Kagoshima: Prefektur dengan Banyak Situs Warisan Dunia

Kagoshima terletak di sudut paling barat daya wilayah Kyushu. Prefektur yang kaya akan sejarah ini memiliki banyak Situs Warisan Dunia! Mengunjungi berbagai Situs Warisan Dunia dapat membantu Anda memperluas cakrawala pengetahuan tentang budaya dan daerah setempat. Selain mengajak Anda berkeliling Kagoshima, kami juga akan memperkenalkan dua kandidat Situs Warisan Dunia, yang apabila diakui oleh UNESCO, dapat meningkatkan prefektur tersebut ke posisi pertama dalam hal kepemilikan jumlah Situs Warisan Dunia di Jepang!

Check out our writers’ top Japan travel ideas!

This post may contain affiliate links. If you buy through them, we may earn a commission at no additional cost to you.

Tentang Kagoshima

Kagoshima adalah surga daerah tropis yang 13% dari total datarannya ditetapkan sebagai taman alam. Prefektur ini mempunyai rantai gunung berapi aktif dan tidak aktif, yang membuatnya menjadi tempat peristirahatan terbaik untuk menikmati mata air panas.

Namun, kekayaan alam bukanlah satu-satunya yang dimilki Kagoshima, karena sejarah juga mengisi setiap sudutnya. Disebut dengan nama "Satsuma" di masa lalu, daerah ini pernah menjadi salah satu provinsi terkuat di Jepang dan memainkan perang penting pada masa Restorasi Meiji. Kala itu, Jepang mengambil langkah besar dalam industrialisasi dan mulai mengadopsi ide-ide Barat, serta metode produksi.

Mengenal Situs-Situs Warisan Dunia di Kagoshima

Salah satu cara terbaik untuk mempelajari tentang kehebatan sejarah Kagoshima adalah dengan menjelajahi Situs-Situs Warisan Dunianya. Sebagain besar situs tersebut terletak di dalam Kota Kagoshima dan semua bisa dikunjungi di hari yang sama jika Anda mengatur waktu dengan efisien. Mari kita bahas satu per satu situs di sana agar Anda tahu apa yang diharapkan untuk menyusun jadwal perjalanan.

Yakushima

Yakushima adalah pulau subtropis di selatan Prefektur Kagoshima. Pulau ini diselimuti dengan hutan cedar yang berisi beberapa pohon hidup tertua di negara itu. Di Yakushima juga terdapat sejumlah gunung-gunung tinggi, termasuk Gunung Miyanoura yang mempunyai puncak terbesar di Kyushu. Tidak heran jika Miyanoura diberi julukan "Alp di Lautan". Ditambah lagi, karena sebagian besar alamnya masih murni, sekitar 21% daerah di Yakushima ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia.

Setiap tahun, ribuan orang berkunjung ke Yakushima untuk melihat pemandangan pulau ini yang begitu indah. Bahkan, pesonanya menjadi inspirasi untuk latar film karya Studio Ghibli yang terkenal, "Princess Mononoke". Bagi Anda yang suka mengeksplorasi alam bebas, Yakushima jelas merupakan tempat yang wajib dikunjungi. Apalagi di sini terdapat berbagai satwa liar, Anda seolah-oleh dibawa masuk ke dunia Jumanji. Jalur pendakian di Yakushima juga dirawat dengan baik dan diberikan banyak tanda sehingga relatif mudah dilalui. Saat otot-otot mulai lelah, ada beberapa mata air panas di pulau itu yang bisa Anda manfaatkan untuk memulihkan diri.  Namun, pastikan Anda membawa perlengkapan hujan karena iklim subtropisnya membuat cukup sering turun hujan.

Ingin tahu lebih banyak tentang Yakushima atau tempat-tempat terbaik untuk dikunjungi di sana? Simak bahasan selengkapnya di artikel berikut: 11 Tempat Terbaik di Pulau Yakushima yang Menjadi Target Destinasi Para Fotogafer.

