12 Hal yang Perlu Diingat: Kereta Jepang

Anda mungkin berpikir sudah mengetahui tentang etiket naik kereta di Jepang, tetapi sejauh manakah yang telah Anda pelajari? Bacalah daftar ini untuk memastikan Anda memahami semua etiketnya. Lebih baik berjaga-jaga untuk tetap aman agar terhindar dari masalah.

Seluruh Jepang

Travel Tips

Ada banyak sekali kereta di Tokyo. Anda bahkan bisa pergi ke mana pun hanya dengan menggunakan alat transportasi umum ini. Akan tetapi, perlu Anda ketahui bahwa naik kereta juga ada etiket tersendiri. Berikut adalah 12 hal penting yang perlu diingat ketika naik kereta di Jepang.

1. Di peron, berdirilah di belakang garis kuning.

66660864_4ded140b0e_z

IMG_3935/flickr

4746016166_cca0443de2_z

keyaki/flickr

Penting untuk selalu mengingat bahwa Anda harus berdiri di belakang garis kuning (di bagian yang bukan tempat jalur kereta). Jumlah kecelakaan akibat terjatuh dari peron atau kasus orang yang dengan sengaja didorong jatuh ke rel kereta tidaklah sedikit. Beberapa perusahaan kereta sudah memiliki pintu penghalang yang inovatif untuk mencegah hal ini terjadi, tetapi selalu berjaga-jaga agar tetap aman dan meningkatkan kesadaran diri juga sangat dibutuhkan. Selain itu, ada beberapa tonjolan di ubin peron, jadi jangan letakkan barang bawaan Anda di bagian atasnya.

2. Jangan mendekati atau mengintip ke arah rel kereta.

6339842177_0fc98f13d3_z

muzina_shanghai/flickr

Saya tahu ini adalah hal umum yang sudah diketahui banyak orang, tetapi tidak pernah cukup untuk selalu diulang. JANGAN MENDEKATI ATAU MENGINTIP KE ARAH REL KERETA. Anda mungkin merasa memiliki refleks yang cepat, namun bisa saja Anda mabuk atau kurang penilaian; tanpa disadari kereta bisa saja datang dan Anda tidak dapat menghindar tepat waktu. Jika Anda ingin melihat gambar rel kereta, tanyakan kepada petugas stasiun.

3. Saat kereta tiba, tunggu sampai semua orang turun, baru Anda naik.

11677808673_79644f82b6_z

tokyoform/flickr

Ingatlah untuk selalu mendahulukan penumpang yang turun, barulah Anda naik. Jika tidak, Anda akan bertabrakan satu sama lain dan percayalah itu bukan hal yang menyenangkan.

 4. Jangan mendorong, kesabaran adalah suatu kebaikan.

5194505153_5a2b191d31_z

Wry2010/flickr

Saya tahu keadaan saat sedang ramai-ramainya, terutama di kereta yang penuh, situasinya bisa sangat menjengkelkan. Namun demikian, JANGAN SALING MENDORONG. Apabila Anda saling mendorong ketika akan turun dari kereta, seseorang atau bahkan banyak orang akan terjatuh, dan yang lebih parah lagi orang bisa terluka. Beberapa stasiun memiliki celah yang ekstrem antara kereta dan peron, jadi sesuatu yang tidak diinginkan bisa saja terjadi. Bersabarlah, karena tanpa harus terburu-buru Anda tetap akan sampai di tempat tujuan.

5. Duduk di kursi prioritas hanya ketika tidak ada orang yang membutuhkannya di sekitar Anda.

 

Kursi prioritas (menggunakan warna yang lebih cerah) biasanya akan berbeda dari kursi reguler, kadang-kadang terdapat stiker yang menunjukkan gambar orang-orang yang diprioritaskan. Penyandang cacat, lansia, wanita hamil, dan orang yang membawa anak, atau orang yang tidak bisa berdiri terlalu lama bisa duduk di sana.

Jika tidak ada, Anda dapat duduk di kursi tersebut. Namun, berikanlah tempat duduk Anda jika melihat salah satu orang yang diprioritaskan ada di sekitar Anda. Hal ini juga berlaku pada kursi reguler saat kereta sedang penuh.

Bagi Anda yang ingin tahu seperti apa kursi prioritas (gambar di atas) dan stiker petunjuknya (gambar di bawah), lihat gambar:

pixta_21182745_s

PIXTA

6. Di kereta yang penuh, atur posisi diri atau duduk Anda.

 

Aturlah posisi diri atau duduk Anda saat kereta sedang penuh agar tidak mengenai orang lain. Tidak ada yang suka tertendang atau tersikut orang lain, bukan? Berperilaku baiklah.

7. Jika Anda berdiri, berpeganganlah pada tiang atau tali pegangan tangan ketika kereta berjalan.

5064538274_8f58c19df1_z

pan vanessa/flickr

Kereta bisa saja berhenti mendadak. Berpeganganlah pada tiang atau tali pegangan tangan ketika kereta sedang berjalan agar Anda tidak terjatuh . 

8. Jangan berbicara dengan suara keras saat kereta sepi.

Jika tidak, orang di sekitar akan melihat Anda dengan tatapan tajam. Atur volume suara Anda.

9. Jaga barang bawaan di kaki Anda, di pangkuan, atau letakkan di rak bagasi di bagian atas.

Jangan menaruh barang bawaan Anda sembarangan. Jauhkan dari area orang berlalu-lalang. Jika Anda membawa tas punggung (backpack), lepaskan dan letakkan di kaki Anda.

10. Jangan makan atau minum.

2937021829_0115818ab9_z

Yumi Kimura/flickr

Cobalah untuk tidak makan dan minum di dalam kereta karena ada kemungkinan Anda bisa menumpahkannya. Apabila Anda merasa lapar atau haus yang tidak tertahankan, pastikan Anda menjaga kebersihan dan tidak terlalu menarik perhatian orang lain. Hindari makanan dengan bau yang kuat atau mudah tumpah/berantakan (seperti kopi pada gambar di atas).

Di sisi lain, kereta ekspres khusus seperti Shinkansen memperbolehkan Anda untuk makan dan minum. Bahkan ada yang menjual kotak makan siang yang disebut dengan ekiben.

11. Ketika Anda tidak bisa lewat saat hendak turun, keluarkan suara lantang yang tidak terlalu berlebihan.

Saya ulangi: JANGAN MENDORONG. Terkadang, orang akan membalas mendorong dan Anda bisa melewatkan stasiun perhentian. Tidak perlu mengucapkan dalam bahasa Jepang, cukup gunakan suara yang bisa didengar orang lain. Apabila Anda ingin mengatakannya dengan bahasa Jepang, katakan "Orimasu" (Saya mau turun). 

12. Jangan melanggar peraturan tentang etiket di kereta, apa pun itu.

2576474788_7fab52db75_z

tokyoform/flickr

Jangan membuang sampah sembarang, merokok, menyalakan api, membuka paksa pintu, melukai seseorang, dan lain-lain. Anda pasti akan ditangkap. Tentu saja, hal ini tidak hanya berlaku di dalam kereta, tetapi di mana pun Anda berada. Gunakanlah akal sehat.

Cek juga:

The Japanese Commuter Train System: A Comprehensive Guide

The information in this article is accurate at the time of publication.

Wisata

Hotel & Ryokan

Shopping

Cari Restoran