(3/11) Update! Infeksi Tanpa Gejala? COVID-19 Merajalela: Situasi Terkini di Jepang dan Hal-Hal yang Harus Diwaspadai

Bagi Anda yang berencana mengunjungi Jepang dalam waktu dekat, atau orang asing yang sedang tinggal di Jepang, apakah Anda sudah mengambil tindakan pencegahan terhadap pneunomia yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yang menyebar dengan kecepatan luar biasa di dunia, khususnya di Wuhan, Cina? Menurut data terkini, total orang yang terinfeksi di Cina sudah melebihi angka 80.000 dan menewaskan lebih dari 3,000 orang. Penyakit menular ini mengharuskan setiap orang yang akan mengunjungi Jepang untuk berhati-hati terhadap patogennya yang menyebar dengan intens. Meskipun Taiwan, Hong Kong, dan negara-negara tetangga sudah meneriakkan akan bahayanya virus corona jenis baru dan mengambil langkah antisipasi seperti melarang orang-orang Cina masuk ke negera mereka, respon pemerintah Jepang yang lamban menyebabkan masalah sehingga orang Jepang tidak menyadari bahaya sebenarnya. Saat ini, masker yang penting untuk mencegah penularan sangat sulit diperoleh karena telah diborong oleh orang-orang yang melarikan diri dari Cina. Artikel ini akan menjelaskan tentang situasi terkini jenis pneumonia baru dari Wuhan di Jepang dan hal apa saja yang harus diperhatikan oleh para wisatawan ketika mengunjungi Jepang.

Seluruh Jepang

Travel Tips

Transisi Jumlah Orang yang Terinfeksi Virus Corona Jenis Baru

Sesuai dengan sebutannya sebagai "penyakit menular", jumlah orang yang terinfeksi virus corona jenis baru terus meningkat setiap hari. Berikut adalah grafik peningkatan jumlah orang yang terinfeksi.

Ringkasan Sejarah Munculnya Wabah Virus Corona Jenis Baru

Tahun 2019


9 Nov     : Pihak berwenang Cina mengidentifikasi virus corona jenis baru pada pasien pneumonia.
31 Des   : Pihak berwenang Cina melaporkan wabah pneumonia yang tidak dapat dijelaskan kepada WHO.

Tahun 2020


1 Jan      : Cina menutup pasar makanan laut (Pasar Grosir Makanan Laut Huanan).
9 Jan      : Kematian pertama pada pneumonia baru dikonfirmasi di Cina.
16 Jan    : Konfirmasi kasus terinfeksi pertama di Prefektur Kanagawa, Jepang.
22 Jan

  •  Amerika membatasi perjalanan dari Wuhan atau Cina ke lima bandara.
  •  Korea Utara berhenti menerima turis dari Cina.
  • Taiwan membatasi tur antara Taiwan dan Wuhan

23 Jan

  • Kota Wuhan ditutup, semua transportasi, seperti bandara, kereta, dan kapal feri berhenti beroperasi.
  • Beberapa maskapai Jepang, termasuk ANA, berhenti beroperasi ke Wuhan.

24 Jan

  • Taiwan menghentikan tur melintasi seluruh daratan Cina.
  • Jepang menghentikan perjalanan ke Provinsi Hubei, Cina (termasuk Wuhan).
  • Filipina memulangkan 500 turis dari Wuhan ke Cina.
  • Jepang mengkonfirmasi kasus terinfeksi kedua.

25 Jan

  • Disneyland Shanghai ditutup.
  • Pemerintah Cina secara efektif melarang warganya bepergian ke luar negeri.
  • Kasus terinfeksi ketiga dikonfirmasi di Jepang.

26 Jan

  • Disneyland Hong Kong ditutup.
  • Kasus terinfeksi keempat dikonfirmasi di Jepang.

27 Jan

  • Hong Kong melarang orang dari Hubei masuk ke negaranya.
  • Jepang menetapkan virus corona jenis baru sebagai "penyakit menular".

28 Jan

  • Pemerintah Jepang menggelar "Rapat Komite Penanggulangan Infeksi Virus Corona".
  • Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat mengembangkan penelitian vaksin untuk mengobati pneumonia baru.
  • Korea Utara mengkarantina imigran dari Cina selama satu bulan.
  • Jepang mengkonfirmasi kasus terinfeksi ke-5, 6, dan 7.

29 Jan 

  • Jepang mengirimkan pesawat untuk mengevakuasi warganya dari Wuhan.
  • Jepang mengkonfirmasi kasus terinfeksi ke-8, 9 dan 10.
  • Australia berhasil melakukan microbiological culture virus corona jenis baru. 
  • British Airlines menghentikan semua penerbangan ke / dari China.

