Mengenal Lebih Dekat Industri Kerajinan Tradisional Jepang: Tekstil, Keramik, Boneka, Kokeshi, dan Lainnya!

Artikel ini adalah ringkasan kolektif dari daftar kerajinan tradisional Jepang yang ditunjuk oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang. Daftar lengkap berikut mencakup keranjinan yang ditunjuk, serta nama-nama daerah tempat kerajinan tersebut diproduksi.

Seluruh Jepang

Budaya Jepang

Tekstil / Pola Tenun

Alat tenun digunakan untuk menenun benang alami dari rami, kapas, atau sutra sesuai dengan pola yang telah ditetapkan. Tekstil memiliki sejarah yang sangat panjang. Hal itu bisa dilihat dari penemuan kain rami di reruntuhan Mesir yang berasal dari 4.000 SM. Tekstur kain yang ditemukan pada gerabah pun menunjukkan bahwa alat tenun telah dipraktikkan di Jepang sejak lebih dari 2.000 tahun lalu.

Benang-benangnya diwarnai sesuai dengan tujuan penggunaan kain tersebut, dan kimono yang selanjutnya dibuat dapat digunakan untuk penggunaan sehari-hari atau acara-acara khusus.

1. 二風谷アットウシ    Nibutani-attus (Tenun), Hokkaido
2. 置賜紬    Oitama-Pongee (Tenun), Yamagata
3. 羽越しな布    Uetsu-Shinafu (Tenun), Yamagata/Niigata
4. 奥会津昭和からむし織    Oku-Aizu-Showa-Karamushi-Ori (Tenun), Fukushima
5. 結城紬    Yuki-Tsumugi (Tenun), Tochigi
6. 伊勢崎絣    Isesaki-Gasuri (Tenun), Gunma
7. 桐生織    Kiryu-Ori (Tenun), Gunma
8. 秩父銘仙    Chichibu-Meisen (Tenun), Saitama
9. 村山大島紬    Murayama-Oshima-Tsumugi (Tenun), Tokyo
10. 本場黄八丈    Honba-Kihachijo (Tenun), Tokyo
11. 多摩織    Tama-Ori (Tenun), Tokyo
12. 塩沢紬    Shiozawa-Tsumugi (Tenun), Niigata
13. 本塩沢    Hon-Shiozawa (Tenun), Niigata
14. 小千谷縮    Ojiya-Chijimi (Tenun), Niigata
15. 小千谷紬    Ojiya-Tsumugi (Tenun), Niigata
16. 十日町絣    Tokamachi-Gasuri (Tenun), Niigata
17. 十日町明石ちぢみ    Tokamachi-Akashi-Chijimi (Tenun), Niigata
18. 牛首紬    Ushikubi-Tsumugi (Tenun), Ishikawa
19. 信州紬    Shinshu-Tsumugi (Tenun), Nagano
20. 近江上布    Omi-Jofu (Tenun), Shiga
21. 西陣織    Nishijin-Ori (Tenun), Kyoto
22. 弓浜絣    Yumihama-Gasuri (Tenun), Tottori
23. 阿波正藍しじら織    Awa-Shoai-Shjira-Ori (Tenun), Tokushima
24. 博多織    Hakata-Ori (Tenun), Fukuoka
25. 久留米絣    Kurume-Gasuri (Tenun), Fukuoka
26. 本場大島紬    Honba-Oshima-Tsumugi (Tenun), Miyazaki / Kagoshima
27. 久米島紬    Kumejima-Tsumugi (Tenun), Okinawa
28. 宮古上布    Miyako-Jofu (Tenun), Okinawa
29. 読谷山花織    Yuntanza-Hanaori (Tenun), Okinawa
30. 読谷山ミンサー    Yuntanza-Minsa (Tenun), Okinawa
31. 琉球絣    Ryukyu-Kasuri (Tenun), Okinawa
32. 首里織    Shuri-Ori (Tenun), Okinawa
33. 与那国織    Yonaguni-Ori (Tenun), Okinawa
34. 喜如嘉の芭蕉布    Kijoka-No-Bashofu (Tenun), Okinawa
35. 八重山ミンサー    Yaeyama-Minsa (Tenun), Okinawa
36. 八重山上布    Yaeyama-Jofu (Tenun), Okinawa
37. 知花花織    Chibana-Hanaori (Tenun), Okinawa
38. 南風原花織    Haebaru-Hanaori (Tenun), Okinawa

Tekstil/ Pola Pewarnaan

Kain yang ditenun dari sutra atau benang katun diwarnai untuk menghiasinya dengan berbagai desain. Teknik pewarnaan diperkenalkan ke Jepang dari Cina dan Korea pada abad ke-7. Sejak saat itu, teknik pewarnaan dan pewarnaan yang berbeda dikembangkan di Jepang. Ada teknik mewarnai langsung dengan kuas, menggunakan pola stensil untuk membuat pola berulang, atau mengikat kain agar bagian-bagian yang tidak diwarnai dapat membentuk desain, dan berbagai teknik lainnya.

