Sawah Terasering di Jepang akan Membuat Anda Terpesona!

Sawah terasering Jepang menunjukkan penggunaan cerdik lanskap daerah pedesaan yang indah. Disebut "tanada" dalam bahasa Jepang, sawah terasering telah digunakan selama berabad-abad untuk mengatasi medan yang sulit dan kondisi yang tidak bersahabat untuk menanam salah satu bahan pangan terpenting di negara itu - beras. Selain menyuplai bahan pangan, sawah terasering di Jepang juga menyuguhi pemandangan memesona, menambahkan elemen ekstra megah ke dalam suasana pedesaan yang mengagumkan. Di artikel ini, kami akan menjelaskan semua yang perlu Anda ketahui tentang sawah terasering di Jepang, serta di mana Anda bisa menemukan beberapa yang terbaik!

Seluruh Jepang

Wisata

Bagaimana Sawah Terasering di Jepang Dibuat?

Sawah terasering dibentuk dengan membuat serangkaian lapisan tanah tersegmen menjadi pegunungan dan lereng bukit yang curam atau landai. Hasilnya seperti yang terlihat pada gambar. Pemandangan sawah berpola tersebut menyerupai deretan anak tangga dangkal dan lebar yang mengarah naik ke lereng bukit. Proses pembuatan sawah terasering sangat melelahkan. Bagian permukaan lereng harus dibentuk ulang secara manual agar bisa digunakan untuk menanam dan menumbuhkan padi. Sawah terasering juga berfungsi sebagai bendungan alami, menyimpan sejumlah air yang diperlukan sehingga area sawah tidak kekurangan air sepanjang tahun, dan melindungi ekosistem dengan menjadi rumah bagi berbagai makhluk dan serangga.

Teknik membuat sawah terasering sudah sangat umum dalam dunia pertanian di Asia. Teknik ini memungkinkan tanaman tumbuh di lahan subur yang mungkin sulit dimanfaatkan untuk pertanian. Di Jepang, terasering diyakini telah digunakan untuk menanam padi selama sekitar 1.400 tahun. Sebelum penemuan alat bertani modern, sawah terasering Jepang diukir ke dalam lereng bukit oleh para petani dengan tangan, lalu dibudidayakan dan dirawat oleh beberapa generasi petani padi.

Selain memperlihatkan pemanfaatan lahan yang inovatif dan produktif, sawah terasering Jepang juga banyak disukai karena keindahan alamnya. Sawah terasering sering ditemukan di lingkungan pedesaan yang permai, diukir menjadi lanskap miring, dan biasanya terletak jauh di dalam lembah yang indah atau menghadap pemandangan laut yang menakjubkan.

Dalam upaya meningkatkan minat wisatawan untuk mengunjungi daerah pedesaan, Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan membuat daftar 100 Sawah Terasering Terindah di Jepang pada tahun 1999. Dipilih dari 134 opsi yang dinominasikan oleh orang-orang di seluruh Jepang, daftar tersebut dimaksudkan untuk menarik perhatian dan membantu melestarikan 100 sawah terasering paling indah di negara itu.

Bagaimana Cara Kerja Sawah Terasering Jepang?

Sawah terasering di Jepang tidak hanya indah, tetapi juga dirancang sangat efisien. Pada musim semi, biasanya antara bulan April dan Mei, tanah di sawah terasering disiapkan dan dibersihkan dari gulma, Proses ini disebut sebagai pengolahan tanah. Di saat yang sama, ladang padi dikeringkan dan diberi pupuk. Penanaman bibit padi kemudian dilakukan di musim semi atau musim panas.

Pada akhir musim semi atau musim panas, sawah terasering dipenuhi dengan air, ketika bibit-bibit padi baru ditanam. Namun, karena ukuran, bentuk, dan lokasinya, sangat sulit melakukan proses pertanian menggunakan peralatan modern di sawah terasering. Artinya, sebagian besar pekerjaan, termasuk penanaman bibit padi, masih harus dilakukan dengan tangan. Setelah bibit berakar di tanah, padi akan tumbuh selama musim panas. Selama periode ini, para petani akan merawat tanaman mereka, siang dan malam, untuk memastikan bahwa semua padi terlindung dari gulma dan serangga, serta memiliki banyak air.