30 Jan    : Jepang mengkonfirmasi kasus terinfeksi ke-11, 12, 13, dan 14. 
31 Jan

  • WHO menyatakan Ancaman Darurat Kesehatan Global.
  • Air France membatalkan penerbangan ke / dari Cina.
  • Filipina melarang masuk wisatawan dari Provinsi Hubei, termasuk Kota Wuhan.
  • Jepang mengkonfirmasi kasus terinfeksi ke-15, 16, dan 17.

1 Feb

  • Jepang mengkonfirmasi kasus terinfeksi ke-18, 19, dan 20.
  • Pemerintah Jepang melarang masuk "orang asing yang tinggal di Provinsi Hubei, Cina, selama dua minggu terakhir" atau "pemegang paspor Cina yang dikeluarkan oleh Provinsi Hubei".

4 Feb     Update terbaru - Total orang yang terinfeksi 20.438 dan menewaskan 425 orang.
5 Feb     : Sebuah kapal pesiar besar bernama "Diamond Princess" berlabuh di Pelabuhan Yokohama. 10 dari 20 penumpang kapal yang tersuspek virus corona positif terinfeksi.
6 Feb     : Update terbaru - 28.018 orang terinfeksi di daratan Cina dan 563 meninggal dunia. 
7 Feb     : Update terbaru - 31.161 orang terinfeksi di daratan Cina dan 636 meninggal dunia.
8 Feb     : Orang Jepang pertama ditemukan terinfeksi, pria berusia 60-an dirawat di rumah sakit.
9 Feb     : 908 kematian dikonfirmasi di Cina, melampaui epidemi SARS.
11 Feb   : Perubahan nama Novel Corona Virus menjadi COVID-19.
13 Feb 

  • Pemerintah Jepang membatasi masuknya orang-orang dari Provinsi Zhejian, Cina.
  • Jumlah yang terinfeksi di Cina mencapai 48.206, dengan 1.310 kematian dikonfirmasi.
  • Kematian pertama yang dikonfirmasi di Jepang terjadi di Prefektur Kanagawa, seorang wanita berusia 80-an.
  • 44 kasus Corona lainnya dikonfirmasi di kapal Diamond Princess. Total terinfeksi menjadi 218 (30 orang Jepang).

26 Feb   : Pemerintah Jepang meminta penundaan / pembatan acara berskala besar selama dua minggu ke depan. 
27 Feb   : Situasi darurat di Hokkaido, sekolah-sekolah diliburkan karena penyebaran corona meluas.
2 Mar     : SD, SMP, SMA di seluruh Jepang ditutup sementara hingga bulan April.
3 Mar

  • Pembatasan imigrasi dari Cina / Korea ke Jepang (Imigran harus menunggu di lokasi yang ditentukan selama 2 minggu).
  • Langkah Darurat untuk Stabilitas Nasional - pemerintah melarang keras tindakan penjualan kembali masker karena kurangnya persediaan.
  • Total orang yang terinfeksi di Jepang: 346, meninggal dunia 6 (Di kapal Diamond Princess: 696 terinfeksi dan 6 meninggal dunia).

10 Mar

  • Pemerintah Jepang memutuskan untuk memperpanjang batas waktu penangguhan acara dan menutup taman hiburan selama 10 hari.
  • Pengunjung dari Italia bagian tengah dan utara, khususnya San Marino, serta sebagian wilayah Iran dilarang masuk ke Jepang.
  • Orang asing yang tinggal di daerah tersebut selama 14 hari terakhir juga tidak diizinkan masuk ke Jepang.
  • Total jumlah orang yang terinfeksi di Jepang 568 orang dan 12 meninggal dunia (Kapal Diamon Princess: 696 terinfeksi, 7 meninggal).

Sumber Infeksinya Dari Mana? Teori: Dari Kalelawar yang Diperdagangkan di Pasar Makanan Laut Huanan

Sebagian besar orang yang terinfeksi dikatakan berhubungan dengan pasar grosir makanan laut di Wuhan yang sekarang ditutup, dan kalelawar yang dijual di sana diduga kuat menjadi sumber infeksinya. Kalelawar untuk dikonsusmsi tidaklah umum di Jepang, tetapi di Cina, hewan tersebut justru digunakan sebagai bahan herbal dalam pengobatan. Pada kenyataanya, kalelawar adalah hewan pembawa virus corona yang sebelumnya telah menyebabkan SARS dan MERS, jadi "virus corona jenis baru" pun kemungkinan besar disebabkan oleh kalelawar.

Pertama-tama, Pneumonia Seperti Apa yang Disebabkan Oleh Virus Corona Jenis Baru?

