6 Festival Menawan di Prefektur Miyazaki yang Tidak Boleh Dilewatkan

Jepang adalah negeri festival. Acara-acara menarik dan penuh warnanya tidak hanya menarik perhatian pengunjung lokal, tetapi juga internasional. Setiap daerah di Jepang memiliki tradisi dan keahlian sendiri yang mendefinisikan budaya mereka, tidak terkecuali Prefektur Miyazaki. Pada artikel kali ini, kami akan memperkenalkan enam festival paling memukau di Prefektur Miyazaki, yang bisa Anda hadiri saat berkunjung ke sana. Penasaran? Baca terus untuk melihat pesona Miyazaki dari matsuri!

Miyazaki

Wisata

Matsuri - Festival Sarat Makna di Jepang

Ada ratusan festival yang diselenggarakan sepanjang tahun di seluruh negeri, dan setiap prefektur mempunyai festival khasnya sendiri yang mengandung makna khusus untuk lokasi tertentu. Sejarah dan makna di balik masing-masing festival bervariasi, mulai dari ungkapan rasa terima kasih atas panen yang melimpah hingga harapan untuk memperoleh kesehatan dan kemakmuran, atau murni sebatas hiburan.

Tidak peduli apakah suasana festival itu semarak atau tenang, pengunjung pasti akan terhibur dan dapat menangkap sekilas gambaran tentang tradisi setempat yang biasanya tidak terlihat! Jangan pindahkan halaman browser Anda untuk mengetahui lebih lanjut enam festival menarik dan memukau di Prefektur Miyazaki, dan catat festival mana yang ingin Anda hadiri saat berkunjung ke sana!

1. Hyuga Hyottoko Summer Festival

Hyottoko Summer Festival yang berasal dari daerah Hyuga di Prefektur Miyazaki menarik sekitar 70.000 pengunjung setiap tahun. Selama acara berlangsung, para penari mengenakan kimono merah sepanjang paha, pakaian dalam putih yang disebut fundoshi, penutup kepala bermotif polkadot, dan mengenakan topeng dengan beragam ekspresi, seperti "okame" (wanita dengan pipi bulat), "kitsune" (rubah), atau yang paling umum, topeng "hyottoko" (karakter komikal Jepang).

Kompetisi tarian hyottoko diadakan pada hari pertama, tetapi Anda juga tidak boleh melewatkan parade energik di hari kedua! Para penampil dengan topeng-topeng lucu yang menari mengikuti suara lonceng, drum taiko, dan seruling, menciptakan pemandangan yang benar-benar unik. "Hyottoko Odori" (tarian hyottoko) yang semarak ini mewakili doa untuk memohon panen berlimpah dan kemakmuran usaha.

Hyottoko Summer Festival digelar pada hari Sabtu pertama bulan Agustus setiap tahun. Dicintai oleh penduduk setempat dan turis, festival ini sekarang dianggap sebagai representatif budaya Hyuga dan telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Rakyat Takbenda kota tersebut.

2. Ondasai Festival

Festival bersejarah Ondasai yang diadakan di Kuil Tashiro di Misato sudah ada sejak 1.000 tahun lalu. Penyelenggaraan Festival Ondasai dimaksudkan untuk memohon berkah panen padi yang melimpah, dengan acara-acara meriah diadakan di sawah suci di sebelah kuil.

Festival ini dimulai dengan prosesi membawa kuil portabel ke sawah. Kemudian, beralih ke bagian festival yang bisa dikatakan paling semarak. Tepatnya ketika beberapa ekor kuda dan sapi dibawa keluar untuk membajak sawah berlumpur, yang diikuti prosesi menyemprotkan air saat mereka berlari kencang di tanah. Anda tidak perlu takut terkena air karena hal itu justru dianggap memberi kesehatan! Setelah hewan-hewan selesai membajak, tempat pemujaan portabel dibawa ke perairan berlumpur oleh para pria yang melontarkan puji-pujian untuk memberkati sawah. Terakhir, giliran para wanita yang mengenakan pakaian tradisional menanam padi di sawah tersebut sambil berdoa untuk panen berlimpah.

Festival Ondasai diadakan pada hari Minggu pertama bulan Juli setiap tahun. Mengandung makna budaya dan sejarah yang panjang, festival ini ditetapkan sebagai Properti Budaya Takbenda Miyazaki pada tahun 1988.

3. Takachiho Yokagura

Miyazaki, negeri mitos dan legenda, terkenal karena kaitannya dengan mitologi Jepang. Takachiho, khususnya, menyimpan makna spiritual yang luar biasa, bahkan menjadi rumah bagi beberapa tempat yang digunakan sebagai latar cerita dan mitos.

Kagura merupakan jenis seni pertunjukan Jepang dengan sejarah 800 tahun. Meskipun pertunjukan ini dapat dilihat sepanjang tahun di Aula Kagura di Kuil Takachiho, tontonan sebenarnya yang patut untuk disaksikan adalah "Yokagura" ("kagura malam") tradisional yang diadakan antara bulan November dan Februari. Yokagura berlangsung semalaman, dengan pertunjukan energik dan pengunjung yang antusias memenuhi seluruh tempat, diiringi alunan musik dan suasana gembira. Yokagura menampilkan pertunjukan budaya dan keramahan lokal yang luar biasa. Di banyak venue, mereka bahkan menawarkan hidangan lokal dan sake untuk dinikmati selama pertunjukan!