Kimono yang terbuat dari kain dengan warna indah dan desain halus dipakai untuk acara-acara seremonial.

1. 東京染小紋    Tokyo-Some-Komon (Pewarnaan), Tokyo
2. 東京手描友禅    Tokyo-Tegaki-Yuzen (Pewarnaan), Tokyo
3. 東京無地染    Tokyo-Muji-Zome (Pewarnaan), Tokyo
4. 加賀友禅    Kaga-Yuzen (Pewarnaan), Ishikawa
5. 有松・鳴海絞    Arimatsu-Narumi-Shibori (Teknik Pewarnaan Ikat), Aichi
6. 名古屋友禅    Nagoya-Yuzen (Pewarnaan), Aichi
7. 名古屋黒紋付染    Nagoya-Kuromontsuki-Zome (Pewarnaan), Aichi
8. 京鹿の子絞    Kyo-Kanoko-Shibori (Pewarnaan), Kyoto
9. 京友禅    Kyo-Yuzen (Pewarnaan), Kyoto
10. 京小紋    Kyo-Komon (Pewarnaan), Kyoto
11. 京黒紋付染    Kyo-Kuromontsuki-Zome (Pewarnaan), Kyoto
12. 琉球びんがた    Ryukyu-Bingata (Pewarnaan), Okinawa

Tekstil / Pola Bordir dan Anyaman

Tali anyam dibuat dalam pola berbeda. Sebagian besar bahkan dibuat sebelum abad ke-8 menggunakan benang sutra dengan berbagai jenis alat tenun. Tali dekoratif ini pertama kali digunakan untuk mengikat gulungan sutra pada jubah, dan kemudian pada gagang pedang. Setelah itu, tali anyam dimanfaatkan untuk mengikat benda lainnya seperti obi dan haori. Teknik menenun telah berkembang selama bertahun-tahun. Jadi, sekarang hampir semua pola bisa diproduksi. Di Jepang, bordir juga digunakan untuk menghias pakaian dan baju prajurit sebelum teknik pewarnaan berpola berkembang. Bordir yang telah mencapai kecanggihan teknis diterapkan pada hiasan dinding dan layar, serta diaplikasikan di kimono dan obi.

1. 加賀繍    Kaga-Nui (Bordir), Ishikawa
2. 伊賀くみひも    Iga-Kumihimo (Anyam), Mie
3. 京繍    Kyo-Nui (Bordir), Kyoto
4. 京くみひも    Kyoto-Kumihimo (Anyam), Kyoto

Keramik

Ada dua jenis keramik: tembikar dan porselen. Tembikar dibuat menggunakan tanah liat yang dibakar pada suhu 700℃ - 1300℃. Tembikar bisa diglasir sebelum dibakar atau dibakar tanpa glasir. Daya tariknya ada pada warna glasir atau tampilan alami dari tanah liat yang telah dibakar.

Di sisi lain, porselen dibuat menggunakan remukan toseki (batu keramik) dan dibakar pada suhu 1250 ℃ - 1300 ℃. Selama proses pembakaran, toseki akan berubah menjadi kaca dan sangat keras. Desain berwarna yang dilukis pada permukaan putih bersih akan terlihat sangat jelas.