Museum Shoko Shuseikan

Pada tahun 2015, sejumlah lokasi bersejarah di Jepang ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO yang disebut "Situs-Situs Revolusi Industri Meiji Jepang: Besi dan Baja, Pembuatan Kapal, dan Pertambangan Batu Bara". Salah satu di antaranya adalah Museum Shoko Shuseikan.

Didirikan pada akhir zaman Edo (1603 - 1868), museum yang terletak di sebelah Taman Sengan-en megah ini dulunya merupakan kompleks industri Barat yang menghasilkan bermacam-macam barang, mulai dari logam dan senjata hingga produk tekstil dan kerajinan tangan. Kini, Museum Shoko Shuseikan bertugas menceritakan sejarah tentang Domain Satsuma — daerah yang pernah menjadi pusat Prefektur Kagoshima — dan reformasi industri Jepang.

Museum ini menyimpan dan memamerkan lebih dari 10.000 barang, termasuk kaca potong Satsuma Kiriko yang diproduksi pada zaman Edo dan mesin-mesin yang digunakan di pabrik pembuatannya. Tidak hanya itu, Anda juga dapat menemukan beberapa situs lagi di seluruh museum dan taman yang merupakan bagian dari Situs-Situs Kolektif Revolusi Industri Meiji Jepang: Besi dan Baja, Pembuatan Kapal, dan Pertambangan Batu Bara. Kami akan membahas satu per satu situs tersebut di bagian selanjutnya.

Untuk mengetahui informasi lengkap tentang Museum Shoko Shuseikan atau Taman Sengan-en, silakan baca artikel kami lainnya: Mengenal Lebih Dalam Taman Sengan-en & Museum Shoko Shuseikan: Simbol Revolusi Industri Jepang.

→ Tungku Reverberatory Shuseikan

Gambar di bawah ini adalah sisa-sisa tungku asli yang dibangun pada tahun 1852 untuk melemparkan meriam dari besi. Para pembuat tungku pada saat itu benar-benar hanya menggunakan gambar dari buku pelajaran Belanda untuk membuatnya, dengan menambahkan elemen-elemen keahlian tradisional Jepang.

Kini, Anda bisa melihat replika 1:10 tungku asli di dekat pusat pengunjung Shuseikan di sebelah Taman Sengan-en. Jika Anda tidak dapat mengunjunginya, silakan unduh aplikasi di ponsel untuk melihat seperti apa tungku tersebut dalam tampilan 3D yang dipulihkan menggunakan teknologi AR!

→ Ijinkan (Kediaman Para Insinyur Asing Shuseikan)

Bangunan ini dirancang oleh orang Inggris dan dibangun oleh orang Jepang sebagai tempat tinggal para insinyur Inggris yang bekerja di pabrik pemintalan lokal bergaya Barat. Meskipun memiliki desain Barat, Anda masih dapat melihat elemen-elemen Jepang yang tersebar di seluruh areanya seperti genting tradisional.

Tungku Pembakaran Arang Terayama

Terletak agak jauh dari museum, tungku pembakaran Terayama dulunya memproduksi arang untuk berbagai fasilitas industri di Shuseikan, termasuk tungku reverberatory yang disebutkan di atas. Dengan menggunakan kayu di sekitarnya, para pekerja menghasilkan arang putih yang lebih panas dari arang biasa. Bentuk tapal kuda tungku yang unik sangat patut dilihat dari dekat. Namun, sayangnya alam berkata lain, akibat longsor tahun 2019, Anda tidak dapat lagi mengunjungi atau melihat Situs Warisan Dunia ini.

Gerbang Pintu Air Sekiyoshi di Yoshino Leat

Pada zaman dulu, fasilitas industri di Shuseikan mengandalkan kincir air untuk menggerakkan mesin-mesin besar. Mereka juga memtuskan untuk membuat  "Yoshino Leat", anak sungai atau aliran yang akan mengalirkan air ke Shuseikan, karena tidak ada sungai besar di dekatnya. Namun, adanya sedikit perbedaan ketinggian di sepanjang 7km bentangan tanahnya membuat proses pembentukan leat tidak mudah. Fakta bahwa mereka berhasil membangunnya adalah bukti tingginya tingkat teknologi konstruksi pada saat itu.

