Tahukah Anda? 8 Penemuan Berikut Berasal dari Jepang!

Jepang adalah salah satu negara nomor satu di dunia dalam teknologi dan sains. Para ilmuwan di negara tersebut berhasil menciptakan banyak inovasi di berbagai bidang yang sering membuat kita terperanga. Namun, tahukah Anda bahwa beberapa produk yang umum ditemukan di kehidupan sehari-hari ini juga diciptakan oleh Jepang? Ingin tahu apa saja? Teruslah membaca!

Seluruh Jepang

Budaya Jepang

1. Kopi Instan

Percaya atau tidak, coffee granule (bubuk kopi) ditemukan oleh seorang mahasiswa Jepang bernama Satori Kato pada tahun 1881 ketia ia sedang belajar di Chicago. Saat meneliti bubuk teh hijau, ia berhasil membuat bubuk kopi yang divakum kering. Temuannya tersebut kemudian diperkenalkan di Pan-American Exposition di Buffalo, New York, dan telah memuaskan penikmat kafein sejak tahun 1901.

2. Mi Instan

Ramen sudah menjadi bagian penting dari budaya Jepang, jadi tidak heran jika mi instan (instant ramen) ditemukan di sana. Sang inventor, Momofuku Ando, mendirikan perusahaan mi instan Nissin yang kita kenal saat ini.

Mi instan awalnya dianggap sebagai makanan mewah karena harganya yang mahal, tetapi berkat produksi modern, sekarang itu seperti makanan pokok para mahasiswa. Selain masa simpan yang lama, satu bungkus mi instan dikemas berikut bumbu dan bahan pelengkap. Cara pembuatannya pun sangat mudah. Jelas saja mi instan digemari tidak hanya di Jepang, tetapi di seluruh dunia!

3. Mesin Penjawab Telepon

Mesin penjawab diciptakan oleh Hashimoto Kazuo pada tahun 1951. Ia baru saja pindah ke apartemen baru ketika penyewa sebelumnya menelepon untuk memberi tahu Hashimoto tentang masalah pembayaran. Meskipun Hashimoto telah berjanji akan segera menyelesaikan pembayaran sesegera mungkin, penyewa tersebut meneleponnya terus-menerus bahkan saat larut malam.

Terganggu oleh panggilan tanpa henti, Hashimoto menciptakan prototipe pertama mesin penjawab (yang dia sebut "Telepon Penjawab") dari tape recorder sederhana, baterai, dan rasa jengkel yang luar biasa.

Hashimoto mematenkan mesin penjawab telepon pertamanya di Jepang pada tahun 1954.

4. Shinkansen (Kereta Peluru)

Kita tentu tahu bahwa selain sakura dan Gunung Fuji, Jepang juga identik dengan kereta peluru atau Shinkansen. Kereta peluru pertama dibuat di sana pada tahun 1964. Tokaido Line membawa penumpang di antara tiga kota metropolitan terbesar di Jepang, yaitu Tokyo/Yokohama, Nagoya dan Osaka/Kyoto. Sampai saat ini, Tokaido Line masih menjadi salah satu jalur tersibuk di Jepang.

5. Karaoke

Seorang musisi Jepang bernama Daisuke Inoue dikatakan sebagai penemu karaoke. Kala itu, Inoue selalu mendapat banyak permintaan dari para tamu untuk merekam penampilannya. Untuk menjawab permintaan tersebut, ia menciptakan kotak musik dari tape recoder yang memutar berbagai lagu dengan harga 100 yen per lagu. Inoue menyebutnya 8-Juke.

Hingga kini, jaringan karaoke masih menjadi salah satu bisnis terbesar di era modern Jepang.

6. Blok Braille

Blok-blok braille yang Anda lihat di sebagian besar jalan adalah hasil buah pikiran Miyake Seiichi dari Foundation for Traffic Safety Research Center di Jepang. Ia menciptakan blok braille pada tahun 1965, dan pertama kali dipasang di sepanjang jalan bebas hambatan dekat Sekolah Okayama untuk para tunanetra di Prefektur Okayama.

7. Kamera Handphone

Ponsel versi dulu yang ramping dan mungil dirancang serta dibuat oleh Kyocera Corporation di Jepang. Mereka memprakarsai pembuatan ponsel video berwarna pertama di Pusat Penelitian dan Pengembangan di Yokohama. Kemudian, meluncurkannya secara resmi ke publik pada tahun 1999. Ponsel ini dilengkapi kamera depan yang sempurna untuk berswafoto (yang mungkin Anda kira baru muncul beberapa tahun belakangan) dan panggilan video, serta mampu memproses dua video frame per detik.

8. Tanda Gender di Toilet

Ya, penanda gender yang biasa Anda lihat di pintu-pintu toilet juga berasal dari Jepang. Tanda ini pertama kali didesain dan digunakan pada saat Olimpiade Tokyo tahun 1964. Itu adalah kali pertama perhelatan olahraga terbesar di dunia tersebut diselenggarakan di negara yang bahasa utamanya tidak bersifat alfabetis. Agar mempermudah jalannya acara, tim desain Tokyo memutuskan untuk membuat penanda yang dapat melintasi perbedaan bahasa, serta memungkinkan orang asing mengenali pintu mana yang harus dimasuki.

 

migme_logo

Artikel ini pertama kali diterbitkan di portal hiburan sosial migme.

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di Facebook!

The information in this article is accurate at the time of publication.

About the author

migme
migme

Cari Restoran