Desain sawah terasering Jepang dibuat sedemikian rupa agar air mengalir dengan stabil dari atas ke bawah. Struktur bertingkat sawah yang tidak rata menjadikannya lingkungan ideal untuk menanam tanaman padi yang perlu terus-menerus diairi. Menggunakan kembali air tanah dengan cara ini juga membantu menjaga tanah tetap bersih, dan air penuh nutrisi sangat baik untuk menghasilkan beras yang kuat dan sehat. Musim hujan lebat yang datang saat musim panas pun ikut berkontribusi mengairi padi. Pada musim gugur, padi akan menguning dan siap dipanen. Biasanya, sawah terasering dikeringkan sekitar bulan Oktober dan saat itulah padi dituai.

Kapan Waktu Terbaik Melihat Pesona Sawah Terasering di Jepang?

Bibit-bibit padi ditanam pada akhir musim semi dan tumbuh sampai akhir musim panas. Jadi, waktu terbaik untuk melihat sawah terasering di Jepang adalah antara bulan Mei dan Oktober. Pada bulan Mei, sawah terasering akan terisi air dan bibit padi mulai bertunas. Saat hari cerah, air di dalam sawah terasering sering kali memantulkan langit biru dan awan putih yang indah. Pemandangan matahari terbenam yang berkilauan di atas permukaan air pun terlihat begitu menawan.

Di musim panas, tanaman padi menjadi lebih rimbun seiring pertumbuhannya, dan teras-teras sawah bertransformasi menjadi ladang hijau yang indah. Pada bulan Oktober, setelah padi dipanen, sawah akan kosong tanpa tanaman. Meski demikian, lanskap alamya masih cukup mengesankan.

Sawah Terasering Terindah di Jepang

Sawah terasering menjadi destinasi menarik untuk dikunjungi karena selain menghasilkan bahan pangan yang paling penting, keindahannya juga membuat Anda menghela napas. Berikut adalah 7 sawah terasering terindah di Jepang!

1. Oyama Senmaida (Kamogawa, Chiba)

Berjarak dua jam perjalanan dari Tokyo dengan mobil, sawah terasering Oyama Senmaida menyebar di perbukitan berhutan di Kamogawa, Prefektur Chiba. Di samping pemandangannya yang indah, Oyama Senmaida juga terkenal sebagai tempat untuk melihat matahari terbenam. Di musim dingin, area persawahan diiluminasi dengan banyak lampu yang ditanam di sekitarnya.

Oyama Senmaida bahkan mengadakan kegiatan menanam padi, bertani, dan memanen untuk siapa saja yang tertarik terjun ke bagian integral dari budaya Jepang ini. Ada staf berbahasa Inggris yang dapat membantu para pengunjung bila tidak mengerti bahasa Jepang.

2. Maruyama Senmaida (Kumano, Mie)

Maruyama Senmaida adalah kumpulan sawah terasering yang terletak di sepanjang jalur ziarah suci, Kumano Kodo. Tidak hanya menyajikan salah satu pemandangan sawah terasering paling indah, tetapi juga merupakan salah satu yang terbesar, dengan 1.340 ladang yang menghiasi lereng gunung. Teras sawah dibuat sedemikian rupa agar menerima banyak sinar matahari. Penataan tersebut bermanfaat untuk pertanian dan berkontribusi dalam memberikan keindahan ekstra pada pemandangan sawah dan pegunungan di sekitarnya yang menakjubkan. Pesona Maruyama Senmaida bisa Anda nikmati sepanjang tahun, mulai dari refleksi alam pada permukaan air di musim semi, bulir-bulir padi yang bergoyang tertiup semilir angin di musim panas, sawah yang menguning di musim gugur, hingga hamparan salju yang menutupi sawah di musim dingin.

