"Little Kyoto" di Seluruh Jepang - Jelajahi Kota Tua Mirip Kyoto yang Tampak Terjebak Dalam Waktu

Kota-kota yang memiliki lanskap dan memancarkan suasana Kyoto kuno disebut "Little Kyoto". Jumlahnya cukup banyak dan tersebar di seluruh negeri. Namun, karena masing-masing kota menawarkan daya tarik tersendiri, Anda mungkin bingung ke mana harus pergi. Agar Anda lebih mudah menyusun rencana perjalanan, kami telah memilih delapan "Little Kyoto" yang kami rekomendasikan untuk Anda kunjungi. Mari jelajahi kota bernuansa Kyoto kuno dan rasakan suasana yang berbeda dari Kyoto modern. Kami jamin, Anda pasti akan merasa seperti terjebak dalam waktu!

Seluruh Jepang

Wisata

1. Kakunodate [Akita]

Bersama dengan Tsuwano, Kakunodate adalah kota yang paling dikenal secara nasional sebagai "Little Kyoto". Bekas kota kastil dan benteng samurai ini juga merupakan spot terpopuler di wilayah Tohoku untuk mengagumi bunga sakura.

2. Obama [Fukui]

Obama dulu berkembang pesat sebagai kota pelabuhan. Produk dan orang dari kota-kota di sepanjang pesisir Laut Jepang dan benua melewati Obama untuk sampai ke Kyoto. Bahkan, sampai sekarang lanskap kota ini masih memancarkan suasana masa itu, memberi pengunjung sekilas gambaran tentang hubungan eratnya dengan Kyoto.

3. Tsuyama [Okayama]

Ketika saya ditanya mengenai "Little Kyoto" di Jepang, yang pertama terbersit di benak saya adalah Tsuyama. Sejak zaman dahulu, Tsuyama berkembang pesat dengan pusat politiknya di Mimasaka, pusat perekonomian di Izumo Kaido, dan pusat transportasi di sepanajang Kanal Yoshii. Menawarkan banyak daya tarik, "Little Kyoto" di Jepang Barat ini selalu berhasil menarik pengunjung di setiap musim.

4. Yamaguchi [Yamaguchi]

Yamaguchi yang dibentuk oleh Klan Yoshinori pernah disebut "Ibu Kota di Barat Jepang" ketika budaya Ouchi berkembang. Ouchi, keluarga penguasa setempat, juga memiliki pengaruh kuat di Kyoto. Ia kemudian membangun kota yang dapat menyaingi keanggunan Kyoto di Yamaguchi untuk membanggakan kemakmurannya.

5. Tsuwano [Shimane]

Tsuwano adalah satu dari dua "Little Edo" yang paling dikenal di Jepang selain Kakunodate. Terletak di lingkungan yang indah, Tsuwano menghadirkan suasana asri Jepang kuno yang menenangkan hati. Penguasa pertama, Yoriyuki Yoshimi, memerintah di daerah itu sekitar 700 tahun lalu selama 14 generasi. Hingga pada akhirnya kekuasaan diambil alih oleh Keluarga Sakazaki yang berkuasa hanya selama 16 tahun. Berikutnya, Keluarga Kamei memegang kendali dan menetap di kastil selama 11 generasi.

6. Nakamura [Kochi]

Nakamura, yang disebut "Little Kyoto" di Tosa, dibangun oleh mantan Kanpaku (jenderal pemerintahan samurai) bernama Norifusa Ichijo. Ia melarikan diri dari perang di Kyoto dan datang ke sini untuk membangun kota mirip Kyoto berdasarkan topografi kuno. Nakamura dibangun mengikuti pola grid, dan beberapa daerahnya diberi nama seperti yang ada di Kyoto (Gion, Kyo-machi, Kamogawa, dan Higashiyama). Dipengaruhi budaya Kyoto yang kuat dan mempertahankan lanskap aslinya, Nakamura melahirkan lingkungan indah yang elegan.

7. Akizuki [Fukuoka]

Akizuki adalah kota bersejarah yang menawan di daerah Chikuzen. Selain reputasinya sebagai "Little Edo", Akizuki juga merupakan tempat yang populer untuk melihat bunga sakura di musim semi dan dedaunan cerah di musim gugur. Jika Anda ingin membenamkan diri dalam alam dan melihat seperti apa pesona kota kastil dari Klan Akizuki, di sinilah tempatnya.

8. Obi [Miyazaki]

Dilabeli "Kyoto di Kyushu", Obi sangat populer di kalangan wisatawan lokal dan internasional karena keindahan lanskapnya. Bahkan, telah ditetapkan sebagai salah satu "Distrik Pelestarian Penting untuk Kelompok Bangunan Tradisional". Ketika mengunjungi Obi, Anda dapat melihat jalan-jalan tua yang dipelihara dengan sangat baik, membuat Anda merasa seperti kembali ke masa lalu.

Kredit Gambar Judul: aiyoshi597 / Shutterstock.com

 

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di Facebook!

The information in this article is accurate at the time of publication.

About the author

NomiTetsu
NomiTetsu

Cari Restoran