17 Fakta yang Mungkin Belum Anda Ketahui Tentang Kabuki

Sebagian besar orang mungkin pernah mendengar istilah Kabuki, tetapi tahukah Anda apa itu sebenarnya? Berikut adalah 17 fakta untuk menambah wawasan Anda tentang seni panggung tradisional Jepang yang luar biasa ini!

Seluruh Jepang

Budaya Jepang

1. Kabuki (歌舞伎) adalah salah satu seni tradisional Jepang yang diakui sebagai aset budaya takbenda.

Kabuki ditetapkan sebagai aset budaya takbenda pada tahun 1965. Kemudian, di tahun 2005 giliran UNESCO yang mengakui Kabuki sebagai salah satu dari 43 Mahakarya Lisan dan Warisan Takbenda Manusia. Pada tahun 2009, Kabuki dinobatkan sebagai Warisan Budaya Takbenda. Seperti yang Anda tahu, kabuki adalah seni tradisional yang sangat dihargai di seluruh dunia.

2. Kabuki berasal dari kata kabuku (傾く).

Kabuku adalah kata arkais dari katamuku (傾く), yang berarti bersandar. Dari akhir periode Sengoku hingga awal zaman Edo, orang yang berpakaian mencolok dan melakukan hal-hal yang tidak terpikirkan disebut kabukimono (かぶき者). Orang-orang kabukimono menciptakan tarian yang disebut kabuki odori (かぶき踊り). Tarian ini menampilkan gerakan dan pakaian mencolok yang tidak terpikirkan saat itu.

3. Kabuki odori diciptakan oleh seorang wanita, Okuni (お国).

Tidak diketahui dengan jelas siapa sebenarnya wanita ini, tetapi ia adalah orang pertama yang muncul dalam literatur untuk mempraktikkan kabuki odori. Kala itu, kabuki odori pertama mengisahkan tentang kabukimono yang menggoda seorang wanita di kedai teh. Kisah tersebut berisi beberapa materi erotis.

4. Kabuki di masa lalu dimainkan oleh youjyo (遊女).

Youjyo adalah pekerja seks. Jenis kabuki yang dimainkan oleh mereka disebut youjyo kabuki (遊女歌舞伎). Alat musik baru "Shamisen" mulai diperkenalkan ke dalam pertunjukan kabuki saat itu. Youjyo yang akan naik ke panggung menutupi dirinya dengan bulu harimau atau panter.

5. Kabuki dulunya dimainkan oleh laki-laki muda.

Kabuki yang dimainkan oleh sekelompok laki-laki muda disebut wakashu kabuki (若衆歌舞伎). Sebagian besar aktor tersebut juga melakukan pekerjaan seks ke pelanggan pria mereka. Pertunjukan wakashu kabuki mengandung unsur homoseksual.

6. Popularitas youjyo dan wakashu kabuki melambung tinggi hingga menyebabkan insiden berdarah dan memaksa pemerintah melarangnya.

Popularitas kabuki yang melambung tinggi menimbulkan insiden berdarah karena para pelanggan mulai memperebutkan youjyo atau wakashu. Meskipun telah dilarang pelaksanaannya oleh pemerintah, tidak mudah menghilangkan kabuki yang telah terlanjur mengakar kuat dalam masyarakat Jepang. Butuh waktu sekitar 10 tahun untuk benar-benar membungkam mereka.

7. Sekarang, semua aktor kabuki adalah laki-laki.

Jenderal, saudagar, anak-anak, pangeran, putri, pekerja seks, wanita muda, wanita tua, hantu, dan berbagai peran lainnya, semua dimainkan oleh laki-laki. Cara gerak dan pakaian yang dikenakanlah yang membedakan peran mereka. Secara pribadi, saya sangat kagum dengan cara mereka membawakan peran wanita.

8. Ada dua tema program: kabuki kyougen (歌舞伎狂言) dan kabuki buyou (歌舞伎舞踊).

Kabuki kyougen membawakan cerita yang benar-benar terjadi di masa lalu (contoh: kematian seorang jenderal), atau cerita fiksi yang berlatar era tertentu. Di sisi lain, kabuki buyou mengutamakan tarian karena kata buyou (舞踊) sendiri berarti tarian. Jika Anda baru mengenal kabuki, saya merekomendasikan Anda menonton kabuki buyou terlebih dahulu. Anda tidak perlu mengerti apa yang mereka katakan karena pertunjukannya lebih didominasi tarian.