Virus corona jenis baru adalah patogen yang menyebabkan beberapa gejala, seperti demam, batuk-batuk, infeksi saluran pernapasan atas. Diketahui ada 6 jenis virus yang bisa menginfeksi manusia: 4 jenis virus flu yang dapat menular ke manusia dan 2 virus penyebab pneumonia parah yang ditularkan dari hewan. Dua kategori terakhir juga termasuk ke dalam virus penyebab penyakit yang lebih parah seperti SARS atau MERS.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang yang terinfeksi corona jenis baru mengalami gejala, seperti demam tinggi, batu, pilek, sesak napas, dan diare. Meskipun gejalanya mirip dengan flu, ada sejumlah laporan dari para ahli yang menyatakan bahwa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala demam, dan ada beberapa kasus terinfeksi tanpa gejala.

Epidemi berbahaya ini tentu menimbulkan kekhawatiran dan kewaspadaan seluruh dunia. Jika sudah parah, virus corona jenis baru menyebabkan pneumonia berat, dan pada kasus terburuk, pasien terinfeksi dapat meninggal dunia akibat penurunan fungsi ginjal. Dikatakan bahwa sebagian besar orang yang meninggal memiliki riwayat penyakit kronis yang mengurangi kekebalan tubuh, seperti hipertensi, diabetes, jantung, atau kerusakan pembuluh darah.

Bukan Hanya Demam! Waspadai Berbagai Gejala Awal!

Menurut survei yang dirilis oleh Rumah Sakit Universitas Wuhan tentang gejala-gejala dari virus corona jenis baru, indikasi yang mirip dengan flu muncul di tahap akhir pneumonia, sedangkan pola gejala awalnya tidak tetap. Gejala awal yang disebabkan virus corona jenis baru meliputi: diare, mual, gangguan pencernaan lainnya, sakit kepala, jantung berdebar, dada sesak, dan lain-lain.

Dikarenakan tidak ada gejala awal yang jelas seperti demam tinggi, penyakit ini sulit diidentifikasi dengan cepat, dan jika tindakan penanggulangan tidak memadai, resiko ekspansi penularan pun perlu diwaspadai.

Dalam wawancara dengan otoritas kesehatan Cina yang diadakan pada tanggal 26 Januari, masa inkubasi dari infeksi hingga munculnya gejala rata-rata membutuhkan waktu 10 hari, yang terpendek adalah satu hari, dan terpanjangnya 14 hari. Angka kematian saat ini diperkirakan sekitar 3-4%, tetapi dengan epidemi yang terus meluas, angka kematian dan terinfeksi yang akurat belum bisa dipastikan.

Bagaimana Infeksi Ini Menyebar? Transmisi Virus Corona Jenis Baru

(1) Infeksi dari Tetesan Cairan (Droplet Infection)

Virus dapat ditularkan dari tetesan cairan, seperti bersin, batuk, liur, orang yang terinfeksi.
→Orang lain menghirup virus tersebut melalui hidung atau mulut, kemudian terinfeksi.
*Lingkungan penularan utama: Tempat berkumpulnya banyak orang, seperti sekolah, kantor, bioskop, stasiun, tempat parkir, dll.

(2) Infeksi Melalui Kontak Langsung

Orang yang terinfeksi menahan bersin dan batuk dengan tangan.
→Tangannya menyentuh benda-benda di sekitar dan virus akan menempel.
→Orang lain menyentuh objek tersebut dan virus berpindah ke tangannya.
→Kemudian orang itu menyentuh hidung atau mulut, infeksi dari selaput lendir pun terjadi.
*Lingkungan penularan utama: Kereta, bus, gagang pintu, sakelar, dll.

Ambil Langkah-Langkah yang Tepat! Pencegahan Infeksi Virus Corona Jenis Baru

Lalu, tindakan seperti apa yang diperlukan untuk mencegah infeksi virus corona jenis baru?

Hal dasar yang penting dilakukan oleh setiap individu adalah menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun, disinfeksi menggunakan alkohol ketika berkumur, dan melakukan manajemen kebersihan dasar lainnya. WHO merekomendasikan untuk mencuci tangan di bawah air yang mengalir setidaknya selama 20 detik, membersihkannya secara menyeluruh dari jari-jari dan semua kuku. Jika tidak ada air untuk mencuci tangan, Anda bisa membersihkan tangan dengan alkohol disinfektan. Selain itu, perlu diketahui bahwa virus dapat masuk melalui mata, hidung, dan mulut, sehingga disarankan untuk tidak menyentuh wajah sampai Anda benar-benar mencuci bersih tangan Anda. Tidak lupa pula, cuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Terakhir dan paling penting, selalu gunakan masker. Penularan "dari manusia ke manusia" adalah masalah terbesar yang harus dihindari baik di Cina, Jepang, dan dunia. Cegah infeksi dengan membatasi sentuhan dengan orang lain. Memakai masker merupakan cara efektif mencegah penyebaran virus atau patogen lain yang dikeluarkan seseorang saat bersin atau batuk. Oleh sebab itu, sangat penting memakai masker di tempat-tempat ramai untuk mencegah infeksi, terutama di tempat yang memiliki ventilasi buruk seperti di dalam ruangan dan kendaraan. 

