Harus Dicoba! 20 Restoran Populer di Ibu Kota Tua Kyoto untuk Menikmati Makan Siang Lezat

Suasana tradisional Kyoto yang tidak pernah hilang ditelan zaman selalu memikat pengunjung yang tidak terhitung jumlahnya setiap tahun. Namun, karena ada begitu banyak hal yang dapat dilihat dan dilakukan, orang-orang sering merasa bingung dengan semua pilihan yang tersedia. Untuk membantu Anda, kami telah merangkum 20 tempat yang bisa Anda kunjungi untuk melepas lelah dan memilih tujuan Anda berikutnya, sambil merasakan nuansa Kyoto yang khas! Dibagi menjadi empat area utama: Kawaramachi, Sanjo, Oohara, dan Arashiyama, Anda dapat menggunakan referensi praktis ini untuk menemukan tempat makan yang sesuai dengan jalur perjalanan Anda di Kyoto.

Kyoto

Kuliner

Jejak Jepang Kuno: 5 Rekomendasi Tempat Makan Siang di Kawaramachi

Miyakoyasai KAMO Cabang Kawaramachi Shijo

Miyakoyasai, atau secara harafiah berarti sayuran dari ibu kota tua (Kyoto menjadi ibu kota Jepang dari tahun 794 - 1868), mengacu pada berbagai hidangan mereka yang dibuat dengan sayur-sayuran dari hasil panen petani di Kyoto. Di Miyakoyasai KAMO, sayuran organik segar dipetik setiap pagi oleh seorang ahli wine internal yang menyiapkan prasmanan all-you-can-eat. 

Harga menjadi faktor lain yang berkontribusi pada popularitas mereka, apalagi Anda dapat menambahkan hidangan harian khusus obanzai (hidangan rumahan tradisional Kyoto) dan bahkan shabu-shabu (irisan daging yang direbus setengah matang dengan sayuran) hanya seharga 950 yen pada hari kerja dan hari libur.

Semua sayuran yang digunakan adalah sayuran lokal. Bahkan, KAMO mengambil upaya ekstra dengan pergi secara rutin ke perkebunan untuk berbicara langsung dengan para petani dan menyurvei kondisi tanaman agar mereka benar-benar dapat mengeluarkan rasa terbaik dari setiap sayuran. Ada lebih dari 15 hidangan obanzai yang tersedia di sini, dan masing-masingnya telah diimprovisasi secara halus oleh kepala koki. Selain itu, mereka juga menghidangkan sup, sayuran kukus, nasi, kari, dan makanan penutup.

Chinchikurin

Chinchikurin didirikan di sebuah kominka (rumah tradisional Jepang) dengan pemandangan menghadap Sungai Takase. Nama anehnya (chinchikurin berarti cebol) yang terpampang di papan toko menjadi daya tarik yang membuat orang-orang penasaran dan tanpa sadar melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam. Meskipun restoran ini tidak menampilkan nuansa mewah yang biasa Anda temukan pada ryotei (restoran tradisional Jepang kelas atas), hidangan obanzai mereka dapat dinikmati dalam suasana hangat dan bersahaja.

Chinchikurin memiliki pola pikir unik dan kuno yang tercermin dalam suasananya. Mereka mempunyai kebijakan untuk tidak menggunakan bumbu-bumbu berbahan sintetis untuk membuat makan siang tradisional khas Kyoto yang segar. Makanan unggulan mereka, ozosui (sup nasi Jepang), dibuat dengan dashi asli dan bahan-bahan lokal yang direbus perlahan dalam hidangan bernutrisi tinggi. Secara keseluruhan, Anda dapat dengan santai manyantap makanan nostalgia dari Kyoto kuno di Chinchikurin.

Nishiki Mochitsukiya

Mochitsukiya adalah toko spesialis mochi. Mereka menggunakan mochigome (beras ketan butir pendek) terlaris di Kansai, yaitu Habutaemochi, untuk membuat mochi mereka.