1. 大堀相馬焼    Obori-Soma-Yaki (Tembikar), Fukushima
2. 会津本郷焼    Aizu-Hongo-Yaki (Keramik), Fukushima
3. 笠間焼    Kasama-Yaki (Tembikar), Ibaraki
4. 益子焼    Mashiko-Yaki (Tembikar), Tochigi
5. 九谷焼    Kutani-Yaki (Tembikar), Ishikawa
6. 美濃焼    Mino-Yaki (Keramik), Gifu
7. 常滑焼    Tokoname-Yaki (Tembikar), Aichi
8. 赤津焼    Akazu-Yaki (Tembikar), Aichi
9. 瀬戸染付焼    Seto-Sometsuke-Yaki (Keramik), Aichi
10. 三州鬼瓦工芸品 Sanshu-Onigawara-Kogeihin (Ubin), Aichi
11. 四日市萬古焼    Yokaichi-Banko-Yaki (Keramik), Mie
12. 伊賀焼   Iga-Yaki (Tembikar), Mie
13. 越前焼    Echizen-Yaki (Tembikar), Fukui
14. 信楽焼    Shigaraki-Yaki (Tembikar), Shiga
15. 京焼・清水焼    Kyo-Yaki-Kiyomizu-Yaki (Keramik), Kyoto
16. 丹波立杭焼    Tamba-Tachikui-Yaki (Tembikar), Hyogo
17. 出石焼    Izushi-Yaki (Porselen), Hyogo
18. 石見焼    Iwami-Yaki (Tembikar), Shimane
19. 備前焼    Bizen-Yaki (Tembikar), Okayama
20. 萩焼    Hagi-Yaki (Tembikar), Yamaguchi
21. 大谷焼    Otani-Yaki (Tembikar), Tokushima
22. 砥部焼    Tobe-Yaki (Porselen), Ehime
23. 小石原焼    Koishiwara-Yaki (Tembikar), Fukuoka
24. 上野焼    Agano-Yaki (Tembikar), Fukuoka
25. 伊万里・有田焼    Imari-Arita-Yaki (Porselen), Saga
26. 唐津焼    Karatsu-Yaki (Tembikar), Saga
27. 三川内焼    Mikawachi-Yaki (Porselen), Nagasaki
28. 波佐見焼    Hasami-Yaki (Porselen), Nagasaki
29. 小代焼    Shodai-Yaki (Tembikar), Kumamoto
30. 天草陶磁器    Amakusa-Tojiki (Porselen), Kumamoto
31. 薩摩焼    Satsuma-Yaki (Keramik), Kagoshima
32. 壷屋焼    Tsuboya-Yaki (Tembikar), Okinawa

> Kerajinan Tradisional Jepang: Panduan Lengkap Keramik Jepang

Pernis

Barang pernis dibuat dengan melapisi getah pernis pada kayu. Getah ini memiliki karakteristik pelapis yang sangat baik sehingga dapat tahan bertahun-tahun tanpa mengelupas, tahan air dan tidak busuk, serta cukup tahan terhadap panas dan listrik.

Produksi barang pernis memakan waktu sangat lama dan membutuhkan banyak proses. Badan kayu harus diberi banyak lapisan pernis sebelum barang akhirnya selesai. Ditambah lagi, permukaannya dihias cemerlang dengan emas, perak, atau cangkang kerang.

1. 津軽塗    Tsugaru-Nuri (Pernis), Aomori
2. 秀衝塗    Hidehira-Nuri (Pernis), Iwate
3. 浄法寺塗    Joboji-Nuri (Pernis), Iwate
4. 鳴子漆器    Naruko-Shikki (Pernis), Miyagi
5. 川連漆器    Kawatsura-Shikki (Pernis), Akita
6. 会津塗    Aizu-Nuri (Pernis), Fukushima
7. 鎌倉彫    Kamakura-Bori (Pernis), Kanagawa
8. 小田原漆器    Odawara-Shikki (Pernis), Kanagawa
9. 村上木彫堆朱    Murakami-Kibori-Tsuishu (Pernis), Niigata
10. 新潟漆器    Niigata-Shikki (Pernis), Niigata
11. 木曽漆器    Kiso-Shikki (Pernis), Nagano
12. 高岡漆器    Takaoka-Shikki (Pernis), Toyama
13. 輪島塗    Wajima-Nuri (Pernis), Ishikawa
14. 山中漆器    Yamanaka-Shikki (Pernis), Ishikawa
15. 金沢漆器    Kanazawa-Shikki (Pernis), Ishikawa
16. 飛騨春慶    Hida-Shunkei (Pernis), Gifu
17. 越前漆器    Echizen-Shikki (Pernis), Fukui
18. 若狭塗    Wakasa-Nuri (Pernis), Fukui
19. 京漆器    Kyo-Shikki (Pernis), Kyoto
20. 紀州漆器    KIsyu-Shikki (Pernis), Wakayama
21. 大内塗    Ouchi Lacquer Ware (Pernis), Yamaguchi
22. 香川漆器    Kagawa-Nuri (Pernis), Kagawa
23. 琉球漆器    Ryukyu-Shikki (Pernis), Okinawa

