1.000 tahun kemudian, Eikando masil tetap terkenal dengan pemandangan musim gugurnya. Pohon-pohon musim gugur yang tidak terhitung jumlahnya mengelilingi kolam di tengah halaman, dan ketika cuaca cerah, refleksi daun-daun berwarna merah di permukaan air menghadirkan pemandangan indah yang tidak boleh dilewatkan. Jika Anda menaiki pagoda bertingkat dua yang terletak di titik tertinggi halaman kuil, Anda dapat melihat panorama indah dari suasana musim gugur di Eikando.

Kuil ini juga menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir di kalangan pengunjung internasional dan telah dipilih oleh wisatawan sebagai tempat melihat daun-daun musim gugur terbaik di Jepang. Musim gugur tiba sekitar akhir bulan November setiap tahun, dan tampilan iluminasi pada malam hari di sini juga sangat direkomendasikan untuk dilihat.

Pengunjung dapat memasuki kebun dan sejumlah aula di halaman, tidak termasuk Gasen-do, tempat tinggal biksu, pemandian, dan Aula Eikando. Beberapa bagian dari kuil juga dapat ditutup secara berkala ketika ada acara-acara khusus.

29. Taman Ritsurin (Takamatsu, Prefektur Kagawa)

Taman Ritsurin adalah aset budaya yang telah ditetapkan sebagai Tempat Khusus Berpemandangan Indah. Taman seluas 16.2 hektar ini memiliki banyak daya tarik, termasuk bukit buatan Hirahou, rumah teh Kikugetsu-tei yang luas, dan pohon Pinus Neagari Goyo-Matsu setinggi 8 m. Rumah Teh Kyu Higurashi-tei dibangun sekitar tahun 1700 dan tetap menjadi contoh yang sangat baik dari gaya minum teh daimyo. Selain itu, Anda dapat menemukan Museum Kerajinan Rakyat Sanuki, yang melestarikan dan menampilkan kerajinan rakyat dan alat-alat tradisional di taman ini. Taman Ritsurin juga telah dianugerahi tiga bintang Michelin.

Keenam kolam dan 13 bukit tiruan dibuat dengan keahilan yang memanfaatkan pemandangan alam hijau Gunung Shiun. Dengan sejarah lebih dari 400 tahun, taman daimyo ini memiliki tata letak yang sangat baik, mulai dari penataan batu hingga penggunaan batu-batu dan pohon-pohon yang elegan. Dianugerahi dengan fitur-fitur alami yang silih berganti setiap musim, bunga-bunga yang mekar dan 1.000 pohon pinus yang dirawat dengan baik di sini menciptakan pemandangan indah. Taman Ritsurin adalah aset budaya yang dikelola secara berturut-turut oleh banyak generasi sepanjang sejarahnya.
 

30. Tokyo Disney Sea (Urayasu, Prefektur Chiba)

Meskipun Tokyo Disneyland bertema fantasi dan sihir, Tokyo Disney Sea menggunakan kisah-kisah laut sebagai tema untuk menciptakan dunia yang penuh petualangan, romansa, dan sensasi penemuan. Untuk membedakannya dari Tokyo Disneyland, yang dikunjungi oleh orang-orang dari segala usia, Tokyo Disney Sea memiliki banyak atraksi yang ditargetkan untuk pengunjung dewasa, termasuk wahana yang lebih mengacu adrenalin dan pertunjukan artistik. Ada pula restoran modis yang menyajikan hidangan internasional dan berbagai pilihan alkohol.

Atraksi populer di sini termasuk Toy Story Mania, permainan menembak yang didasarkan pada film Pixar Toy Story, rollercoaster "Journey to the Center of the Earth", dan wahana terjun bebas, Tower of Terror.

Ada begitu banyak destinasi wisata indah di seluruh Jepang yang mungkin akan menyulitkan Anda dalam membuat rencana perjalanan. Beruntungnya, daftar tempat wisata terbaik di atas akan membantu Anda dalam menentukan pilihan destinasi sehingga Anda benar-benar dapat mengalami semua bagian terbaik dari Jepang. Jangan ragu untuk menggunakan artikel ini sebagai panduan pada perjalanan Anda berikutnya ke Jepang!

 

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di FacebookTwitter, atau Instagram!

The information in this article is accurate at the time of publication.

Artikel Terkait

Cari Restoran