Udon yang disajikan di sini juga dibuat dengan mochi, yang disebut chikara udon, sedangkan kombinasi hidangan makan siang yang dibuat dengan bahan-bahan dari Pasar Nishiki Kyoto disebut Bento Pasar Nishiki.

Di etalase, Anda dapat menemukan mochi tumbuk segar, namako mochi (mochi panjang dan pipih berbentuk seperti mentimum) dan kirimochi (mochi persegi panjang). Para pekerja di Mochitsukiya sangat bangga terhadap hasil kerajinan mereka. Tidak heran, rasa mochi di sini sungguh lezat, dan ukurannya pun pas untuk dimakan sambil berjalan-jalan. Silakan mampir untuk mendapatkan camilan ringan ketika Anda merasa lapar.

omo cafe

Omo cafe memiliki suasana khas kota tua Kyoto. Semua koki di kafe ini sudah terlatih dalam membuat masakan Prancis. Oleh sebab itu, makanan manis, makanan khas kafe, dan hidangan nasi orisinal lainnya yang mereka buat sudah dikenal lezat. Hidangan pendamping yang tampak lucu dan rumit disajikan di atas wadah dengan berbagai desain. Semua itu sering terlihat pada postingan instagram para pengunjung yang datang ke sini.

Bagian luar kafe memproyeksikan suasana tradisional Kyoto, sementara bagian dalamnya menampilkan nuansa nyaman pedesaan. Omo cafe terletak di dekat Pasar Nishiki-Koji sehingga mudah diakses. Pastikan untuk meluangkan waktu Anda dan nikmati makanan lezat dengan bahan-bahan tradisional Kyoto.

Mumokuteki Cafe

Mumokuteki adalah istilah yang berarti "tanpa tujuan", dan kafe ini dirancang dengan konsep membayangkan kehidupan melalui kesederhanaan berbagai elemen yang meliputi, makan, memotong, membangun, memanfaatkan, mengetahui, dan merasakan. Mumokuteki juga memiliki departemen "pakaian" serta departemen "pertanian", dan kafe ini adalah tambahan baru dari merek mereka yang sedang berkembang. Makan siang sehat dan alami merupakan hidangan paling dikenal di sini. Bahkan, beras mereka diperoleh dari pertanian yang dikelola oleh perusahaan mereka sendiri, yang disebut Mumokutekimai.

Tofu hamburg menjadi hidangan yang paling direkomendasikan untuk dicoba jika Anda datang ke Mumokuteki. Renyah di luar dan lembut di dalam, tofu ini memiliki sentuhan rasa halus yang enak dan ringan di perut.

Ditata dengan elegan, kafe ini juga mempunyai ruang keluarga terpisah serta menghadirkan suasana nyaman untuk membawa serta buah hati Anda.
 

Sisa-sisa Arsitektur Retro Meiji: 5 Pilihan Tempat Makan Siang di Sanjo

Niomon Uneno

Uneno adalah restoran udon kuno dengan reputasi tinggi untuk dashi gurihnya yang bebas zat aditif. Minya memiliki tekstur lembut dan dibuat lebih tipis dari mi udon biasa agar menyatu sempurna dengan kaldu. Restoran populer ini juga telah diliput oleh berbagai media. Suasana cerah dan santai adalah aspek menarik lainnya yang bisa Anda temukan di Uneno.

Dashi autentik mereka dibuat dengan memanaskan bonito dan kombu (sejenis rumput laut) secara perlahan, dan Uneno merasa sangat bangga karena dapat menyajikan dashi yang benar-benar istimewa. Masing-masing ikan katsuo (bonito) dikukus di dalam seiro (keranjang yang digunakan untuk mengukus makanan), kemudian diparut dengan hati-hati menjadi serpihan sambil menggerakkan bagian punggung, perut, dan daging ikan. Selain bonito, bahan-bahan lain, seperti Rishiri kombu, jamur Oita Shiitake, ikan sarden Kumamoto, dan makarel juga digunakan dalam menyiapkan dashi. Jika Anda menyukai kuah Jepang yang gurih, tetapi memiliki rasa ringan, Anda harus mencoba kuah udon ini.

