17 Fakta yang Mungkin Tidak Anda Ketahui Tentang Sakura

Cantik dan menawan, itulah bunga sakura. Mungkin Anda sudah pernah atau sering melihatnya, baik di dalam foto atau bahkan secara langsung. Akan tetapi, sejauh mana hal yang Anda ketahui tentang bunga cantik ini? Mengapa sakura selalu dikaitkan dengan Jepang? Untuk mengenalnya lebih jauh, bacalah 17 fakta berikut mengenai bunga yang menjadi lambang kefanaan di Jepang!

Seluruh Jepang

Budaya Jepang

1. Bunga Sakura berasal dari keluarga mawar, Rosaceae.

PIXTA

Sakura (桜) adalah nama umum untuk tanaman yang termasuk ke dalam subkeluarga Rosaceae. Nama bahasa Inggris untuk sakura adalah cherry blossom. Sakura dapat ditulis dalam huruf/kanji Cina (桜), dengan huruf hiragana (さくら), atau dengan huruf katakana (サクラ).

2. Someiyoshino (ソメイヨシノ), spesies sakura yang paling banyak ditanam di Jepang.

autan/Flickr

Someiyoshino, atau nama ilmiahnya, Cerasus x yedoensis (Matsum.) A.V.Vassil - ditanam di seluruh Jepang sejak zaman Meiji. 'Somei-yoshino' adalah varietas tanaman yang dibudidayakan di Jepang. Ketika berita menginformasikan bahwa sakura mulai bermekaran, mereka menggunakan Someiyoshino sebagai standarnya.

3. Masa hidup Bunga Someiyoshino sekitar satu minggu.

Taichiro Ueki/Flickr

Sakura mekar dan gugur dengan cepat. Kelopak bunga yang terus-menerus berjatuhan membuat lokasi di sekitar pohon sakura diselimuti dengan warna putih atau merah muda. Pemandangan ini sering dikagumi oleh banyak orang dan dikatakan sebagai daya tarik bunga sakura.

4. Ada nama fase yang menunjukkan keadaan ketika kelopak sakura gugur dan daun-daunnya mulai bertunas.

Omni Sight/Flickr

Fase pada foto di atas disebut hazakura (葉桜). Terdengar aneh? Memang, karena tidak terlihat satu bunga sakura pun di pohonnya meski dinamai hazakura. Itu mencerminkan betapa orang Jepang mencintai dan menghargai setiap fase yang terjadi pada pohon sakura.

5. Ada lebih dari 600 spesies sakura di Jepang.

shuzo serikawa/Flickr

Jumlah tersebut sudah termasuk spesies sakura endemik dan hibrida yang ada di Jepang. Sakura dikenal sebagai tanaman yang sering bermutasi. Anda dapat melihatnya dari perubahan kelopak, ukuran bunga, perubahan warna, penurunan atau peningkatan buah, dan lain-lain. Oleh karena alasan itu pula banyak spesies hibrida yang lahir.

6. Sakura dapat dengan mudah membusuk atau rusak.

PIXTA

Sakura membusuk dari luka di bagian kulit atau akar-akarnya. Begitu mulai membusuk, prosesnya akan dapat dengan mudah menyebar hingga ke seluruh pohon, kemudian mati. Oleh sebab itu, Anda harus berhati-hati saat menggelar tikar atau alas duduk ketika melakukan hanami. Bisa saja Anda memperpendek usia pohon sakura jika tidak memperhatikan jarak aman. Foto di atas adalah perawatan yang dilakukan pada Sakura untuk mencegah pembusukan.

7. Pohon Sakura tertua berusia 200 tahun.

Furbychan/Flickr

Pohon sakura ini adalah Jindai Zakura (神代桜). Lingkar akarnya berukuran 13.5 meter. Anda dapat melihatnya di Kuil Jissou (実相寺) di Prefektur Yamanashi. Cek situs web resminya di sini.

8. Nama Bunga Sakura berbeda tergantung pada jumlah kelopaknya.

tsukacyi/Flickr

Bunga yang memiliki lebih dari 5 kelopak disebut hitoe (一重). Bunga yang memiliki 5 hingga 10 kelopak disebut hanyae (半八重). Bunga yang memiliki 10 kelopak lebih disebut yae (八重). Foto di atas menunjukkan bunga yae.

