Menarik dan Unik! Toilet Umum di Tokyo yang Pasti Ingin Anda Coba Gunakan

Tokyo Toilet Project membawa toilet umum ke tingkat yang lebih baru dengan mengikutsertakan berbagai kreator andal untuk mendesain ulang 17 toilet umum di Shibuya. Desain stylish dan uniknya mengubah kebutuhan publik menjadi karya seni yang dapat diakses oleh semua orang.

Tokyo

Wisata

Tokyo Toilet Project Jauh Lebih Cantik dari yang Anda Kira!

Di jalan-jalan Tokyo yang ramai, ada beberapa perubahan besar dan menarik pada toilet sederhana. Bekerja sama dengan kreator berpengalaman dan pemenang penghargaan, Tokyo Toilet Project mendesain ulang sejumlah toilet umum di 17 lokasi di Shibuya, lalu mengubahnya dari kebutuhan standar menjadi mahakarya seni mereka sendiri. Ya, kami membicarakan segalanya, mulai dari dekorasi tradisional Jepang hingga fasilitas suara otomatis, dan bahkan ada pula toilet dengan dinding kaca transparan. Percayalah, Anda pasti ingin menggunakannya. Ingin tahu lebih lanjut tentang desain unik dan menarik yang luar biasa ini? Teruslah membaca dan cari tahu lokasi untuk menemukannya.

Hi Toilet - “Contactless” Toilet

Bangunan putih bulat yang ditunjukkan pada foto di atas terlihat sangat futuristik. Perancangnya, Kazoo Sato, adalah pemenang penghargaan kreatif yang memiliki pengalaman di berbagai bidang, termasuk film, desain, dan promosi. Ketika merancang Hi-Toilet, Kazoo dan timnya menghabiskan waktu 3 tahun untuk meneliti dan merencanakan sebelum menghasilkan konsep toilet VOICE COMMAND. Semua fungsi di dalam toilet diaktifkan dengan suara yang memaksimalkan esensi kebersihan, sementara bentuknya yang unik meningkatkan aliran udara. Diaktifkan sepenuhnya dengan suara dan tanpa kontak (contactless), Hi-Toilet memberi para penggunanya cita rasa masa depan.

ANDON TOILET

Ketika sang kreator, yang bernama Takenosuke Sakakura, mengambil proyek ini, ia berharap bisa menggantikan toilet kumuh dan tidak menarik dengan sesuatu yang baru. Kemudian, meningkatkan image taman secara keseluruhan. Menggunakan pengalaman arsitekturnya yang luas, Takenosuke berhasil melakukan hal itu. Terinspirasi oleh "andon" atau lentera kertas tradisional yang biasanya berbentuk persegi panjang, toilet ini memberi kesan cerah dan ramah. Pada malam hari, Andon Toilet menyala dan bersinar lembut, benar-benar merepresentasikan namanya.

Three Mushrooms

Berdiri berkelompok di tepi jalan raya, toilet yang menyerupai jamur ini seolah-olah tampak seperti perpanjangan alami dari hutan di belakangnya. Sang perancang, Toyo Ito, memiliki latar belakang arsitektur yang kuat dan telah memenangkan banyak penghargaan. Saat merancang Three Musrooms Toilet, ia mempertimbangkan keamanan serta aksesibilitas, lalu menghubungkannya dengan jalan terbuka yang lebar dan ruang khusus untuk para lansia dan orang tua dengan anak-anak.

Toilet Transparan

Terletak tidak jauh dari Taman Yoyogi, toilet futuristik yang tampak bagaikan akuarium dirancang oleh Shigeru Ban, seorang arsitek pemenang penghargaan yang juga terlibat dalam kegiatan bantuan bencana. Saat merancang toilet transparan, Ban menggunakan teknologi terbaru untuk mengatasi dua masalah utama, yaitu kebersihan dan keamanan. Kaca eksterior toilet akan terlihat transparan jika pintu tidak terkunci, memungkinkan pengguna untuk mengetahui apakah ada orang di dalam yang sedang menggunakannya, serta memeriksa seberapa bersih toilet tersebut sebelum masuk.

THE HOUSE

Kreator di balik toilet THE HOUSE, NIGO®, tidak hanya terlibat dalam desain fesyen, tetapi juga mengaplikasikan kreativitasnya di restoran kari bernama CURRY UP®, serta merek sake bernama SAKE STORM COWBOY. Konsep toilet manis dan sederhana ini adalah "belajar dari masa lalu", yang dibuat agar terlihat kontras dengan lanskap kota yang ramai di sekitarnya. Namun, jangan terkecoh dengan tampilan homey dan tua toilet ini, karena THE HOUSE memprioritaskan aksesibilitas serta kemudahan penggunaan dalam desainnya.