Meskipun lokasi pintu air (gerbang geser untuk mengontrol aliran air) telah beberapa kali dirubah di masa lalu, Anda masih dapat melihat Gerbang Pintu Air Sekiyoshi dan Yoshino Leat hingga saat ini.

Kami juga merekomendasikan Anda untuk melihat pamflet Kagoshima World Heritage Walk (tersedia dalam bahasa Inggris) jika ingin menjelajahi semua Situs Warisan Dunia di Kota Kagoshima dalam satu hari.

Calon Situs Warisan Dunia Masa Depan

Selain Situs-Situs Warisan Dunia yang disebutkan sebelumnya, Prefektur Kagoshima sebenarnya telah mengajukan dua tempat lagi untuk dijadikan kandidat Situs Warisan Dunia. Apabila keduanya diterima oleh UNESCO, Kagoshima secara resmi akan menjadi prefektur yang memiliki Situs Warisan Dunia terbanyak di seluruh Jepang, dengan asumsi, prefektur lain tidak mendapatkan tambahan Situs Warisan Dunia untuk sementara waktu.

Ingin tahu apa yang telah didaftarkan oleh Kagoshima? Mari kita intip!

Pulau Tokunoshima

Pulau Tokunoshima adalah pulau terbesar kedua di kepulauan Satsunan. Berbeda dari Okinawa, meskipun pulau beriklim subtropis ini memiliki pantai indah, tidak banyak orang yang berkunjung ke sini. Namun, justru itulah yang menjadikannya destinasi sempurna untuk wisatawan yang ingin bersenang-senang di pantai tanpa harus berkerumun. Jika snorkeling atau menyelam tidak menarik minat Anda, jangan khawatir, Anda bisa melihat banyak formasi batu kapur yang mengesankan di sepanjang garis pantai pulau atau menonton "togyu", yang berarti adu banteng — acara populer di Tokunoshima. Daftar hal yang bisa Anda lakukan di sana tidak akan ada habisnya!

Klook.com

Pulau Amami Oshima

Amami Oshima adalah pulau terbesar di kepulauan Satsunan. Sama seperti Pulau Tokunoshima, Amami juga memiliki iklim subtropis dengan banyak pantai putih dan air sebening kristal, tetapi tidak seramai di Okinawa. Oleh karena itulah tempat ini sangat cocok untuk dijadikan destinasi liburan musim panas. Penggemar aktivitas outdoor mungkin akan senang mengetahui bahwa Anda bisa menyewa kayak untuk mengelilingi hutan bakau terbesar kedua di Jepang! Dengan sebagian pulau dan laut sekitarnya yang menjadi bagian dari taman nasional, ada begitu banyak hal yang bisa Anda lihat dan lakukan di sini. Bahkan, Anda dapat menonton ikan paus bungkuk!

Kedua pulau tersebut diajukan sebagai kandidat untuk menjadi Situs Warisan Dunia karena sama-sama merupakan rumah bagi fauna langka dan beberapa spesies hewan yang terancam punah. Suatu saat, jika Anda punya kesempatan, kami merekomendasikan untuk mengunjungi keduanya sebelum popularitasnya meledak!

Check out our writers’ top Japan travel ideas!

Jelajahi Wilayah Kyushu!

Prefektur Kagoshima hanyalah satu dari tujuh prefektur yang membentuk Kyushu, yang bisa dikatakan sebagai wilayah paling indah dan bersejarah di Jepang. Ada banyak sekali Situs Warisan Dunia lainnya yang tersebar di Kyushu. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa yang ditawarkan wilayah ini, silakan kunjungi situs web resmi pariwisata Kyushu.

Kunjungi Situs Web Resmi Kyushu: https://www.visit-kyushu.com/en/

 

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di FacebookTwitter, or Instagram!

Spesial Kyushu
Rent the car you want at the price you want. Rental Cars. Perfect if you're looking to rent a car in Japan! Learn more.

The information in this article is accurate at the time of publication.

About the author

Yuri
Yuri I.
  • Check out our writers’ top Japan travel ideas!

Cari Restoran