Restoran Soba Cina Tanpa Nama

Mungkin Anda bingung dengan judul di atas, tetapi memang benar adanya bahwa ini adalah sebuah restoran tanpa nama. Anonimitas eksentrik tidak berhenti di situ, karena mereka juga tidak memiliki papan tanda toko dan nomor telepon. Anda hanya akan melihat bangunan dengan eksterior yang bagus dan interior minimalis. Di sini, Anda dapat menikmati makanan tanpa gangguan.

Mengingat kurangnya berbagai aspek restoran, Anda mungkin akan mempertanyakan rasanya. Namun, itu jauh dari perkiraan Anda. Ramen yang mereka sajikan dipenuhi bermacam-macam sayuran, dan dashinya dibuat dengan ayam dan daging untuk menciptakan kaldu jernih serta menyehatkan. Di luar dari ekspektasi Anda, restoran populer ini justru selalu memiliki antrean panjang bahkan sebelum mereka buka. Sangat layak dicoba, bukan?

Tousuiro Cabang Kiyamachi

Jika Anda cukup familier dengan masakan Kyoto, mungkin Anda tahu yudofu, atau tofu rebus, yang merupakan makanan khas Kyoto, dan Tousuiro adalah restoran yang berspesialisasi dalam menyajikan kombinasi hidangan tofu.

Interior restoran dibuat tetap sama seperti pada era Taisho (1912-1926), dan perabotannya memancarkan sentuhan kuno yang memberi Anda kesan Jepang di masa lalu.

Pilihan paling rekomendasi di sini adalah hidangan tofu kaiseki (makanan lengkap tradisional Jepang). Masing-masing hidangan tersebut dibuat untuk mengeluarkan rasa terbaik dari kacang kedelai. Setiap hidangan kaiseki dapat berbeda tergantung pada bahan-bahan yang dapat diperoleh setiap musim. Jika Anda datang di musim berbeda, Anda bisa merasakan cita rasa yang hanya ada di waktu tertentu di sepanjang tahun.

8Garden Miyako’s Kitchen

8Garden Miyako's Kitchen terletak di lantai 8 gedung komersial "mina Kyoto".  Karakteristik yang menonjol dari restoran ini adalah 25 kursi teras. Pemandangan dan interior yang indah di sini juga sangat diminati para pengunjung. Mereka mempromosikan kehidupan yang sehat melalui pilihan makanan bergizi.

Di 8Garden, produk alami yang disaring dengan cermat digunakan untuk menyiapkan hidangan obanzai (masakan rumahan tradisional Kyoto) yang luar biasa nikmat. Manajer mereka adalah seorang ahli gizi berlisensi yang memanfaatkan sepenuhnya sayuran organik dari perkebunan Morita di Kamigamo. Restoran ini menampilkan suasana elegan dan modern Kyoto.

Shiunsen

Shiunsen adalah restoran yang menyajikan hidangan soba kappo (tradisional Jepang). Karakter Jepang pada plang toko dan gorden sederhana, tetapi indah sudah dapat menunjukkan kemewahan dari sebelum Anda menginjakkan kaki ke dalam. Di sini, Anda akan menemukan berbagai hidangan yang dibuat dengan sayur-sayuran dari Ohara dan ikan dari Wakasa, serta tempura yang digoreng dengan terampil dan soba khas Shiunsen. Soba yang disajikan adalah ju-wari soba, terbuat dari 100% gandum. Rasa kasar pada mi menyatu sempurna dengan bahan-bahan musiman Jepang lain sehingga menciptakan kelezatan rasa yang sayang untuk dilewatkan.