9. Orang-orang duduk di bawah pohon sakura dan berpesta. Tradisi ini disebut dengan hanami di Jepang.

Dick Thomas Johnson/Flickr

Hanami (花見) berarti melihat bunga-bunga, hal yang Anda lakukan saat hanami. Namun, umumnya Anda akan lebih banyak makan dan minum selama hanami berlangsung. Tradisi ini juga merupakan acara sosial yang baik untuk lebih mengenal rekan kerja atau teman sekelas Anda, karena tahun akademik atau bisnis baru dimulai pada bulan April, bertepatan dengan mekarnya bunga sakura.

10. Kelopak dan daun sakura dapat dikonsumsi.

se7en/Flickr

Setelah kelopak dan daun mengalami proses yang disebut shiozuke (塩 漬 け) - direndam dalam garam, maka jadilah sakurazuke (桜漬け). Sakurazuke memiliki aroma yang khas. Biasanya disantap dengan roti, atau dijadikan sakura mochi  (桜餅), yang ditampilkan pada gambar di atas. Sakura mochi adalah suguhan khas Jepang, terdiri dari pasta kacang merah yang dibalut dengan mochi berwarna pink. Daun Sakurazuke digunakan untuk menyelimuti mochi lezat ini. Umumnya dimakan selama musim sakura.

11. Sakura juga dapat diminum.

Froschmann/Flickr

Masukkan 2 atau 3 kelopak sakurazuke ke dalam cangkir dan tuangkan air panas. Minuman nikmat ini disebut sakurayu (桜湯). Sakurayu (桜湯) sering disajikan pada pertemuan formal seperti acara pernikahan, karena tampilan bunga sakura yang mekar di dalam cangkir terlihat indah.

12. Sakura dikenal sebagai simbol kerapuhan, keanggunan, dan kecantikan yang fana.

PIXTA

Dalam bahasa bunga, sakura melambangkan keindahan spiritual dan pendidikan yang baik. Sementara itu, Someiyoshino melambangkan kemurnian dan orang cantik yang anggun. Yaezakura (八重桜), yang disebut dengan Double Cherry Blossoms dalam bahasa Inggris, melambangkan peningkatan pendidikan, pendidikan baik, dan keeleganan. Secara keseluruhan, bunga sakura memiliki arti dan image yang positif.

13. Di Jepang, sakura juga merupakan simbol permulaan (dari sesuatu) dan musim semi.

PROcyberwonk Follow/Flickr

Dianggap demikian karena tahun akademik dan bisnis baru dimulai pada bulan April, ketika sebagian besar bunga sakura sedang mekar penuh. Ada banyak sekolah di Jepang yang menanam bunga sakura di halaman mereka.

14. Sakura diukir pada uang logam 100 yen.

Ken OHYAMA/Flickr

Hal ini melambangkan bahwa sakura telah berakar kuat pada budaya Jepang. Bunga lain yang juga diukir pada uang logam adalah bunga Krisan (50 yen) dan bunga Tachibana (500 yen).

15. Logo Pasukan Pertahanan Jepang adalah Bunga Sakura.

iskws/Flickr

JMSDF (Japan Military Self-Defence Forces) memiliki logo Sakura di lencana pangkat dan bendera mereka. Namun, sakura bukanlah bunga nasional Jepang. Negara Jepang tidak memiliki bunga nasional yang resmi.

16. Seorang anak perempuan dapat dinamai sakura.

PIXTA

Nama yang mungkin diberikan kepada anak perempuan adalah Sakura, atau Sakurako (桜子). 'Ko' berarti anak, dan sering diletakkan di akhir nama anak perempuan. Sakura sering dikaitkan dengan feminitas. Jadi, tidak banyak anak laki-laki yang dinamai Sakura di luar sana, atau apakah Anda pernah melihatnya?

17. 27 Maret adalah Hari Sakura.

Hideo/Flickr

Hari Sakura ditetapkan oleh yayasan Nihon Sakura no Kai (日本さくらの会), atau Asosiasi Sakura Jepang, pada tahun 1992. Hari Sakura tidak memiliki kekuatan hukum apa pun sehingga tidak dihitung sebagai Hari Libur Nasional.

The information in this article is accurate at the time of publication.

Wisata

Hotel & Ryokan

Shopping

Cari Restoran