Harus Dikunjungi! 6 Kuil Shinto dan Kuil Buddha Terbaik di Kamakura

Di barat Jepang, ada kota-kota bersejarah populer seperti Kyoto dan Nara. Sementara di bagian timur, terdapat kota bersejarah Kamakura yang dibangun pada masa keshogunan di abad ke-12. Lokasinya hanya berjarak satu jam dari Tokyo dengan kereta. Selain terkenal akan patung Buddha Raksasa, Kamakura juga memiliki banyak Kuil Shinto dan Kuil Buddha yang patut untuk dikunjungi.

Kamakura

Wisata

Tidak hanya Kyoto dan Nara, ada pula kota bersejarah lain yang tidak boleh dilewatkan, yaitu Kota Kamakura di Prefektur Kanagawa. Lokasinya dapat dicapai selama 1 jam dari Tokyo dengan kereta. Lalu, apa yang ditawarkan Kamakura? Berjalan di sepanjang jalan di sana, Anda akan merasa seolah kembali ke era samurai. Bahkan, Kuil Shinto dan Buddha di kota sejarah dan budaya ini dilestarikan dengan baik sehingga bisa dinikmati oleh banyak pengunjung sampai sekarang. Silakan gulir ke bawah untuk melihat 6 Kuil Shinto dan Kuil Buddha terbaik di Kamakura.

 

Kamakura, kota yang dulu dihuni oleh shogun dan memiliki banyak biara

Minamoto no Yoritomo adalah seorang samurai yang berjaya di abad ke-12. Yoritomo membangun keshogunan untuk memimpin para samurai, yang berbeda dari pemerintahan aristokrat di masa lalu. Titik balik sejarah Jepang semua dimulai di Kamakura. Lokasinya strategis dengan bukit-bukit dan lautan tanaman jade hijau. Tidak hanya menjadi ibu kota yang kuat, konsep ajaran Buddha baru pun berkembang di sana selama periode Kamakura sehingga muncul banyak kuil Zen baru di mana-mana.

Untuk bisa sampai ke Kamakura, butuh waktu 55 menit dengan naik kereta di JR Yokosuka Line dari Stasiun Tokyo ke Stasiun Kamakura. Bagi Anda yang berencana untuk langsung mengunjungi Kuil Shinto dan Buddha, Anda bisa turun di Stasiun Kita Kamakura.

Kami sangat merekomendasikan Anda membeli "Kamakura Enoshima Pass" yang ditawarkan oleh kereta JR. Dengan all-day pass ini, Anda dapat naik dan turun kereta sebanyak yang Anda suka di semua jalur JR di dalam wilayah Kamakura dan Enoshima, termasuk monorel Shonan dan Enoden. Kamakura Enoshima Pass akan membuat perjalanan menjadi lebih mudah karena kuil-kuil Shinto serta Buddha tersebar di segala arah, dan dengan berpindah di antara jalur, Anda bisa menghemat waktu sampai ke tujuan dan tidak tersesat! Bahkan, Anda dapat mengunjungi Kuil Shinto dan Buddha berkali-kali selama satu hari itu, tanpa perlu mengkhawatirkan biaya transportasi.

 

1. Meigetsu-in (Kuil Hydrangea)

veroyama/Flickr

Meigetsu-in adalah kuil Rinzai Zen yang terkenal karena keindahan bunga hydrangea yang mekar selama musim hujan di bulan Juni. Sebagian besar tanaman hydrangea di kompleks tersebut berasal dari Jepang. Ketika mekar, daerah di sekitar kuil akan diselimuti nuansa biru, dan jalan masuknya pun terasa seperti jalur ajaib.

Daun-daun yang berubah warna pada musim gugur di Meigetsu-in tidak kalah menakjubkannya dengan pemandangan hydrangea di bulan Juni. Di bagian dinding kuil terdapat jendela bundar yang menghadirkan pemandangan mempesona kepada para pengunjung. Jendela itu tidak hanya dibuat dengan tujuan estetis, tetapi juga karena kebenaran mulia (noble truths) yang diajarkan dalam Zen direpresentasikan oleh sebuah lingkaran.

Taman batu Jepang yang umum ada di kuil-kuil di Kyoto bisa Anda temukan juga di sini. .

Akses        10 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Kita Kamakura

2. Zeniarai Benten

star_watchi

Zeniarai Benten dikatakan sebagai kuil untuk menyembah dewa air. Kuil ini terletak di dalam sebuah gua, dan dari dalamnya, ada mata air yang mengalir. Konon, jika Anda mencuci uang dengan mata air di sana, uang Anda akan berlipat ganda.

Letakkan uang Anda di keranjang bambu kecil yang tersedia, tuangkan air dari mata air tersebut, lalu keringkan. Setelah kering, jangan lupa menyimpannya kembali ke dalam dompet. Apakah itu akan berlipat ganda atau tidak, silakan mencobanya sendiri.