Sudachi (buah jeruk hijau, kecil, dan bulat) oroshi soba mereka sangat direkomendasikan untuk dicoba. Irisan bulat sudachi dan daikon parut ditata dengan apik di atas soba. Rasa lembut dashi diracik dengan aroma jeruk segar dari sudachi dan dasar gandum soba. Tempura di sini juga dibuat dengan bahan-bahan terbaik sehingga menghasilkan kerenyahan yang pasti akan membuat Anda ketagihan.

Diselimuti oleh Alam: 5 Rekomendasi Tempat Makan Siang di Ohara

Kirin

Kirin adalah kafe tepi sungai yang ada di kawasan perdesaan di Ohara. Terletak di tengah ketenangan pemandangan alam yang megah, kafe ini dibangun dengan merenovasi rumah tradisional tua. Eksterior dan interior tua yang indah telah menyatu harmonis dengan kenyamanan modern.

Bola nasi mereka yang dibentuk seukuran sekali suap dibuat dengan bahan-bahan dari komunitas agraris di Ohara, sedangkan sayur-sayuran segar digunakan dalam hidangan obanzai serta sebagai ragam pilihan untuk prasmanan salad. Selain itu, di sini Anda juga dapat mencoba berbagai hidangan lezat lainnya, seperti french toast yang dibuat dengan telur dari peternakan lokal, berbagai hidangan nikmat yang tampak seperti kerajinan tangan, makanan manis dengan tampilan yang sempurna, dan cheesecake spesial yang dibuat dari hasil kolaborasi kedai kopi di dekatnya. Jika Anda hendak pergi ke atau dari Kuil Sanzenin, ini adalah tempat ideal untuk Anda kunjungi.

Tanbajaya

Anda dapat menemukan Tanbajaya di sebuah bangunan yang tampak seperti rumah tradisional Kyoto di jalur menuju ke Kuil Jakkoin. Luar biasanya, restoran ini menyediakan kotatsu (meja kayu rendah dengan pemanas) untuk makan siang. Apabila Anda ingin merasa lebih dekat dengan bentang alam Ohara yang indah, kursi di luar ruangan juga tersedia.

Masakan hangat dengan rasa bersahaja bisa Anda nikmati pada soba dan nabeyaki udon mereka. Tanbajaya juga menawarkan agar-agar yang dibuat dengan shiso merah (herbal terkenal dari Ohara), serta berbagai hidangan lainnya yang menampilkan beragam rasa dari kombinasi kreatif. Suasana restoran yang tenang tentu akan memberikan Anda waktu istirahat singkat yang menyenangkan.

Rogawajaya

Rogawajaya adalah rumah teh yang harus Anda kunjungi untuk menikmati soba dan udon lezat. Di dalamnya, Anda bisa menemukan zashiki (meja rendah pada lantai tatami) dan ruangan yang dipisahkan oleh pintu geser shoji. Keduanya merupakan item standar yang ada di rumah tradisional Jepang. Terlebih lagi, alunan suara musik dari koto (alat musik petik tradisional Jepang) yang dipasang juga semakin menambah kekhasan susana pedesaan Kyoto.

Udon yang disajikan di sini sedikit berbeda dari udon yang biasa Anda coba karena diberi rasa sayuran. Mereka menawarkan beberapa jenis udon, seperti wortel, shisho khas Ohara, dan bahkan labu. Kami sarankan untuk mencoba berbagai varian udon untuk menemukan cita rasa yang tepat dengan selera Anda.

Hanji

Tamago kake gohan (telur mentah dan shoyu disajikan di atas nasi) di Hanji dibuat dengan menggunakan telur fertil dari ayam Ohara. Jika dilihat dari luar, restoran ini memiliki tampilan yang sedikit antik. Di bagian depan, Anda bisa melihat lentera merah bertuliskan "Hanji".