Bambu dan Kerajinan Kayu

Jepang membentang dari utara ke selatan dan memiliki iklim yang bervariasi. Hujan yang melimpah membuat negeri ini kaya akan kayu dan bambu. Ada beragam teknik yang digunakan untuk membuat barang-barang kayu: merangkai, pembubutan, pembengkokan, ukir, cetak, mosaik, bingkai, dan sebagainya. Bambu dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat keranjang, tiang, busur dan panah, pengaduk teh, kipas lipat dan bundar, lampion kertas, sikat tulis, dan sempoa.

1. 二風谷イタ    Nibutani-Ita (Kerajinan Kayu), Hokkaido
2. 岩谷堂箪笥    Iwayado-Tansu (Furnitur), Iwate
3. 仙台箪笥    Sendai-Tansu (Furnitur), Miyagi
4. 樺細工    Kaba-Zaiku (Kerajinan Kulit Pohon Sakura), Akita
5. 大館曲げわっぱ    Odate-Mage-Wappa (Bentwood), Akita
6. 秋田杉樽桶    Akita-Sugi-Oke-Taru (Kerajinan Kayu), Akita
7. 奥会津編み組細工    Oku-Aizu-Amikumi-Zaiku (Anyaman Keranjang), Fukushima
8. 春日部桐箪笥    Kasukabe-Kiri-Tansu (Furnitur), Saitama
9. 江戸和竿    Edo-Wazao (Tongkat Pancing), Tokyo
10. 江戸指物    Edo-Sashimono (Kerajinan Kayu), Tokyo
11. 箱根寄木細工    Hakone-Yosegi-Zaiku (Marquetry), Kanagawa
12. 加茂桐箪笥    Kamo-Kiri-Tansu (Furnitur), Niigata
13. 松本家具    Matsumoto-Kagu (Furnitur), Nagano
14. 南木曽ろくろ細工    Nagiso-Rokuto-Zaiku (Kerajinan Kayu), Nagano
15. 駿河竹千筋細工    Suruga-Takesensuji-Zaiku (Kisi-Kisi Bambu),  Shizuoka
16. 井波彫刻    Inami-Chokoku (Ukiran Kayu), Toyama
17. 一位一刀彫    Ichii-Itto-Bori (Ukiran Kayu), Gifu
18. 名古屋桐箪笥    Nagoya-Kiri-Tansu (Furnitur), Aichi
19. 越前箪笥    Echizen-Tansu (Furnitur), Fukui
20. 京指物    Kyo-Sashimono (Kerajinan Kayu), Kyoto
21. 大阪欄間    Osaka-Ranma (Kerajinan Kayu), Osaka
22. 大阪唐木指物    Osaka Fine Cabinetry (Kabinet), Osaka
23. 大阪泉州桐箪笥    Osaka-Senshu-Kiri-Tansu (Furnitur), Osaka
24. 大阪金剛簾    Osaka-Kongo-Sudare (Kerai dan Tikar Bambu), Osaka
25. 豊岡杞柳細工    Toyooka-Kiryu-Zaiku (Anyaman), Hyogo
26. 高山茶筌    Takayama-Chasen (Pengaduk Teh), Nara
27. 紀州箪笥    Kishu-Tansu (Furnitur), Wakayama
28. 紀州へら竿    Kishu-Herazao (Tongkat Pancing), Wakayama
29. 勝山竹細工    Katsuyama-Take-Zaiku (Kerajinan Bambu), Okayama
30. 宮島細工    Miyajima-Zaiku (Kerajinan Kayu), Hiroshima
31. 別府竹細工    Beppu-Take-Zaiku (Kerajinan Bambu), Oita
32. 都城大弓    Miyakonojo-Daikyu (Busur), Miyazaki

Kerajinan Logam

Sejak zaman kuno, emas, perak, tembaga, timah, dan besi telah menjadi bahan representatif dalam pembuatan kerajinan logam. Masing-masing logam ini memiliki warna, kilau, dan sentuhannya sendiri sehingga memberikan keindahan yang unik.