AMAYADORI

Toilet ramping bernama AYAMADORI yang dirancang oleh Tadao Ando dapat ditemukan di Taman Jingu-Dori. Ando adalah seorang arsitek autodidak dengan resume karya, penghargaan, dan gelar profesor yang mengesankan, termasuk Profesor Emeritus di Universitas Tokyo. Saat mendesain toilet AMAYADORI, Ando ingin membuat "tempat" umum yang terasa nyaman dan aman. Desain silindernya memungkinkan pengguna merasakan angin dan cahaya dari taman di sekitarnya.

A Walk in the Woods

Dalam desain arsitekturnya, Kuma merujuk pada lingkungan dan budaya lokal, dan itu benar-benar terlihat jelas pada desain A Walk in the Woods. Berada di Taman Shoto yang rimbun dan hijau, "toilet village" dipisahkan menjadi lima "gubuk". Masing-masing gubuk dimaksudkan untuk mengakomodasi kebutuhan yang berbeda, dan dihubungkan oleh "jalan-jalan di hutan" ("A Walk in the Woods"). Di dalam toilet, pengguna akan menemukan kelanjutan dari tema lingkungan pada kayu unik di bagian dinding.

Toilet Merah

Nao Tamura adalah seorang desainer multidisiplin yang telah terlibat dalam komunitas kreatif di Tokyo dan New York. Saat mendesain toilet yang menarik perhatian ini, Tamura memikirkan cara untuk memberikan tempat yang aman bagi semua orang. Terinspirasi oleh "origata", cara membungkus dekoratif tradisional Jepang, toilet ini tampak rapi meskipun ukurannya relatif kecil. Namun, tetap terlihat menonjol berkat warna merah cerahnya seperti yang diinginkan Tamura.

“Modern Kawaya”

Mungkin orang yang lewat tidak akan menyadari bahwa deretan tembok itu sebenarnya adalah toilet. Memang begitulah tujuan sang kreator, desainer pemenang penghargaan, Masamichi Katayama. Ia memperoleh inspirasi dari toilet pada masa lalu di Jepang, yaitu "kawaya" - gubuk yang berasal dari zaman Jomon (10.000 hingga 6.000 SM). Masamichi memanfaatkan dinding beton untuk menciptakan desain ambigu yang tampak menyatu dengan taman.

WHITE

Blok toilet putih ini memberi trik pada mata Anda karena seolah-olah terlihat mengambang di luar Exit Gate Stasiun Ebisu. WHITE Toilet dirancang oleh Kashiwa Sato, direktur kreatif yang telah bekerja dengan banyak entitas terkenal seperti UNIQLO dan Cup Noodles Museum. Mengutamakan kebersihan dan keamanan, Sato ingin merancang fasilitas yang tidak mencolok mengingat lokasinya yang menonjol. Desainnya yang sederhana, tetapi memukau dimaksudkan untuk membuat orang-orang yang lewat merasa lebih cerah dan segar.

Squid Toilet

Kisah di balik penamaan Squid Toilet (toilet cumi-cumi) lebih kawaii dari yang Anda kira. Nama ini sebenarnya mengacu pada fakta bahwa Ebisu East Park juga disebut "Taman Gurita" karena alat-alat bermainnya berbentuk gurita. Squid Toilet dirancang oleh Fumihiko Maki, seorang arsitek pemenang penghargaan yang ingin menyertakan paviliun dan area istirahat pada desainnya. Ia berharap desain ini akan menjadi tambahan populer untuk taman yang ramah lingkungan.

Masih Banyak Lagi Toilet Menarik Lainnya!

Ya, daftarnya belum berakhir di sini. Masih ada 5 lokasi lagi di Shibuya yang dijadwalkan selesai tahun 2022. Informasi mengenai desainnya belum dirilis, tetapi berdasarkan apa yang telah kami lihat, kami senang dengan apa yang ditampilkan. Jika Anda ingin tetap mengikuti perkembangan proyek bermanfaat ini, silakan kunjungi Tokyo Toilet Website.

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di Facebook!

Spesial Kanto

The information in this article is accurate at the time of publication.


About the author

Maria
Maria Danuco

Cari Restoran