Tamago kake gohan mereka sering menjadi buah bibir. Namun, cita rasa dari telur mentah dan nasi panas di sini dijamin tidak akan Anda temukan di tempat lain, bahkan orang-orang yang biasanya tidak menyukai hidangan ini harus mengakui kelezatannya. Selain tamago kake gohan, mereka juga menghadirkan menu soba dan sup miso. Jika itu belum cukup mengenyangkan, masih ada hidangan lainnya yang siap memuaskan Ana.

Gyozanen

Sebelum masuk ke Gyozanen, Anda harus melewati tangga yang dipenuhi dengan lumut. Restoran ini berada di lokasi yang mewujudkan estetika Jepang yang disebut wabisabi, atau apresiasi terhadap keindahan alami dan bersifat sementara dari objek-objek alam. Bagian luar restoran akan diselimuti warna hijau saat musim semi dan berubah menjadi merah ketika musim gugur, sungguh lokasi yang sangat sempurna untuk membenamkan diri pada unsur-unsur alam.

Salah satu pilihan yang paling direkomendasikan di sini adalah Ohara ladies bento ajisai set seharga 4000 yen. Memang sedikit mahal, tetapi jubako (kotak dekoratif untuk menyajikan makanan tradisional) 3 tingkatnya mencakup campuran sashimi yang dibuat dengan ikan yang diperoleh dari sungai di dekatnya, serta berbagai lauk matang. Selain itu, jika memesan menu ini, Anda bisa mendapatkan kesempatan untuk berendam di onsen yang berada tepat disebelahnya. Dengan kata lain, Anda bisa mendapatkan penawaran two for one! Layak untuk dicoba, bukan?

Tempat Wisata Populer! 5 Tempat untuk Makan Siang di Arashiyama

Saga Tofu Cabang Utama Ine

Arashiyam adalah distrik di pinggiran kota Kyoto yang terkenal dengan kuil-kuil kuno dan bersejarah. Transformasi pemandangan indah dari keempat musim pun bisa Anda lihat dengan jelas di sini. Ine dapat ditemukan di dekat salah satu kuil di Tenryuji. Mereka berspesialisasi dalam menyajikan saga tofu (nama tahu putih bertekstur lembut di Kyoto) dan sakuramochi (kue beras Jepang dengan pasta kacang merah). 

Karakter Jepang yang bertuliskan “Saga Tofu Ine” terpampang indah pada lentera di depan restoran, dan di lantai dua, Anda dapat melihat pemandangan alam Arashiyama yang berlimpah.

Masakan Kyoto yang menggunakan dashi (kaldu) dengan serpihan bonito dipakai untuk menambah rasa, sedangkan hidangan seperti tofu dan yudofu (tofu rebus) dibuat dengan bahan-bahan nabati pilihan. Yudofu sangat cocok dipadukan bersama kombu (rumput laut) sedikit asam yang dicampur dengan ponzu (kecap yang dibumbui jeruk). Itu akan mengeluarkan umami (rasa gurih Jepang) dari dashi. Jika Anda ingin menyantap makan siang yang lezat dan bernutrisi, Ine siap menyajikannya untuk Anda.

Gyatei

Sayuran Kyoto adalah komponen utama dari setiap masakan Kyoto, dan Gyatei memanfaatkannya dalam membuat prasmanan populer yang terdiri dari bermacam-macam hidangan obanzai. Pastikan untuk mencoba hidangan andalan mereka, yaitu obanzai sushi dan nigirizushi.

Ada lebih dari 30 hidangan obanzai yang bisa Anda pilih. Masing-masingnya memiliki kualitas estetika yang sudah tidak perlu diragukan. Warna-warni mosaik dari sayur-sayuran juga menjadi daya tarik lain yang dapat Anda nikmati tidak hanya secara visual, tetapi juga lezat untuk disantap. Gyatei khususnya sangat populer di kalangan wanita karena masakannya baik untuk diet. Tidak heran, restoran ini selalu dipenuhi pelanggan saat akhir pekan.