Dua teknik utama yang digunakan untuk membuat logam adalah pengecoran dan penempaan. Pengecoran melibatkan  proses penuangan logam cair ke dalam cetakan untuk dibentuk. Di sisi lain, teknik penempaan merujuk pada proses menempa benda-benda datar seperti pisau dan wadah logam.

1. 南部鉄器    Nambu-Tekki (Barang Besi), Iwate
2. 山形鋳物    Yamagata-Imono (Pengecoran), Yamagata
3. 千葉工匠具    Chiba-Koshogu (Pengerjaan Logam), Chiba
4. 東京銀器    Tokyo-Ginki (Barang dari Perak), Tokyo
5. 東京アンチモニー工芸品    Tokyo-Antimony-Kogeihin (Pengecoran), Tokyo
6. 燕鎚起銅器    Tsubame-Tsuki-Doki (Barang Tembaga), Niigata
7. 越後与板打刃物    Echigo-Yoita-Uchihamono (Pengerjaan Logam), Niigata
8. 越後三条打刃物    Echigo-Sanjo-Uchinamono (Pengerjaan Logam), Niigata
9. 信州打刃物    Shinshu-Uchihamono (Pengerjaan Logam), Nagano
10. 高岡銅器    Takaoka-Doki (Barang Tembaga), Toyama
11. 越前打刃物    Echizen-Uchihamono (Pengerjaan Logam), Fukui
12. 堺打刃物    Sakai-Uchihamono (Pengerjaan Logam), Osaka
13. 大阪浪華錫器    Osaka-Naniwa-Suzuki (Barang Timah),  Osaka
14. 播州三木打刃物    Banshu-Miki-Uchihamono (Pengerjaan Logam), Hyogo
15. 土佐打刃物    Tosa-Uchihamono (Pengerjaan Logam), Kochi
16. 肥後象がん    Higo-Zogan (Kerajinan Logam), Kumamoto

 

Altar Buddha Rumah Tangga dan Perlengkapannya

Agama Buddha yang bermula di India pada abad ke-5 SM dibawa ke Jepang di abad ke-6. Namun, baru mulai menyebar di antara masyarakat umum Jepang pada abad ke-13, dan di pertengahan abad ke-17, altar Buddha menjadi bagian umum dalam perlengkapan rumah tangga.

Butsudan adalah altar keluarga yang dinilai penting dalam ajaran Buddha. Biasanya meliputi gambar Buddha dan meja untuk menghormati roh leluhur. Untuk menciptakan Surga atau "Tanah Suci" yang dijanjikan dalam ajaran Buddha, pembuatan butsudan melibatkan beragam keahlian dalam kerajinan tradisional, termasuk kerajinan kayu, logam, dan pernis.

1. 山形仏壇    Yamagata-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Yamagata
2. 新潟・白根仏壇    Nigata-Shirone-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Niigata
3. 長岡仏壇    Nagaoka-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Niigata
4. 三条仏壇    Sanjo-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Niigata
5. 飯山仏壇    Iiyama-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Nagano
6. 金沢仏壇    Kanazawa-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Ishikawa
7. 七尾仏壇    Nanao-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Ishikawa
8. 名古屋仏壇    Nagoya-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Aichi
9. 三河仏壇    Mikawa-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Aichi
10. 尾張仏具    Owari-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Aichi
11. 彦根仏壇    Hikone-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Shiga
12. 京仏壇    Kyo-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Kyoto
13. 京仏具    Kyo-Butsugu (Perlengkapan Agama Buddha), Kyoto
14. 大阪仏壇    Osaka-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Osaka
15. 広島仏壇    Hiroshima-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Hiroshima
16. 八女福島仏壇    Yame-Fukushima-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Fukuoka
17. 川辺仏壇    Kawanabe-Butsudan (Altar Budha Rumah Tangga), Kagoshima

Kertas Washi

Asal mula pembuatan kertas Jepang dapat ditelusuri kembali ke abad ke-6, ketika metode pembuatan kertas tomesuki masuk ke Jepang dari Cina melalui Korea. Sekitar abad ke-8, kertas diproduksi dengan metode nagashisuki di seluruh negeri.

Kertas washi saat ini diproduksi kurang lebih dengan metode tradisional. Selain untuk menulis dan melukis, washi juga digunakan untuk pintu geser shoji, wallpaper, dan lentera. Bahan baku utama membuat washi adalah kozo, mitsumata, ganpi, dan rami Manila.