Tarian dalam Yokagura berakar pada Shintoisme, dengan pertunjukan yang mengisahkan beberapa mitos Jepang dan bertindak sebagai cara bagi banyak orang untuk memohon panen melimpah serta peruntungan baik dari para dewa. Kini, pertunjukan yang fantastis ini sudah menjangkau pengunjung dari luar daerah sehingga dijadikan Properti Budaya Rakyat Takbenda pada tahun 1978.

4. Aya Hinayama Matsuri

Hinamatsuri, yang berarti "Festival Boneka" atau "Hari Perempuan", dirayakan setiap tanggal 3 Maret. Biasanya, pada hari ini rumah-rumah akan memajang boneka Hina dan menyiapkan hidangan khusus seperti "chirashizushi" (nasi sushi dalam wadah yang ditutupi dengan berbagai topping) untuk mendoakan gadis-gadis muda di rumah tangga mereka agar tumbuh sehat.

Bukan hal yang aneh jika seluruh kota ikut ambil bagian dalam perayaan tersebut. Bahkan, Kota Aya saja sudah merayakannya sejak zaman Edo (1603 - 1867). Perempuan dianggap sebagai dewi gunung sejak zaman kuno, yang kemudian mengarah pada kemunculan "Hinayama" ("Gunung Hina") - tangga yang dihiasi dengan boneka-boneka Hina. Mereka meyakini semua itu persembahan yang tepat untuk dewi gunung, dan juga berisi harapan bahwa anak perempuan akan hidup panjang, bahagia, dan sehat.

Hinamatsuri berlangsung dari akhir bulan Februari hingga 3 Maret. Tampilan Hinayama yang mewah, lengkap dengan set boneka tradisional Hina yang diletakkan di atas hamparan lumut serta bunga, dapat dilihat di berbagai tempat di seluruh kota selama festival. Di hari terakhir, gadis-gadis setempat yang mengenakan pakaian tradisional berparade di jalan-jalan, dipimpin oleh seorang wanita yang berpakaian seperti salah satu boneka utama Hina.

5. Miyazaki Gourmet × Lantern Night

Miyazaki Gourmet × Lantern Night adalah festival yang diselenggarakan di Kota Miyazaki. Seperti namanya, di festival ini, Anda bisa melihat 10.000 lentera indah yang menerangi langit malam. Lentera-lentera itu didekorasi dengan tema yang berbeda, dan pengunjung dapat mencoba membuat lentera berbentuk ikan mas sendiri.

Miyazaki Gourmet × Lantern Night juga merupakan cara yang bagus untuk menikmati makanan lokal. Ada banyak kedai makanan yang menjual beragam kuliner khas, seperti "ayam nanban" (ayam goreng dengan saus tartar), Miyazaki-gyu (daging sapi Miyazaki), mi, penganan manis, dan lain-lain. Pengunjung festival dapat menyantap makanan mereka sambil menyaksikan serangkaian acara dan pertunjukan.

Festival ini diadakan pada pertengahan bulan Agustus di Florante Miyazaki, sebuah taman yang dipenuhi dengan bunga-bunga indah dan pohon palem, menonjolkan suasana tropis di prefektur tersebut. Jika Anda ingin mendapatkan pengalaman musim panas yang berkesan di Jepang, pastikan untuk memasukkan Miyazaki Gourmet × Lantern Night ke dalam daftar rencana wisata Anda!

6. Obi Jouka Matsuri

Perayaan Obi Jouka Matsuri yang mengambil tempat di reruntuhan Kastil Obi menampilkan "Taihei Odori", tarian tradisional yang berasal dari zaman Edo di daerah Obi di Miyazaki. Walaupun pada awalnya dipentaskan untuk Festival Bon ("Festival untuk Para Mendiang), pelaksanaan Taihei Odori lambat laun dilakukan bersama dengan penduduk kota dan samurai (interaksi yang tidak biasa terjadi) sebagai cara untuk memfasilitasi penyelesaian damai antara Satsuma dan domain Obi.

Tarian ini dibawakan oleh para penari yang mengenakan kimono berwarna-warni, topi jerami dengan tali tebal, dan pedang yang diikatkan di pinggang. Gerakan-gerakan anggun, tetapi kuat mengingatkan kita pada seni bela diri, yang memadukan ciri khas samurai dan budaya rakyat.

Makna sejarah Taihei Odori membuatnya ditunjuk sebagai Properti Budaya Takbenda Miyazaki pada tahun 1962. Diadakan pada pertengahan Oktober setiap tahun, Anda tidak boleh melewatkan pertunjukan menawan para penari yang berparade di jalanan selama Obi Jouka Matsuri sambil menarikan Taihei Odori dengan indah!

Menyelami Tradisi Jepang Melalui Festival di Miyazaki

Menghadiri festival adalah cara yang tepat untuk mengalami adat dan tradisi setempat. Semua festival di Miyazaki memiliki sejarah dan budaya yang istimewa, dan sangat ideal untuk menciptakan kenangan tidak terlupakan serta mengenal daerah tersebut dengan cara yang spesial. Miyazaki bukan satu-satunya prefektur di Kyushu dengan pesona yang mengagumkan, jadi jika Anda punya kesempatan, pastikan juga untuk melihat apa yang ditawarkan Kyushu di daerah lainnya!

Kunjungi Website Resmi Kyushu: https://www.visit-kyushu.com/en/

Kredit Gambar Judul: Makoto Sitizima / PIXTA

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di Facebook!

Spesial Kyushu

The information in this article is accurate at the time of publication.

About the author

Kim
Kim S.

Cari Restoran