Jelajahi Ningyocho dan Telusuri Jejak dari Drama "Shinzanmono"!

Sudahkah Anda menyaksikan drama Jepang yang berjudul "Shinzanmono"? Dibintangi oleh Abe Hiroshi sebagai karakter utama bernama Kaga Kyoichiro, drama yang tayang pada tahun 2010 ini diadaptasi dari serial klasik karya Higashino Keigo, seorang master fiksi misteri. Berkat kesuksesannya, film lanjutan dan acara TV khusus "Shinzanmono" pun dibuat. Selain jalan cerita yang membuat penasaran, latar tempat di dalamnya juga cukup menarik perhatian. Banyak adegan dari drama tersebut difilmkan di daerah Ningyocho, dan pada kesempatan kali ini, kami akan mengajak Anda ke beberapa lokasi syuting mereka di sana yang dapat diakses oleh publik. Penasaran? Baca terus sampai akhir!

Tokyo

Wisata

Ningyocho Sokaya, Toko Senbei "Amakara" Dari Episode 1

Begitu keluar dari Stasiun Ningyocho, pergilah menuju ke "Amazake Yokocho", jalan yang memancarkan suasana era Showa (1925 - 1989). Beberapa adegan dari "Shinzanmono" diambil di sana. Setelah lima menit berjalan kaki dari stasiun, Anda akan tiba di "Ningyocho Sokaya", toko senbei yang muncul dengan nama "Amakara" di episode pertama "Shinzanmono".

Didirikan pada tahun 1928, "Ningyocho Sokaya" menjadi toko favorit para pemain rakugo dan aktor kabuki. Setiap keping senbei di sini dipanggang oleh tangan-tangan pengrajin yang terampil. Produk terlaris mereka adalah "Teyaki" (550 yen isi 5), salah satu makanan ringan kesukaan pendongeng Rakugo, Katsura Mikisuke III. Kabarnya, ia bahkan menyimpan senbei itu di tempat yang aman agar tidak dimakan muridnya!

Seolah membuktikan kehadiran Sokaya di "Shinzanmono", dinding toko ini dihiasi dengan tanda tangan para pemain drama populer tersebut, dan posternya dipajang di depan pintu. Nah, jika nanti Anda datang ke sana untuk membeli senbei, ingatlah untuk melihat jejak-jejak "Shinzanmono" dari dekat!

Yanagiya, Toko Taiyaki Tempat Kyoichiro Mengantre

"Yanagiya" adalah toko taiyaki (pancake berbentuk ikan) berusia satu abad. Bersama dengan "Wakaba" di Yotsuya dan "Naniwaya Sohonten" di Azabu Juban, ketiganya dikenal sebagai toko taiyaki utama di Tokyo. Taiyaki (140 yen) di Yanagiya sangat populer di daerah Ningyocho, dan di sinilah Kaga Kyoichiro mengantre panjang demi mendapatkan taiyaki, tetapi selalu gagal karena sudah terjual habis.

Antrean di Yanagiya bisa sangat intens. Namun, penantian tersebut tidak akan terasa lama karena Anda dapat melihat pemandangan para pengrajin terampil yang memanggang taiyaki tepat di depan mata.

Sebagian besar taiyaki yang kita lihat di tempat lain memiliki lapisan luar yang tebal dan lembut dengan isian kacang merah manis, krim, atau coklat. Meskipun Yanagiya hanya menawarkan rasa kacang merah dari Tokachi, Hokkaido, mereka memastikan kesegaran setiap produk yang dijual. Taiyaki mereka dipanggang ketika ada pesanan agar bagian luarnya renyah dan bagian dalamnya memiliki tekstur yang kenyal. Rasa manis kacang merahnya pun terasa sangat pas. Pantas saja orang begitu terpikat dengan camilan yang satu ini!

Membeli Ningyo-Yaki di Shigemori Eishindo

Setelah mencicipi taiyaki yang enak di Yanagiya, ayo kita kembali ke Ningyocho. Dari sana, Anda perlu berjalan kaki sekitar tiga menit untuk tiba di persimpangan Suitengu yang akan membawa Anda ke "Shigemori Eishindo", toko ningyo-yaki (kue boneka panggang) dan senbei yang berdiri pada tahun 1917. Pemiliknya saat ini adalah generasi ke-4. Tidak hanya di dalam Tokyo, cabang "Shigemori Eishindo" juga tersebar di seluruh Jepang sehingga Anda dapat mudah menemukannya jika ingin mencoba ningyo-yaki dan senbei mereka.

Ningyo-yaki dengan wajah Tujuh Dewa Keberuntungan yang muncul dalam drama "Shinzanmon" sangatlah populer. Rata-rata penjualan per harinya sebanyak 3.000 buah, dan terkadang mencapai angka 10.000! Ada dua varian yang bisa Anda pilih, isi kacang merah (130 yen) atau tanpa isi (30 yen). Dua-duanya dijamin enak! Silakan coba sendiri dan bandingkan mana yang Anda suka.

Berdoa untuk Kelancaran Persalinan di Suitengu, Lokasi Penting Lainnya dari "Shinzanmono"!

Suitengu adalah kuil terkenal yang didedikasikan untuk memohon kelancaran persalinan. Di dalam drama "Shinzanmono", Mitsui Mineko (diperankan oleh Harada Mieko) sering berkunjung ke sana untuk mendoakan persalinan calon menantunya.

Di Nihonbashi, ada tradisi yang disebut Shichifukujin Meguri, yaitu ziarah singkat ke beberapa kuil untuk memohon keberuntungan di tahun mendatang. Di antara kuil-kuil tersebut, Suitengu adalah yang paling terkenal. Sebenarnya, Ningyocho Suitengu merupakan kuil cabang dari Suitengu di Kurume, Fukuoka. Selama zaman Edo, keluarga Arima yang memerintah wilayah itu membagi roh di Suitengu setempat dan mengabadikannya kembali di mansion Arima yang terletak di Edo (sekarang Tokyo). 

Konon, selain kelancaran persalinan dan pengasuhan anak, dewa di Suitengu juga akan mengabulkan doa yang memohon agar terhindar dari bencana alam seperti banjir dan kebakaran. Berkat kepopulerannya, kuil ini dipenuhi pengunjung walaupun di hari kerja, dan khususnya pada Hari Anjing. Jadi, jangan ragu untuk berkunjung ke sana!

Ningyocho, Lokasi Syuting Utama "Shinzanmono"

Sebagian besar adegan di drama TV "Shinzanmono" diambil di Ningyocho, dan banyak di antaranya dapat dicapai dengan berjalan kaki. Selain keempat lokasi di atas, masih ada lagi sejumlah tempat yang layak dikunjungi! Jika Anda sedang berada di area sekitar, mengapa tidak menyusuri Jalan Ningyocho dan Amazake Yokocho untuk merasakan keseruan suasana yang ditampilkan pada layar kaca?


Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di FacebookTwitter, atau Instagram!

The information in this article is accurate at the time of publication.


Cari Restoran