9. Kabuki kyougen didasarkan pada dunia yang sama.

Di dalam cerita kabuki kyogen, karakter yang muncul diambil dari tokoh-tokoh dari era tertentu (benar ada), tetapi mereka mengubah plotnya. Alhasil, ada beberapa cerita yang memiliki setting dunia yang sama, tetapi dengan plot berbeda.

10. Nama-nama program kabuki sangat sulit dibaca, jadi semuanya memiliki nama julukan.

Pada zaman Edo, orang suka menamai program kabuki menggunakan huruf homofonik atau huruf yang memiliki jumlah goresan ganjil. Akibatnya, ada program-program yang namanya tidak dapat dibaca dengan benar. Untuk menjembatani masalah ini, sekarang program kabuki memiliki nama julukan. Misalnya, julukan untuk Miyakodori Nagareno Shiranami (都鳥廓白波) adalah Shinobu no Souta (忍の惣太). 

11. Ada aturan tidak tertulis yang menyatakan bahwa orang berpakaian hitam tidak terlihat di atas panggung.

Orang-orang berpakaian hitam disebut kurogo kouken (黒衣後見). Mereka bertugas memindahkan atau menyerahkan alat peraga kepada para aktor, dan keberadaannya seolah-olah tidak terlihat, baik oleh aktor kabuki sendiri maupun penonton.

12. Seluruh pertunjukan mengikuti irama hyoushigi (拍子木).

 

Hyoushigi adalah bagian penting dari kabuki karena berfungsi untuk mengumumkan awal atau akhir pertunjukan, membuat ritme dialog para aktor,  memperkuat citra para aktor saat mereka melangkah, dan sebagainya. Terkadang, mereka memukul lantai panggung dengan hyoushigi, yang disebut tsukeita (ツケ板).

13. Riasan kabuki sangatlah unik.

Riasan kabuki berbeda untuk setiap karakter. Semakin tidak manusiawi karakternya, misalnya hantu dan iblis, semakin aneh riasannya. Garis riasan menekankan otot dan pembuluh darah pada wajah. Merah digunakan untuk karakter yang baik, biru untuk musuh, dan coklat untuk iblis atau goblin. Metode riasan dalam kabuki disebut Kumatori (隈取), seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas.

14. Ketika aktor berhenti dan berpose, itu adalah klimaks dari bagian cerita tersebut, tetapi tidak menghentikan alur pertunjukan.

Momen ketika aktor berhenti dan berpose disebut Mie (見得). Tujuannya untuk menciptakan klimaks pada bagian tertentu tanpa harus memperlambat alur pertunjukan. Ini seperti stop motion pada film. Mie menekankan keindahan seluruh panggung, termasuk sang aktor.

15. Ketika seseorang berteriak selama Mie, itu bukan hinaan, melainkan pujian!

Terikan ini disebut kakegoe (掛け声). Para penonton meneriakkan nama sang aktor untuk memuji kepiawaian aktingnya. Namun, perlu diketahui, kakegoe hanya dilakukan oleh penonton profesional. JANGAN PERNAH MENCOBA MELAKUKANNYA JIKA ANDA MASIH PEMULA.

16. Para aktor mewarisi nama panggung.

Nama panggung aktor kabuki disebut Myouseki (名跡), sedangkan tindakan mewarisi nama panggung disebut Shuumei (襲名). Setelah para aktor mendapatkan pengalaman yang memadai, mereka mewarisi nama-nama panggung yang sudah terkenal. Seringnya, anak kandung dari sang aktor yang akan mewarisi nama tersebut, tetapi ada pula yang diwarisi ke orang lain tergantung dari keterampilan dan teknik mereka. Saat para aktor mewarisi nama panggung terkenal, mereka mengumumkannya di atas panggung. Selain Myouseki, aktor kabuki juga menyertakan Yagou (屋号), yang merupakan nama keluarga.

17. Musik Kabuki adalah bagian inti dari pertunjukan.

Musik kabuki dapat dimainkan dengan nyanyian atau sejumlah instrumen, seperti drum kecil, suling Jepang, shamisen, dan lain-lain. Diiringi irama hyoushigi, musik kabuki terdengar sangat unik.

 

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di Facebook!

The information in this article is accurate at the time of publication.

About the author

sakowako.yum
sakowako.yum

Cari Restoran