1. 内山紙    Uchiyama-Gami (Kertas Buatan Tangan), Nagano
2. 越中和紙    Etchu-Washi (Kertas Buatan Tangan), Toyama
3. 美濃和紙    Mino-Washi (Kertas Buatan Tangan), Gifu
4. 越前和紙    Echizen-Washi (Kertas Buatan Tangan), Fukui
5. 因州和紙    Inshu-Washi (Kertas Buatan Tangan), Tottori
6. 石州和紙    Sekishu-Washi (Kertas Buatan Tangan), Shimane
7. 阿波和紙    Awa-Washi (Kertas Buatan Tangan), Tokushima
8. 大洲和紙    Ozu-Washi (Kertas Buatan Tangan),  Ehime
9. 土佐和紙    Tosa-Washi (Kertas Buatan Tangan), Kochi

Alat Tulis dan Sempoa

Alat tulis yang sangat penting dalam kehidupan di Jepang, seperti kuas kaligrafi, batu tinta (lesung tinta), tinta sumi, dan kertas, serta sempoa, semua diperkenalkan ke Jepang dari Cina. Pada abad ke-18, ketika aktivitas komersial, membaca, dan menulis diajarkan kepada masyarakat umum, alat-alat ini mulai digunakan secara luas.

1. 雄勝硯    Ogatsu-Suzuri (Batu Tinta), Miyagi
2. 豊橋筆    Toyohashi-Fude (Kuas Tulis), Aichi
3. 鈴鹿墨    Suzuka-Sumi (Stik Tinta), Mie
4. 播州そろばん    Banshu-Soroban (Sempoa), Hyogo
5. 奈良筆    Nara-Fude (Kuas Tulis), Nara
6. 雲州そろばん    Unshu-Soroban (Sempoa), Shimane
7. 熊野筆    Kumano-Fude (Kuas Tulis), Hiroshima
8. 川尻筆    Kawajiri-Fude (Kuas Tulis), Hiroshima
9. 赤間硯    Akama-Suzuri (Batu Tinta), Yamaguchi

Kerajinan Batu

Kerajinan tangan yang terbuat dari batu antara lain lampion, pagoda kecil bertingkat lima, baskom, dan patung. Dengan masuknya agama Buddha, lentera batu dibawa ke Jepang dari Semenanjung Korea untuk memberika cahaya nazar pada upacara peringatan Buddha.

Selama zaman Heian (794 - 1185), lentera semacam itu mulai muncul di halaman Kuil Shinto untuk memberikan penerangan, dan menjadi salah satu bagian penting dari taman tradisional Jepang sebagai penghias.

1. 真壁石灯篭    Makabe-Ishidoro (Lentera Batu), Ibaraki
2. 岡崎石工品    Okazaki-Sekkohin (Kerajinan Batu), Aichi
3. 京石工芸品    Kyo-Ishi-Kogehin (Kerajinan Batu), Kyoto
4. 出雲石灯ろう    Izumo-Ishidoro (Lentera Batu), Tottori / Shimane

Kerajinan Batu Semi Mulia

Asal mula kerajinan ini berawal dari pembuatan magatama (permata melengkung), kudatama (manik-manik silinder), dan kirikodama (manik-manik polihedral), yang sering ditemukan di makam pada periode Kofun (300 - 710). Selama zaman Nara (710-794) dan Heian, setelah masuknya agama Buddha pada abad ke-6, kristal batu dibuat menjadi berbagai benda keagamaan, seperti rosario Buddha, relik, rol untuk gulungan Buddha, dan lukisan Buddha. Mulai zaman Edo (1603 - 1868) dan seterusnya, bermacam-macam ornamen seperti netsuke dan jepit rambut juga diproduksi, dan jumlah pabrik pun perlahan-lahan bertambah.

1. 甲州水晶貴石細工    Koshu-Suisho-Kiseki-Zaiku (Kerajinan Batu), Yamanashi
2. 若狭めのう細工    Wakasa-Meno-Zaiku (Kerajinan Batu), Fukui

Boneka dan Kokeshi

Boneka secara historis telah digunakan untuk berbagai macam kegunaan. Misalnya, sebagai jimat atau mainan. Tsuchi-ningyo (boneka dari tanah liat) dan boneka kayu ukir sederhana dengan kostum polos pun kemudian berkembang menjadi boneka bernilai seni tinggi dan canggih.