Selain itu, perlu diketahui bahwa tidak semua masker itu bagus. Masker murah yang dijual di pasaran biasanya terbuat dari kain non-anyaman sehingga tidak bisa mencegah udara luar dan tidak nyaman dipakai dalam jangka waktu yang lama. Masker seperti ini tidak akan cukup melindungi Anda dari infeksi. Untuk melindungi saluran pernafasan seperti hidung dan tenggorokan secara efektif, pilihlah produk masker berkualitas tinggi yang memiliki tanda "anti virus", "filter napas", atau "PM 2.5" pada kemasannya. Perbedaan harganya hanya beberapa ratus yen dari masker biasa, jadi alangkah bijaksana jika Anda memilih masker berperforma tinggi. Saat memakai masker, pastikan hidung dan mulut Anda tertutup tanpa celah. Gantilah masker secara teratur, 1 hingga 2 kali sehari. Pada saat yang sama, tindakan pencegahan lain seperti menghindari tempat-tempat ramai juga harus dilakukan.

Waspadai Makanan Hewani dan Cukup Istirahat

Di samping pencegahan yang disebutkan di atas, Anda perlu menghindari makanan hewani mentah atau setengah matang, serta tidak bersentuhan langsung dengan orang yang menderita demam, pilek, batuk, dalam jangka pendek atau panjang. 

Jika kekebalan tubuh menurun maka resiko terinfeksi akan meningkat. Pastikan Anda cukup tidur, banyak istirahat, makan dengan benar, dan melakukan hal-hal lain yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
 

Langkah Pemerintah Jepang untuk Imigran Asing

Bagi orang-orang yang akan memasuki Jepang, pemerintah Jepang telah mendirikan stasiun karantina di Bandara Haneda dan Narita dengan jalur terpisah yang ditujukan kepada penumpang dari Cina, Hong Kong, dan Makau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dengan ketat. Ditambah lagi, karena adanya larangan masuk untuk "orang-orang yang tinggal di Hubei, Cina selama dua minggu terahir" dan "pemegang paspor Cina yang dikeluarkan oleh Provinsi Hubei", Jepang telah memberlakukan langkah-langkah pengklasifikasian penumpang dari Hubei. Poster dalam bahasa Jepang, Inggris, dan Cina yang menyatakan bahwa penumpang dari Provinsi Hubei tidak dapat memasuki Jepang juga ditempel di area pemeriksaan imigrasi.

Sebagai pencegahan infeksi virus corona jenis baru, manajemen bandara menyarankan semua karyawannya untuk selalu memakai masker dan meningkatkan kebersihan dengan membersihan gagang pintu, pegangan tangan di kereta bandara, dan pegangan tangan di troli bagasi di dalam terminal. Alkohol disinfektan pun telah disediakan di berbagai tempat di terminal. Pemerintah Jepang juga sedang mengambil langkah-langkah yang dapat mendorong para wisatawan untuk melakukan tindakan pencegahan secara sukarela.

Hal yang Harus Dilakukan Jika Anda Curiga Terinfeksi Virus Corona Jenis Baru Saat Berada di Jepang

Japan National Tourism Organization (JNTO) telah membuat hotline yang disebut "Japan Visitor Hotline" yang menyediakan layanan multibahasa selama 24 jam, 365 hari untuk memastikan keselamatan dan keamanan wisatawan asing dalam keadaan darurat. Hotline ini juga akan menjawab pertanyaan terkait virus corona jenis baru, jadi jika Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi nomor di bawah ini.



No. Telp     : 050-3816-2787
Jam Kerja  24 jam, 365 hari
Dukungan Bahasa:Bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, Korea
Lingkup Dukungan:Informasi Darurat (Sakit, Kecelakaan, dll), Informasi Bencana, Informasi Wisata Umum

〈Isi Konsultasi Utama〉
○ Berkaitan dengan biaya pembatalan
・Saya ingin melakukan pembatalan reservasi hotel, di mana saya bisa mendapatkan pengembalian uang?
○ Keluhan kondisi fisik yang buruk/sakit
・Saya mengalami gejala batuk dan demam, saya ingin melakukan cek kesehatan karena khawatir virus corona jenis baru.
・Tamu yang menginap di hotel memiliki gejala batuk dan demam.

The information in this article is accurate at the time of publication.

Cari Restoran