Kadokawa Culture Museum: Landmark Baru Tokorozawa, Saitama

Jika Anda familier dengan majalah, manga, novel, dan film Jepang, nama Kadokawa tentu sudah tidak asing lagi. Pada tahun 2020, perusahaan penerbitan Kadokawa berkolaborasi dengan Kota Tokorozawa di Saitama untuk membangun Tokorozawa Sakura Town, kompleks baru yang memadukan elemen lingkungan, budaya, dan komersial. Di dalam kompleks tersebut berdiri Kadokawa Culture Museum, yang dirancang oleh arsitek terkenal dunia, Kengo Kuma. Mari kita lihat bersama seperti apa tampilan bangunan batu yang sangat besar ini!

Saitama

Wisata

Tokorozawa Sakura Town, Rumah Bagi Landmark Baru Saitama

Sebagai raksasa media, Kadokawa sangat aktif mempromosikan budaya Jepang bahkan sampai mendirikan korporasi kepentingan publik bernama Kadokawa Culture Promotion Foundation. "Cool Japan Forest Project", yang merupakan inisiatif kolaborasi antara Kadokawa dan Kota Tokorozawa, selesai di tahun 2020 dan menghasilkan Tokorozawa Sakura Town (website bahasa Jepang).

Tokorazawa Sakura Town mencakup berbagai fasilitas, termasuk Kadokawa Culture Museum, pabrik percetakan, kantor baru, ruang acara yang disebut Japanese Pavilion, EJ Anime Hote, Da Vinci Store, Restoran Kadokawa, dan banyak lagi. Rencana awalnya tempat ini akan dibuka pada tanggal 17 Juli, tetapi kemudian diundur menjadi tanggal 6 November 2020 karena pandemi COVID-19. 

Membangun Kadokawa Culture Museum yang tampak ambisius dan misterius membutuhkan upaya yang luar biasa. Hal itu jelas terlihat pada tampilannya. Ingin tahu seperti apa? Teruslah membaca!

Mahakarya Arsitek Ternama Dunia

Kereta JR Musashino Line akan membawa Anda ke Stasiun Higashi-Tokorozawa. Dari sana, berjalanlah ke Taman Higashi Tokorozawa. Kadokawa Culture Museum yang megah tersembuyi tepat di balik tanaman hijau.

Bangunan batu raksasa ini merupakan 'hybrid' dari perpustakaan, galeri seni, dan museum. Arsitek kenamaan dunia, Kengo Kuma, sedang mengerjakan pembangunan Stadion Nasional Jepang—stadion utama untuk Olimpiade Tokyo—ketika mendesain kompleks tersebut. Meski demikian, hasilnya benar-benar mengesankan bahkan di antara banyak karya Kengo sendiri. Bangunan berbentuk poligon berbatu itu seolah muncul dari dalam bumi, menciptakan pemandangan yang begitu hidup dan kuat.

Bangunan-bangunan abad ke-20 sering kali dibangun dengan bahan konstruksi yang diproduksi massal seperti beton dan besi. Namun, Kengo Kuma percaya bahwa proses pembangunan harus dilakukan dengan cara yang lebih sederhana dan memutuskan untuk menggunakan kayu dan batu. Jika Stadion Nasional Jepang mewakili kayu, Kadokawa Culture Museum didirikan untuk mewakili batu. Dua bangunan ini benar-benar tambahan yang luar biasa untuk dunia arsitektur di tahun 2020!

Tinggi Kadokawa Culture Museum lebih dari 30m. Dinding luarnya terdiri dari sekitar 20.000 lempengan granit, yang masing-masing memiliki berat 50 hingga 70 kg. Granit tersebut diekstraksi dari pegunungan Shandong, Cina, lalu dikirim ke Xiamen, Fujian di Cina selatan untuk diproses sebelum akhirnya dikirim ke Jepang. Ukuran total seluruh batch batu sekitar 6.000 m2 dan beratnya mencapai 1.200 ton, yang setara dengan 120 truk seberat 10 ton!

Dari gambar di atas kita dapat mengetahui bahwa perancang sedang mencoba untuk menonjolkan karakter batu yang tidak beraturan seperti yang terlihat pada permukaan dan susunan lempengan. Ini mungkin fitur yang paling mencolok dari Kadokawa Culture Museum.

Alih-alih poligon, Direktur Seigo Matsuoka memandang museum sebagai "struktur sudut". Ketika sinar matahari mengenai dinding luar yang rumit dan tidak rata dari sudut berbeda sepanjang hari, tampilan bangunan juga berubah. Setiap lempengan memiliki pola dan warnanya sendiri, kadang kala berkilau seperti sisik ikan dan terkadang tampak kasar seperti kulit dinosaurus. Simfoni cahaya dan bayangan pada bangunan adalah pertunjukan spektakuler yang diatur oleh alam itu sendiri.

Jika Anda tertarik melihat karya batu buatan Kengo Kuma lainnya, Anda bisa mengunjungi V&A Dundee, cabang British V&A Museum di Skotlandia. Dibuka pada bulan September 2018, museum tersebut sekarang menjadi salah satu tempat wisata terpopuler di Skotlandia.

Terinspirasi oleh tebing pantai Skotlandia, galeri batu ini juga dibuat menonjol dari tepi sungai, menangkap inti budaya negara itu. Beberapa orang mungkin menganggap bahwa Kadokawa Culture Museum adalah versi upgrade dari V&A Dundee!

Struktur Kadokawa Culture Museum

Tinggi: 39.65m (5 lantai), 31m dari dasar fondasi
Total Luas Lantai: Sekitar 12.000m2
Total Lempengan Batu di Dinding Luar: Sekitar 20.000
Berat Setiap Lempengan Batu: 50-70kg
Total Ukuran Batu: Sekitar 6.000m2
Total Berat Batu: Sekitar 1.200 ton
Asal Batu: Shandong, Cina
Arsitek: Kengo Kuma & Associates

Untuk informasi lebih lanjut tentang pariwisata di Saitama, kunjungi halaman Facebook resmi Saitama: https://www.facebook.com/saitamajapan.en

Foto sampul: prtimes


Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di Facebook!

The information in this article is accurate at the time of publication.

Cari Restoran