Boneka Kokeshi yang dibentuk dengan mesin bubut dan berdesain cantik dijual dengan harga terjangkau. Tidak heran jika boneka khas Jepang ini menjadi suvenir yang populer.

1. 宮城伝統こけし    Miyagi-Dento-Kokeshi (Boneka Kayu), Miyagi
2. 江戸木目込人形    Edo-Kimekomi-Ningyo (Boneka Kayu), Saitama / Tokyo
3. 岩槻人形    Iwatsuki-Ningyo (Boneka Kayu), Saitama
4. 江戸節句人形    Edo-Sekku-Ningyo (Boneka), Tokyo
5. 駿河雛具    Suruga-Hinagu (Kerajinan Kayu), Shizuoka
6. 駿河雛人形    Suruga-Hina-Ningyo (Boneka), Shizuoka
7. 京人形    Kyo-Ningyo (Boneka), Kyoto
8. 博多人形    Hakata-Ningyo (Boneka), Fukuoka

Kerajinan Lainnya

Kerajinan berikut ini tidak kalah indah dan menarik. Semuanya terbuat dari bahan-bahan yang berbeda dan dibuat dengan teknik kerajinan yang luar biasa. Shogi-koma, lentera kertas, kipas lipat dan bundar, kulit rusa yang dipernis, alat musik, alat pancing, cloisonne, karakami, kerajinan kaca, segel dengan ukiran, dan bingkai adalah beberapa contoh dari hasil kerajinan tersebut.

1. 天童将棋駒   Tendo-Shogi-Koma (Kerajinan Kayu), Yamagata
2. 房州うちわ   Boshu-Uchiwa (Kipas Bundar), Chiba
3. 江戸からかみ   Edo-Karakami (Kertas Hias), Tokyo
4. 江戸切子   Edo-Kiriko (Kerajinan Kaca Potong), Tokyo
5. 江戸木版画    Edo-Mokuhanga (Hasil Cetak dari Ukiran Kayu), Tokyo
6. 江戸硝子   Edo-Garass (Produk Kaca), Tokyo 
7. 江戸べっ甲   Edo-Bekko (Kulit Kura-kura), Tokyo
8. 甲州印伝   Koshu-Inden (Kulit Rusa yang Dipernis), Yamanashi
9. 甲州手彫印章   Koshu-Tebori-Insho (Segel Berukir), Yamanashi
10. 岐阜提灯 Gifu-Chochin (Lentera Kertas), Gifu
11. 尾張七宝   Owari-Shippo (Barang Cloisonne), Aichi
12. 越中福岡の菅笠   Etchu-Fukuoka-No-Sugegasa (Topi Sedge), Toyama
13. 京扇子   Kyo-Sensu (Kipas Kertas Lipat), Kyoto
14. 京うちわ   Kyoto-Uchiwa (Kipas Kertas Bundar), Kyoto
15. 京表具   Kyo-Hyogu (Pembingkaian), Kyoto
16. 播州毛鉤   Banshu-Kebari (Kail Ikan), Hyogo
17. 福山琴   Fukuyama-Koto (Harpa), Hiroshima
18. 丸亀うちわ Marugame-Uchiwa (Kipas Kertas Bundar), Kagawa
19. 八女提灯 Yame-Chohin (Lentera Kertas), Fukuoka
20. 長崎べっ甲   Nagasaki-Bekko (Kulit Kura-kura), Nagasaki
21. 山鹿灯籠   Yamaga-Toro (Lentera Kebun), Kumamoto
22. 三線   Sanshin (Instrumen Senar), Okinawa

Bahan dan Alat untuk Membuat Kerajinan

Tidak jarang pengrajin lokal yang terkenal dengan kerajinan tradisional tertentu menggunakan bahan dan alat dari daerah lain.

Barang-barang yang dijelaskan di sini bukanlah hasil kerajinan, melainkan alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat kerajinan tradisional.

1. 庄川挽物木地   Shogawa-Hikimono-Kiji (Kerajinan Kayu), Toyama
2. 金沢箔   Kanazawa-Haku (Kerajinan Daun Emas), Ishikawa
3. 伊勢形紙   Ise-Katagami (Kertas Stensil), Mie

 

Sumber Informasi (Hanya Bahasa Jepang): Asosiasi Promosi Industri Kerajinan Tradisional Jepang

 

 

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di FacebookTwitter, atau Instagram!

The information in this article is accurate at the time of publication.

Artikel Terkait

Cari Restoran