3. Sawah Terasering Warabino (Karatsu, Saga)

Sawah Terasering Warabino menjadi rumah bagi 1.000 lebih ladang padi yang membentang sejauh mata memandang di atas lahan seluas 40 hektar. Mudah diakses dengan mobil selama sekitar 35 menit dari Imari, kota tembikar terkenal, pemandangan terbaik Sawah Terasering Warabino dapat Anda lihat dari titik observasi yang menghadap ke lembah besar. Di sana, Anda akan dimanjakan dengan panorama yang menakjubkan.
 

4. Sawah Terasering Murodani (Hamada, Shimane)

Dengan lebih dari 4.000 ladang padi, Murodani di Prefektur Shimane merupakan salah satu sawah terasering terbesar di Jepang. Hanya berjarak setengah jam perjalanan dengan mobil dari Kota Hamada, sawah terasering ini telah dibudidayakan sejak zaman Heian (794 - 1185). Beras yang ditanam di Sawah Terasering Murodani adalah "sakamai", jenis beras khusus yang digunakan dalam pembuatan sake. Bagi yang ingin melihat keindahan Terasering Murodani, Anda dapat melihatnya dari dek observasi di utara sawah di jalan menuju puncak Gunung Osayama. 

5. Sawah Terasering Ishibu (Matsuzaki, Shizuoka)

Terletak berdekatan dengan pantai-pantai di sepanjang pesisir Semenanjung Izu, Sawah Terasering Ishibu menghadap ke Teluk Suruga dengan pemandangan indah di segala arahnya. Setiap bulan Mei, 370 teras yang miring tajam dari 250 hingga 120 meter di atas permukaan laut dihiasi dengan lampu, menambahkan elemen fantastis ke dalam lanskap yang sudah begitu spektakuler. Saat hari cerah, pergilah ke dek observasi yang berada di puncak teras untuk melihat sekilas Gunung Fuji di bagian utara!

6. Sawah Terasering Teshima (Teshimakarato, Kagawa)

Jika Anda berencana pergi ke pulau seni Naoshima di Prefektur Kagawa, pastikan Anda juga mengunjungi pulau tetangganya - Teshima. Di sini, Anda akan menemukan Sawah Terasering Teshima, tempat indah dengan pemandangan memesona yang menghadap air biru Laut Pedalaman Seto. Berada di seberang arsitektur ikonis Museum Seni Teshima, sawah terasering itu hampir tampak miring menjurus ke laut.

7. Sawah Terasering Hoshitoge (Toge, Niigata)

Keindahan Sawah Terasering Hoshitoge di Niigata tidak ada habisnya. Sepanjang tahun, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan berbeda seiring musim berganti. Selama musim tanam padi, air di ladang terkenal dengan pantulan langitnya yang menakjubkan, terutama saat matahari terbit dan terbenam. Pengunjung juga banyak yang datang untuk melihat sawah hijau di akhir musim panas, atau ketika seluruh area diselimuti salju di bulan-bulan musim dingin, yang menawarkan pemandangan berbeda.

Sawah Terasering Jepang – Perpaduan Mahakarya Alam dan Manusia

Tidak hanya digunakan sebagai cara yang inventif untuk memproduksi beras, sawah terasering juga menunjukkan keindahan lanskap pedesaan Jepang. Teras-teras sawah yang teroganisir rapi dan selaras dengan alam sekitarnya tampak begitu mengesankan, dari musim semi hingga musim panas, ketika ladang diairi dan ditanami padi. Namun, banyak dari lanskap unik ini dapat Anda kagumi sepanjang tahun, terutama terasering yang berada di wilayah beriklim dingin. Pemandangan sawah yang tertutup salju di musim dingin pasti membuat Anda berdecak kagum. Apabila Anda ingin menikmati pemandangan tradisional Jepang, mengapa tidak memasukkan salah satu dari daftar di atas ke dalam rencana perjalanan Anda berikutnya?

Kredit Gambar Judul: M Andy / Shutterstock.com

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di Facebook!

The information in this article is accurate at the time of publication.

About the author

James
James Davies

Cari Restoran