Akses        25 menit berjalan kaki dari Pintu Keluar Barat Stasiun JR Kamakura  

3. Kotoku-in (Patung Buddha Raksasa Kamakura (鎌倉大仏 - Kamakura Daibutsu))

Petr Meissner/Flickr

Kotoku-in, sebuah kuil Jodo-shu yang menyimpan patung Buddha Raksasa (Kamakura Daibutsu) terbesar kedua di Jepang (terbesar pertama ada di Nara). Tidak seperti di Nara, patung Buddha Raksasa di Kamakura duduk dengan anggun di luar kuil. Kamakura Daibutsu sebenarnya dulu pernah ditempatkan di dalam ruangan, tetapi tersapu keluar akibat tsunami tahun 1498. Saat upaya restorasi dilakukan, patung ini diputuskan diletakkan di luar ruangan. Para pengunjung sering terpana melihat ukurannya yang begitu besar saat mereka perlahan mendekatinya. Selain itu, Anda juga dapat mengagumi uniknya ruang-ruang di dalam patung hanya dengan biaya 10 yen saja.

Akses       7 menit berjalan kaki dari Stasiun Hase di Enoden

4. Hase Kannon (Hase-dera)

 三人日/Wikimedia Commons

Hase Kannon, kuil Jodo-shu lain yang berada tidak jauh dari Kotoku-in dan patung Buddha Raksasa. Hase Kannon terkenal karena menyimpan patung kayu Kannon berkepala 11 terbesar di Jepang. Sayangnya, pengunjung tidak diperbolehkan mengambil foto patung tersebut. Di dalam lahan kuil, ada spot yang bagus untuk Anda melihat keindahan pemandangan laut dan pantai Yuigahama.

 

Kentaro Ohno/Flickr

Sama seperti Meigetsu-in, Hase-dera juga terkenal akan bunga hydrangea-nya. Anda mungkin bisa membayangkan dengan melihat foto di atas, suasana hening dari patung-patung batu yang dikelilingi hydrangea menciptakan suasana damai yang menenangkan.

Akses     5 menit berjalan kaki dari Stasiun Hase di Enoden

5. Tsurugaoka Hachimangu  

Σ64/Wikimedia Commons

Tsurugaoka Hachimangu dibangun pada masa pemerintahan Minamoto no Yoritomo untuk dewa yang diyakini sebagai pelindung klan samurai di Kamakura. Kuil ini adalah tempat populer bagi penduduk setempat untuk menyambut Tahun Baru dan juga merupakan tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di Kamakura. Bangunan utamanya terletak jauh di dalam kompleks. Anda bisa mencapainya dengan memasuki halaman kuil dan berjalan di bawah gerbang Shinto yang besar, melewati jembatan melengkung dan menaiki tangga yang terbuat dari batu.

Urashimataro/Wikimedia Commons

Banyaknya jumlah merpati di kompleks itu pun pasti akan membuat Anda terkagum-kagum. Kabarnya, merpati adalah penolong para dewa.

Akses       10 menit berjalan kaki dari Pintu Keluar Timur Stasiun JR Kamakura

6. Hokoku-ji (Kuil Bambu)

 

Hokoku-ji, kuil Rinzai yang memiliki kebun bambu rimbun di belakang bangunan utamanya. Itu mungkin menjelaskan mengapa kuil ini dijuluki sebagai Kuil Bambu. Anda akan dapat melihat patung-patung batu dan lentera di setiap sudut kebun. Bambu-bambu tinggi di sini menciptakan keteduhan yang memberikan suasana tenang, dan suara dedaunan yang tertiup angin akan menyejukkan hati setiap pengunjung.

Jika Anda punya waktu ekstra, cobalah mencicipi semangkuk matcha sambil merasakan kemurnian alam. Para samurai di zaman kuno mungkin juga menghabiskan waktu dengan santai di taman bambu ini sambil minum teh.

Akses       2 menit berjalan kaki dari halte bus Jomyo-ji. Naiklah bus yang menuju ke "Kamakura-Reien, Tachiarai", atau ke "Kanazawa-Stasiun Hakkei" dari Pintu Keluar Timur Stasiun Kamakura.

Bonus: Jadilah Samurai Selama Satu Hari!

busitaiken-sisouan
shisouan

Untuk benar-benar dapat membenamkan diri dalam sejarah, alam, serta budaya Jepang melalui Kuil Shinto dan Buddha, Anda dapat menyewa kostum yang dipakai pada zaman dahulu di Jepang. Ya, Anda juga dapat menjadi seorang samurai selama sehari! Tautan di bawah ini akan menyediakan informasi lebih lanjut mengenai cara menyewa kostum tersebut.

Shisouan 

Selain Kuil Shinto dan Buddha yang disebutkan di atas, tentu saja ada tempat wisata lain yang juga menawarkan pengalaman budaya di Kamakura. Tidak hanya menjadi tempat bersejarah, Kamakura dan daerah di sekitarnya juga menampilkan bukit-bukit hijau dan laut berwarna hijau zamrud, lokasi yang sangat cocok untuk melakukan kegiatan outdoor seperti hiking dan surfing. Jangan lewatkan keseruan berwisata di Kamakura ketika Anda berada di Tokyo!

The information in this article is accurate at the time of publication.

Artikel Terkait

Cari Restoran