Daizen

Daizen menambahkan satu atau dua improvisasi pada sushi Kyoto buatannya. Hal itulah yang membedakannya dari sushi Edomae, atau sushi yang berasal dari kota yang sekarang disebut dengan Tokyo. Begitu masuk ke adalam restoran, Anda bisa merasakan nuansa retro dari era Taisho dengan suasana nostalgia.

Hidangan terpopuler di Daizen adalah saba sugata sushi (sushi dengan bentuk ikan makarel). Sebelum dihidangkan, bagian dalam ikan makarel dibersihkan terlebih dahulu, lalu diisi dengan nasi cuka sushi. Kemudian, seluruh ikan dibalut dengan kombu agar rasanya dapat meresap masuk. Tekstur padat dari ikan sangat cocok dimakan bersama nasi. Di saat yang sama, reputasi mereka tidak hanya terbatas pada rasa dan suasana restorannya saja, ketelitian serta keramahtamahan mereka juga akan meninggalkan kesan mendalam bagi para pelanggan yang datang. Di Daizen, Anda benar-benar dapat menikmati sushi mewah dengan suasana yang nyaman dan tenang.

Arashiyama Yoshimura

Yoshimura berlatih setiap pagi untuk membuat soba mereka dari awal menggunakan bunga gandum yang dihaluskan menggunakan batu giling. Restoran ini juga terletak di lokasi yang indah dengan pemandangan Jembatan Togetsukyo, salah satu tempat wisata utama di Arashiyama.

 

Soba yang dibuat oleh pengrajin berpengalaman di Yoshimura sungguh istimewa. Selain memiliki ketebalan dan kepadatan yang sama, mi soba ini akan terasa jauh lebih lezat ketika disantap dengan saus celup andalan mereka. Penambahan sejumlah bawang hijau dan wasabi juga dapat merubah warna rasa sehingga memberikan Anda kelezatan yang tiada tandingannya. 

Anda bisa datang ke sini untuk menikmati soba, atau hanya sekedar mampir untuk mengagumi pemandangan alam yang indah.

Tenzan no Yu Dining

Koki di sini menyiapkan makanan berdasarkan musim dan hanya menggunakan bahan-bahan paling segar pada waktu tertentu dalam setahun. Restoran ini dibangun berdampingan dengan fasilitas onsen bernama “Tenzan no Yu”.

Jika melihat menu mereka, Anda dapat menemukan banyak sekali pilihan makanan yang utamanya berfokus pada hidangan Jepang. Hidangan yang tersedia di sini sangat beragam, di antaranya ada Ikesu (dibuat dengan ikan segar dari tangki ikan restoran), kushiyaki (sate goreng), hidangan matang lainnya, hidangan gorengan, hidangan teppan (dipanggang di atas wajan besi), mi, dan paket makanan. Bahkan, mereka juga menawarkan makanan Barat, lho.

Nikmati Makan Siang Hannari di Kyoto Sambil Membenamkan Diri dalam Suasana Tradisi Budaya di Ibu kota Tua

Kyoto, kota yang tetap mempertahankan keanekaragaman budaya Jepang dan menjadi salah satu tempat terbaik untuk menikmati hidangan tradisional Jepang. Tidak hanya makanan lokal yang lezat, Kyoto bahkan menawarkan pemandangan alam yang menawan. "Hannari" adalah istilah yang digunakan di daerah selatan, wilayah Kansai Jepang untuk mendeskripsikan kelembutan serta kelincahan di saat bersamaan, dan ibu kota tua ini sangat mencerminkan arti kata itu.

 

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di FacebookTwitter, atau Instagram!

Diterjemahkan dan diterbitkan ulang dengan izin dari: SPIRA (dulunya dikenal sebagai Relux Magazine)
Anda dapat memesan hotel melalui Relux (dijalankan oleh SPIRA) dengan klik di sini!

The information in this article is accurate at the time of publication.

Wisata

Hotel & Ryokan

Shopping

Cari Restoran